Kemensos Usulkan Rp 11 Triliun Dana Untuk Perlindungan Anak Yatim Piatu Mensos Tri Rismaharini. (Foto: Kemensos)

MerahPutih.com - Pemerintah diminta memastikan anak-anak yang kehilangan orangtuanya selama pandemi COVID-19 mendapatkan perlindungan secara fisik dan mental.

Kementerian Sosial berencana memberikan bantuan selama 12 bulan kepada empat juta anak yatim, piatu, dan yatim piatu pada 2022.

Kemensos telah mengusulkan pagu anggaran tambahan Rp 11 triliun lebih untuk penanganan anak yatim, piatu, dan yatim piatu, termasuk anak yang yang kehilangan orangtua akibat pandemi COVID-19, pada tahun 2022.

Baca Juga:

Pemadanan Data Kemensos Rampung, Pemprov DKI Kembali Salurkan BST

"Alhamdulillah kami bisa di-support (didukung), terutama yang untuk anak yatim. Awalnya dulu saya berpikir bukan untuk yang terdampak COVID-19 saja," kata Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI dengan Agenda Pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) Tahun 2022 di Jakarta, Kamis (27/8).

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo, menegaskan, perlindungan itu penting diberikan agar anak-anak yang kehilangan orangtuanya tetap mendapatkan pengasuhan yang tepat.

"Meminta komitmen Kementerian Sosial RI dan stakeholders terkait untuk dapat memastikan anak-anak yang kehilangan orangtua akibat pandemi benar-benar mendapatkan perlindungan baik fisik maupun psikis, memberi dukungan psikososial, pengasuhan dan keberlanjutan bagi pendidikan mereka," kata Bamsoet di Jakarta, Kamis (27/8).

Ketua MPR meminta Kemensos berkomitmen segera mewujudkan Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) anak yang dapat menyediakan, antara lain layanan pemenuhan hak hidup layak, perawatan sosial, pengasuhan anak, dukungan bagi keluarga, terapi sosial psikologis, pelatihan vokasional dan kewirausahaan, bantuan sosial dan dukungan aksesibilitas.

Kasus COVID
Tes COVID-19. (Foto: Antara)

Program bantuan itu, menurut Bamsoet, harus diberikan secara merata dan tepat sasaran. Kemensos bersama pemerintah daerah perlu melakukan pembaruan data anak-anak yang kehilangan orang tua akibat pandemi COVID-19 secara berkala.

"Dengan demikian, anak-anak yang kehilangan orang tuanya akibat pandemi dapat menerima perlindungan secara merata dari Pemerintah," ujarnya.

Terkait pendanaan, Bamsoet meminta Kemensos harus segera berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas).

"Kemensos berkoordinasi dengan Kemenkeu dan Bappenas untuk membahas dukungan anggaran yang harus disiapkan dalam melindungi anak yatim, piatu atau keduanya akibat pandemi COVID-19 sebagaimana diamanatkan dalam UUD Negara Republik Indonesia 1945," katanya. (Knu)

Baca Juga:

Kemensos Sebut 1,4 Juta Warga Belum Terima Bansos Tunai

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Jokowi Deklarasi Dukungan Capres Bagi Ganjar Pranowo
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Jokowi Deklarasi Dukungan Capres Bagi Ganjar Pranowo

Isi video pembacaan sejumlah pemberitaan deklarasi Sahabat Ganjar yang mengklaim diri mereka sebagai relawan Ganjar Pranowo untuk maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Distribusi Vaksin Timpang, Pemerintah Diminta Petakan Daerah Prioritas
Indonesia
Distribusi Vaksin Timpang, Pemerintah Diminta Petakan Daerah Prioritas

Untuk itu, Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti, meminta pemerintah mempercepat distribusi dan memetakan daerah yang harus menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin.

Besok, Pemprov DKI Salurkan Bansos Non Tunai Berupa Beras
Indonesia
Besok, Pemprov DKI Salurkan Bansos Non Tunai Berupa Beras

Bantuan beras Pemprov DKI kali ini diberikan kepada 1.007.379 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Menilik Calon Pahlawan Nasional, dari Bapak Perfilman hingga Pendiri Tangerang
Indonesia
Menilik Calon Pahlawan Nasional, dari Bapak Perfilman hingga Pendiri Tangerang

Gelar pahlawan nasional nanti akan diserahkan secara resmi kepada keluarga para almarhum di Istana Bogor

[Hoaks atau Fakta]: Minum Air Hangat Lancarkan Peredaran Darah Pasien COVID-19
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Minum Air Hangat Lancarkan Peredaran Darah Pasien COVID-19

Sementara minuman panas mungkin dapat meredakan gejala pilek, kemungkinan hal tersebut sebagian merupakan efek dari peningkatan sekresi ludah

Ketua DPRD DKI Minta PSBB Ketat Dilanjutkan jika Kasus COVID-19 Tinggi
Indonesia
Ketua DPRD DKI Minta PSBB Ketat Dilanjutkan jika Kasus COVID-19 Tinggi

Pemprov harus menambah kembali waktu pemberlakuan PSBB ketat jika kasus COVID-19 tak mengalami tren menurun dan bahkan terus melonjak.

DPR Tantang Jokowi Seret Israel ke Pengadilan Internasional
Indonesia
DPR Tantang Jokowi Seret Israel ke Pengadilan Internasional

Menurut dia, Presiden Joko Widodo tidak cukup sebatas mengecam.

PBNU Sebut Pembatalan Haji Saat Pandemi Bagian dari Syariah
Indonesia
PBNU Sebut Pembatalan Haji Saat Pandemi Bagian dari Syariah

Kami semuanya yakin seyakin-yakinnya bahwa pemerintah telah melakukan upaya yang maksimal

Saksi Sebut Perusahaan Milik Prabowo Subianto Kecipratan Duit dari PT ACK
Indonesia
Saksi Sebut Perusahaan Milik Prabowo Subianto Kecipratan Duit dari PT ACK

Hanya saja, tak dirinci soal waktu pengiriman uang tersebut