Kemenkumham Gelar Rapid Test Drive Thru untuk Masyarakat

Kemenkumham Gelar Rapid Test Drive Thru untuk Masyarakat Menkumham Yasonna Laoy (kiri) bersama Direktur 24 BIN Brigjen Irwan Mulyana (kanan) saat membuka kegiatan rapid test Covid-19 drive thru, Selasa (9/6) di Kompleks Gedung Kemenkumham, Jakarta. Foto: Hu

MerahPutih.com - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyelenggarakan rapid test secara drive thru untuk masyarakat umum dan pegawai di lingkungan Kemenkumham.

Pendaftaran rapid test dilakukan secara online, tidak dipungut biaya, dan pelaksanaannya tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Baca Juga

Kepercayaan Publik ke KPK Merosot, ICW: Era Firli Memang Tak Ada Prestasi

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly menyampaikan, bahwa kegiatan ini adalah upaya Kemenkumham terus hadir di tengah masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran COVID-19.

Selain itu, kegiatan ini juga sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo kepada seluruh jajaran dan pemerintah daerah. Supaya melakukan tes sebanyak 20.000 sampel PCR maupun tes cepat molekuler dalam satu hari.

“Maka dalam rangkaian itu, Kemenkumham hadir di tengah-tengah masyarakat. Semangat gotong royong, semangat bekerja sama, semangat berbagi, sangat dibutuhkan dalam kondisi sekarang ini,” ucap Yasonna Laoly, saat membuka kegiatan rapid test COVID-19 drive thru, di Kompleks Gedung Kemenkumham, Jakarta, Selasa (9/6).

Menkumham melanjutkan, pandemi COVID-19 telah mengubah banyak aspek kehidupan kurang lebih dalam empat bulan ini. Data menunjukkan, lebih dari 30.000 orang terpapar corona di Indonesia hingga hari ini dengan angka penyembuhan semakin baik.

Menkumham Yasonna Laoy  saat membuka kegiatan rapid test Covid-19 drive thru, Selasa (9/6) di Kompleks Gedung Kemenkumham, Jakarta. Kegiatan rapid test Covid-19 drive thru bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara dilakukan untuk 1.000 orang dengan kuota 200 pemeriksaan per hari, dilaksanakan pada 8-12 Juni 2020.
Menkumham Yasonna Laoy saat membuka kegiatan rapid test Covid-19 drive thru, Selasa (9/6) di Kompleks Gedung Kemenkumham, Jakarta. Kegiatan rapid test Covid-19 drive thru bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara dilakukan untuk 1.000 orang dengan kuota 200 pemeriksaan per hari, dilaksanakan pada 8-12 Juni 2020. Foto: Humas Kemenkumham

Dalam waktu dekat, Indonesia akan memulai tatanan kehidupan baru untuk dapat bersama-sama kembali berkegiatan sehari-hari dengan tetap menjalani protokol pencegahan COVID-19.

“Penerapan new normal bukan berarti pandemi COVID-19 telah selesai. Kita masih harus berupaya memutus mata rantai penularan tersebut, salah satu caranya adalah dengan melakukan tes secara massif,” ujar Yasonna.

“Tentu saja sebagai screening awal rapid test adalah pilihan yang sangat rasional untuk kita lakukan sehingga apabila ditemukan hasil yang reaktif dapat dilanjutkan dengan swab test,” tambahnya.

Oleh sebab itu, disediakan juga kendaraan laboratorium milik Badan Intelijen Negara (BIN). Jika ada peserta yang hasil rapid test-nya reaktif. Maka akan segera menjalani pemeriksaan di mobil laboratorium tersebut.

“Ini untuk memudahkan masyarakat, sambil kerja atau sambil mau jalan, masyarakat dapat datang untuk tes di sini. Seandainya ada yang reaktif maka secepat itu juga kita meminta atau mengirimkan yang bersangkutan ke lab mobil untuk di-swab dan empat jam kemudian kita akan mengetahui hasilnya,” ucap Yasonna.

“Rapid test dilakukan untuk mendeteksi dini, sehingga apabila ada yang terpapar dapat segera memperoleh penanganan cepat dan tepat. Harapannya pandemi ini dapat kita selesaikan dapat kita atasi dengan baik,” tambahnya lagi.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemenkumham Bambang Rantam Sariwanto menjelaskan, bahwa informasi mengenai rapid test digelar secara drive thru ini sudah disebarluaskan melalui media sosial Kemenkumham sejak 4 Juni 2020. Kegiatan ini dilakukan untuk 1.000 orang dengan kuota 200 pemeriksaan per hari, dilaksanakan pada 8-12 Juni 2020.

“Ini bagian kepedulian Kemenkumham pada masyarakat,” ucap Bambang.

Sementara itu, Direktur 24 BIN Irwan Mulyana yang hadir dalam kegiatan itu juga menyampaikan, bahwa BIN menyediakan mobil laboratorium untuk membantu masyarakat melakukan tes mendeteksi COVID-19.

Baca Juga

Pakar Epidemologi UI Nilai Surabaya Raya Tak Seharusnya Terapkan PSBB Kota

Dia berharap setelah dengan Kemenkumham akan terjalin kerja sama melakukan rapid test dengan kementerian atau lembaga lainnya.

“BIN memiliki 4 kendaraan PCR, selama ini kami hanya di provinsi dan kabupaten/kota, kemungkinan ke depan kita lebih luas untuk kerja sama dengan kementerian lembaga yang lain,” kata Irwan. (Pon)

Editor : Andika Pratama Andika Pratama
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Fraksi PDIP Sebut Anies Ingkar Janji Izinkan Reklamasi di Ancol
Indonesia
Fraksi PDIP Sebut Anies Ingkar Janji Izinkan Reklamasi di Ancol

Reklamasi Ancol seharusnya menunggu peraturan daerah (perda).

Jenazah Pembalap Afridza Munandar Dipulangkan ke Indonesia Hari Ini
Indonesia
Jenazah Pembalap Afridza Munandar Dipulangkan ke Indonesia Hari Ini

Jenazah pebalap Indonesia Afridza Syach Munandar (20) meninggal dunia saat balapan di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Sabtu (2/11).

Komnas HAM Tawarkan Cara Bikin Napi Asimilasi Residivis Kapok
Indonesia
Komnas HAM Tawarkan Cara Bikin Napi Asimilasi Residivis Kapok

Cabut status asimilasi beri hukuman maksimal

Jabar Segera Miliki Mobile Combat COVID-19
Indonesia
Jabar Segera Miliki Mobile Combat COVID-19

Mobile Combat COVID-19 ini memiliki metode yang lebih sederhana dari Biosafety Level-2 (BSL-2) dan BSL-3

Buntut Spanduk Pelarangan Bioskop, Ketua GOIB Ditetapkan Tersangka
Indonesia
Buntut Spanduk Pelarangan Bioskop, Ketua GOIB Ditetapkan Tersangka

Andy akhirnya ditetapkan jadi tersangka karena terbukti membuat dan merencana pemasangan spanduk itu.

Kasus Bakamla, Dirut PT CMIT Dituntut 7 Tahun Penjara
Indonesia
Kasus Bakamla, Dirut PT CMIT Dituntut 7 Tahun Penjara

Tindak pidana tersebut diyakini Jaksa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 63,829 miliar

Mensos Minta Masyarakat tak Khawatir soal Pemulangan WNI dari Natuna
Indonesia
Mensos Minta Masyarakat tak Khawatir soal Pemulangan WNI dari Natuna

"Jadi tidak perlu ragu, tidak perlu khawatir apabila (mereka) telah melalui proses observasi di Pulau Natuna. Tidak perlu ragu, tidak perlu khawatir," kata Juliari.

Sejumlah Anak Jadi "Martir" saat Demo Ricuh PA 212 Cs
Indonesia
Sejumlah Anak Jadi "Martir" saat Demo Ricuh PA 212 Cs

Komisi Perlindungan Anal Indonesia (KPAI) menemukan adanya anak di bawah umur yang ikut aksi menentang UU Cipta Kerja yang digagas oleh PA 212 cs.

 Amerika dan Iran Berperang, Fadli Zon Desak Pemerintah Lindungi WNI di Timur Tengah
Indonesia
Amerika dan Iran Berperang, Fadli Zon Desak Pemerintah Lindungi WNI di Timur Tengah

"Warga Indonesia harus ada langkah evakuasi ke wilayah yang lebih aman. Saya kira ini terjadi di Libya, ada evakuasi dan sebagainya," ujarnya.

Kejagung Usut Tindak Pidana Jaksa Pinangki di Kasus Pelarian Djoko Tjandra
Indonesia
Kejagung Usut Tindak Pidana Jaksa Pinangki di Kasus Pelarian Djoko Tjandra

"Kami dalami adanya dugaan tersebut, apakah nanti jadi peristiwa pidana atau bukan," tutur Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono