Kementerian LHK Sita 21 Kontainer Kayu Ilegal Kaimana Ilustrasi. (Pixabay)

MerahPutih.com - Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyita 21 kontainer berisi kayu yang diduga ilegal di Kabupaten Kaimana, Papua Barat.

Sekretaris Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Maluku-Papua Ihya Syari'udin di Manokwari, Senin (12/3), mengatakan barang bukti tersebut saat ini berada di Pelabuhan Laut Kaimana.

"Kami sudah pasangi garis polisi, itu berupa kayu pacakan. Sesuai aturan pengiriman kayu pacakan tidak diperbolehkan," kata Ihya dilansir Antara.

Ia mengemukakan saat ini petugas masih melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kasus tersebut. Pihaknya berkoordinasi dengan Polda Papua Barat dalam penanganan kasus itu.

Ihya belum mengetahui pasti pemilik kayu tersebut, termasuk kubikasinya. Penyidik sedang bekerja menghitung dan menelusuri pemiliknya.

"Kami belum tahu pasti, saat ini PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) kami masih di lapangan dan belum sempat memberikan laporan lagi," ujarnya lagi.

Pihaknya menduga kayu-kayu itu hendak dikirim dari Kaimana ke Jawa Timur melalui Pelabuhan Surabaya menggunakan jasa eksepedisi muatan kapal laut (EMKL).

"Pengangkutan kayu itu tidak sesuai prosedur sehingga kami melakukan pengamanan," ujarnya lagi.

Ihya menambahkan kasus itu menjadi perhatian Kementerian LHK di Jakarta. Irjen KLHK akan berkunjung ke Kaimana untuk melihat langsung kondisi kayu tersebut.

Sesuai peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan nomor P.3/VI-BIKPHH/2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Penatausaahaan Hasil Hutan Kayu dari Hutan Alam, kayu pacakan adalah kayu berbentuk persegi yang diolah di hutan yang merupakan hasil perubahan bentuk dari satu batang KB/KBS/KBK menjadi satu bentuk kayu persegi. Produk itu bukan dalam bentuk kayu olahan gergajian seperti balok, papan, reng ataupun kaso. (*)


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH