Kementerian Perhubungan Buka Peluang untuk Produksi Mobil Esemka Dalam Waktu Dekat Ini Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

MerahPutih.Com - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dalam waktu dekat ini akan kembali mengkaji mobil Esemka. Tujuannya, untuk memproduksi tipe mobil yang cocok dengan kebutuhan masyarakat di Tanah Air.

"Uji tipe banyak dengan pihak-pihak nanti akan saya lakukan," kata Budi Karya Sumadi usai Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 Edisi 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan tema "Penguatan Indonesia Sentris" di Auditorium Gedung 3 Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (24/10).

Terlebih, Esemka ikut mendaftarkan mobil listrik yang mereka punya ke Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) dikelola Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

"Tapi pada dasarnya semangat bagi industri-industri di Indonesia banyak. Khusunya mobil listrik, kami jujur saking banyaknya kewalahan," katanya.

Mobil Esemka
Siswa SMK Warga menyelesaikan perakitan Mobil Esemka di bengkel sekolah mereka di Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, Senin (9/2). Meskipun Mobil Esemka diharapkan cikal bakal mobil nasional. (Antara Foto)

Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya akan meninjau kembali karena mobil Esemka adalah karya anak bangsa yang harus didukung.

"Saya akan tinjau lagi esemka ini karena ada karya anak bangsa. Memang ada syarat-syarat dipenuhi, saya memang mendukung itu," kata menteri yang akrab disapa BKS ini.

Setelah kemunculannya pada Mei 2009 yang diciptakan oleh siswa SMK 1 Singosari pada 2009, mobil karya anak bangsa ini kembali akan diprosuksi akhir 2018 ini.

Mobil Esemka sempat ditetapkan oleh Joko Widodo yang saat ini masih menjabat sebagai Walikota Solo menjadi mobil dinas Wakilota dan Wakil Walikota Solo.

Esemka kerja sama dengan Proton
Esemka Kerjasama dengan Proton, Jokowi dikritik (Foto: Antara)

Pada awal tahun ini, Esemka kembali muncul dengan model SUV Esemka yang sepintas mirip mobil China Foday Landfort. Saat ini, mobil Esemka kembali ingin mendapatkan pengakuannya kembali dengan mendaftarkan mobil listrik ke Kementerian Perindustrian.

Pengamat Transportasi Universitas Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, menilai apabila kehadiran Esemka bisa menggeser volume mobil-mobil asing akan menjadi prestasi yang luar biasa.

"Jika bisa dilakukan, suatu prestasi industri otomotif Indonesia," kata Djoko sebagaimana dilansir Antara di Jakarta, Rabu.

Untuk itu, ia mengatakan dibutuhkan keberanian serta konsistensi pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada produk dalam negeri, seperti di Korea Selatan.

"Apa berani mengurangi produk yang sudah ada, di Korea sulit ditemui produk luar Korea, kebanyakan produk dalam negerinya," katanya.

Selain itu, ia juga mendorong Esemka bisa memproduksi kendaraan untuk angkutan penumpang dan barang untuk perdesaan.

"Kita tidak ada lagi angkutan di perdesaan," tandas Djoko Setijowarno.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Prabowo Enggan Tanggapi Hasil Survei Terkait Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH