Kemenkes Pastikan Masker Scuba Berbahaya Digunakan Masker tiga lapis, masker yang direkomendasikan dipakai untuk pencegahan penyebaran COVID-19. (ANTARA/Nur Imansyah)

MerahPutih.com - Masker menjadi salah satu cara mencegah penularan COVID-19 yang efektif. Namun tidak sembarangan masker bisa dipakai sehingga harus diperhatikan tingkat kerapatan pori-pori dan waktu pemakaian.

Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto mengimbau masyarakat untuk memakai masker dengan baik dan bahan yang benar.

Ia menjelaskan, ada tiga jenis masker yang direkomendasikan, yakni masker N95, masker bedah, dan masker kain.

Baca Juga:

Masker Scuba dan Buff Dinilai Berbahaya

"Saya sering mengatakan masker itu ada tiga, pertama masker N95, ini memang sudah standar yang tinggi karena dipakai petugas-petugas kesehatan yang langsung berhadapan dengan virus di laboratorium. Kemudian masker bedah yang biasa dipakai tenaga medis, dan ketiga masker kain," kata Yurianto dalam keterangan persnya, Selasa (22/9).

Yuri menambahkan, masker kain yang banyak dipakai masyarakat tidak boleh sembarangan dengan kain tipis seperti masker scuba dan buff. Penggunaan masker kain setidaknya dua lapis.

"Lapisan kain bagian dalam masker dapat menyerap cairan dari mulut kita. Gunakan masker kain selama maksimal tiga jam setelah itu ganti dengan masker yang bersih," imbuh Yurianto yang juga mantan jubir pemerintah untuk penanganan COVID-19 ini.

Rambu wajib pakai masker terpasang di halte bus Jalan Panglima Sudirman Surabaya sejak akhir pekan kemarin. ANTARA/Didik Suhartono.
Rambu wajib pakai masker terpasang di halte bus Jalan Panglima Sudirman Surabaya sejak akhir pekan kemarin. ANTARA/Didik Suhartono.

Ia menjelaskan, tidak ada anjuran menggunakan masker buff atau masker scuba, karena begitu masker tersebut ditarik pori-porinya akan terbuka lebar.

"Masker tersebut tidak memenuhi syarat," kata anggota TNI berpangkat kolonel ini.

Yurianto menambahkan, COVID-19 menyebar secara cepat melalui percikan droplet baik saat bersin maupun batuk. Memakai masker adalah salah satu cara efektif untuk menahan droplet tersebut menyebar.

Tingkat risiko penularan COVID-19 akan semakin menurun apabila seseorang memakai masker.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Larangan Penggunaan Masker Scuba Rupanya Bagian Politik Perusahaan

Yurianto mengingatkan, apabila seseorang yang membawa virus tidak menggunakan masker dan melakukan kontak dekat dengan orang rentan, maka kemungkinan penularan mencapai 100 persen.

"Lalu, orang yang sakit pakai masker, sementara kelompok rentan tidak memakai masker maka potensi penularan mencapai 70 persen," jelas Yurianto.

Kemudian, orang yang sakit pakai masker, sementara orang sehat tidak pakai masker maka tingkat penularannya hanya 5 persen.

"Jika keduanya pakai masker, maka potensi penularan hanya 1,5 persen," tutup Yurianto. (Knu)

Baca Juga:

Masyarakat Disarankan tidak Pakai Masker Scuba, Ini Penjelasannya


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH