Kementerian PUPR Resmikan JPO Ramah Lingkungan Pertama di Indonesia JPO ramah lingkungan pertama kali di Indonesia yang berada di kota Solo (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pusat meresmikan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) ramah lingkungan pertama kali di Indonesia yang berada di Solo, Jawa Tengah, Jumat (10/5).

JPO ramah lingkungan itu diberi nama Eco JPO Gladhag Panti Husada Surakarta. Total panjang JPO sepanjang 29 meter dengan bentang utama 18 meter dan lebar 10 meter serta clearance 5,1 meter.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Badan Litbang Kementerian PUPR, Deded. P. Sjamsudin, mengatakan jembatan penyebrangan tersebut ramah lingkungan dengan memperhatikan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.

Peresmian JPO Ramah Lingkungan oleh PUPR di Solo, Jawa Tengah
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo bersama Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Badan Litbang Kementerian DPUPR meresmikan JPO ramah lingkungan di Solo, Jawa Tengah, Jumat (10/5). (MP/Ismail)

"Kami membuat JPO dengan teknologi ramah lingkungan ini untuk menjawab kebutuhan pengguna jalan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya konflik lalu lintas dan potensi kecelakaan," ujar Sjamsudin.

JPO dengan teknologi ramah lingkungan, kata dilihat dari panel tenaga surya untuk mencukupi listrik lampu penerangan dan listrik pengisi daya ponsel. Kemudian air hujan tidak terbuang namun disimpan pada ground water untuk menyiram tanaman yang ada di sini.

"Kami juga sediakan fasilitas seperti ram dan lift untuk akses penyandang disabilitas. JPO juga dilengkapi dengan ubin pemandu, pagar pengaman, instalasi panel.

Suasana Eco JPO di Solo, Jawa Tengah
Penampakan eco JPO di Solo, Jawa Tengah (Foto: MP/Ismail)

Ia menegaskan Eco JPO tersebut merupakan yang pertama yang dibangun di Indonesia dan Kota Solo dipilih sebagai pilot project.

Wali kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan JPO tersebut memungkinkan digunakan sebagai tempat berjualan bagi pedagang kaki lima (PKL). Namun, hanya untuk barang dagangan yang bersifat makanan bungkusan.

"Kami tempatkan Satpol PP untuk amankan jembatan selama 24 jam," tandas pria yang akrab disapa Rudy itu.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH