Kementan Klarifikasi soal Buah Jalanan Berformalin Jumpa pers dan talkshow YLKI tentang "Menyoal Tingkat Keamanan pada Buah" di Bakoel Coffe, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (5/12). (Foto: MerahPutih/John Abimanyu)

Merahputih Keuangan - Kementerian Pertanian menemukan banyak pedagang yang melakukan treatment khusus agar buah nampak segar dengan menggunakan bahan berbahaya yang dilarang.

Kepala Bidang Keamanan Hayati Nabati Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Islana Ervandiari mengatakan, hal itu membuat masyarakat resah dan konsumsi buah menurun.

"Saya klarifikasi, kita perlu survei dengan scope yang luas. Memang betul, kondisi ini pernah terjadi beberapa tahun lalu. Hal ini berdasarkan hasil survei BPOM dan Kementan kepada pedagang buah eceran, mereka tidak lagi menggunakan bahan berbahaya yang dilarang," kata Islana saat memberikan paparan di acara talkshow "Menyoal Tingkat Keamanan pada Buah" di Bakoel Kopi, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (5/12).

Islana menjelaskan, hasil survei BPOM yang dilakukan pada tahun 2009-2010, banyak pedagang di pinggir jalan di kawasan Kampung Rambutan, Jakarta Selatan berjualan buah impor.

"Rata-rata pedagang disitu 90% menjual buah impor. Sedangkan 17% buah tersebut mengandung bahan formalin," ungkapnya. (Abi)

BACA JUGA:

  1. Hasil Pengujian YLKI Buah Adanya Kandungan Formalin
  2. YLKI Temukan 3 Indikator Buah Beredar Tidak Layak Konsumsi
  3. Buah Berenuk, Si Penyubur di Taman Buah Mekarsari
  4. Taman Buah Mekarsari, Pusat Pelestarian Buah-buahan Tropika Terbesar Dunia
  5. Ingin Makan Buah Gratis? Datanglah ke Acara Fruit Indonesia 2016 di Senayan

Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH