Kemenperin Fasilitasi Sertifikat SNI Pada Produsen Sepeda Lokal Sepeda Kreuz Bandung. (Foto: FB Kreu).

MerahPutih.com - Berkembangnya industri sepeda lokal di saat pandemi ini, karena permintaan yang terus meningkat, membuat Kementerian Perindustrian memberi pelayanan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk industri sepeda, seperti pada PT Kreuz Indonesia yang membuat sepeda lipat di Bandung, Jawa Barat.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi mengatakan, pihaknya memberikan layanan sistem manajemen mutu dan Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI) sesuai persyaratan SNI ISO 9001:2015.

“Upaya tersebut tertuang di dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 30 Tahun 2018 tentang Pemberlakuan SNI Sepeda Roda Dua Secara Wajib,” katanya di Jakarta, Selasa (9/9).

Baca Juga:

Kemenperin Bikin Tim Pemantau Protokol Kesehatan Pabrik

Permenperin 30/2018 bertujuan untuk mengantisipasi serbuan impor sepeda dan memberikan perlindungan terhadap industri nasional melalui penciptaan persaingan usaha yang sehat. Dalam implementasinya, penerapan sistem manajemen mutu adalah syarat untuk memperoleh SPPT SNI.

PT Kreuz Indonesia merupakan salah satu produsen sepeda nasional yang mulai berkembang seiring terjadinya peningkatan order dari pasar domestik dan telah berubah dari sebelumnya CV.

Kreuz membuat rangka sepeda lipat dengan kapasitas mencapai 10-15 unit per bulan. Seiring waktu, terutama dampak pandemi yang membuat masyarakat lebih giat berolahraga sepeda, pesanan rangka sepeda lipat Kreuz pun semakin meningkat tajam sebanyak 100 unit per bulan.

Sepeda Kreuz
Sepeda Kreuz. (Foto: FB Kreuz)

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Sepeda dan Mainan (APSMI) Eko Wibowo mengakui, pasar domestik yang terus bertumbuh. Kebutuhan sepeda dalam negeri saat ini mencapai 7 juta unit, sedangkan kapasitas produksi dalam negeri hanya berkisar 2,5-3 juta unit.

“Jadi sekarang tinggal bangun ekosistemnya. Selain itu, perkuat industri kecil untuk memasok komponen agar tidak terjadi kekosongan bahan baku dan industri ini bisa berkembang bersama,” ungkapnya.

Bukan hanya pasar dalam negeri, pasar ekspor juga dinilai menjadi lahan yang terbuka bagi pabrikan Indonesia untuk memanfaatkannya.

“Selain Eropa, peluang juga bisa disasar di pasar Amerika Serikat untuk produk sepeda kelas tertentu,” ujarnya.

Baca Juga:

Ini Yang Dilakukan Badan Litbang Kemenperin Kurangi Barang Impor


Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH