Kemenkumham Bakal Umumkan Penerimaan CPNS Pada 30 Mei PNS. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) belum menyampaikan atau mengeluarkan informasi terkait penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

"Memang benar kami akan menyelenggarakan proses penerimaan CPNS, tetapi sampai saat ini kami belum sekalipun secara resmi menyampaikan informasi kepada publik," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkuham Andap Budhi Revianto melalui keterangannya di Jakarta, Minggu (24/5).

Baca Juga:

Pemprov DKI Buka 12.037 Formasi CPNS dan PPPK

Saat ini cukup marak selebaran dan infografis terkait penerimaan CPNS yang mengatasnamakan Kemenkumham. Kendati demikian, Kemenkumham tidak sepenuhnya menyalahkan informasi yang beredar hanya saja tidak membenarkan seluruhnya.

Informasi yang beredar tidak disebarkan oleh akun resmi Kemenkumham, karena memang belum waktunya. Meskipun tidak ada unsur penipuan dalam informasi yang beredar, kementerian terkait meminta masyarakat agar berhati-hati sebab berpotensi penipuan.

"Terkait beragam informasi penerimaan CPNS Kemenkumham, saya meminta masyarakat untuk hati-hati agar tidak tertipu oleh oknum yang memanfaatkan momen ini," ujar Andap.

CPNS. (Foto: MP/Ismail)
CPNS. (Foto: MP/Ismail)

Informasi penerimaan CPNS Kemenkumham secara resmi hanya akan disampaikan dalam website resmi Kemenkumham yaitu cpns.kemenkumham.go.id atau akun resmi media sosial (instagram) yaitu @cpns.kumham dan @kemenkumhamri pada 30 Mei 2021.

Ia mengatakan, banyak akun palsu yang dibuat menyerupai akun resmi Kemenkumham. Untuk instagram beberapa di antaranya ialah @cpns_kumham, @cpnskumham, @info.cpnskumham, dan lain sebagainya.

"Saya harap masyarakat berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan penerimaan CPNS Kemenkumham. Informasi yang benar hanya keluar dari akun resmi kami pada 30 Mei 2021," ujarnya. (Pon)

Baca Juga:

Pemprov Jateng Buka 14.597 Formasi CPNS dan PPPK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mantan Mensos Juliari Buka Suara Soal Keterlibatan Gibran di Kasus Suap Bansos
Indonesia
Mantan Mensos Juliari Buka Suara Soal Keterlibatan Gibran di Kasus Suap Bansos

Menurut Juliari, informasi keterlibatan Gibran dalam kasus tersebut tidak benar. Hal itu disampaikan Juliari usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan bansos.

Cara Sudin Bina Marga Jakarta Pusat Atasi Banjir di Jalan Raya
Indonesia
Cara Sudin Bina Marga Jakarta Pusat Atasi Banjir di Jalan Raya

Ada tiga jalan raya yang menjadi prioritas Sudin Bina Marga dalam penanganan banjir ialah di Jalan Mas Mansyur, Gereja Ayam, dan Cempaka Putih.

Jokowi Dinilai Belum Perlu Keluarkan Perppu Terkait UU ITE
Indonesia
Jokowi Dinilai Belum Perlu Keluarkan Perppu Terkait UU ITE

Untuk mengatasi polemik penerapan UU ITE di masyarakat cukup dengan revisi UU nomor 19 tahun 2016 tentang ITE

Suharjito Didakwa Menyuap Edhy Prabowo USD103 ribu dan Rp706 Juta
Indonesia
Suharjito Didakwa Menyuap Edhy Prabowo USD103 ribu dan Rp706 Juta

Suharjito didakwa jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyuap Menteri Keluatan dan Perikanan Edhy Prabowo sebesar USD103 ribu dan Rp706 juta.

Nasional Tembus 1 Juta Kasus, DKI Hari Ini Sumbang 2.314 Orang Positif
Indonesia
Nasional Tembus 1 Juta Kasus, DKI Hari Ini Sumbang 2.314 Orang Positif

Dengan positivity rate 15,5 persen, penambahan kasus positif hari ini mencapai 2.314 jiwa.

Polsek Ciracas Dirusak Oknum TNI, Pangdam Jaya: Masih Banyak Anggota yang Baik
Indonesia
Polsek Ciracas Dirusak Oknum TNI, Pangdam Jaya: Masih Banyak Anggota yang Baik

"Seperti yang disampaikan pimpinan, kami meminta maaf. Ini kan ulah oknum. Masih banyak TNI yang baik," kata Dudung

Puan Berharap Pelantikan Joe Biden Perkuat Penanganan COVID-19
Indonesia
Puan Berharap Pelantikan Joe Biden Perkuat Penanganan COVID-19

Stabilitas di Asia Timur termasuk Laut China Selatan perlu dijaga

Pilkada Tangsel Memanas, Baliho Muhamad-Rahayu Saraswati Dirusak
Indonesia
Pilkada Tangsel Memanas, Baliho Muhamad-Rahayu Saraswati Dirusak

Jagat media sosial mulai diramaikan dengan adanya pengrusakan Baliho Muhamad-Rahayu Saraswati.