Kemenkes Luruskan Kabar Jokowi Dapat Vaksin 'Booster' Presiden Jokowi dalam video yang ditayangkan di kanal Youtube "Sekretariat Presiden" pada Senin (23/8) (Desca Lidya Natalia)

Merahputih.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan hingga kini belum ada kelompok lain yang menerima vaksin ketiga (booster) selain para tenaga kesehatan.

Hal ini sekaligus meluruskan kabar yang menyebut wacana pemberian booster vaksin bagi Presiden Joko Widodo dan pejabat publik lainnya.

"Sampai sekarang, kebijakan kita adalah kita mengutamakan vaksinasi booster ketiga ini kepada nakes saja," ujar Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam sebuah diskusi, Selasa (24/8).

Baca Juga

Izinkan Liga 1, kapolri Ingatkan Seluruh Klub Patuhi Prokes

Berdasarkan Surat Edaran Nomor HK.02.01/1919/2021, vaksinasi dosis ketiga hanya diberikan kepada tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung kesehatan yang telah mendapatkan dosis pertama dan kedua vaksin COVID-19.

Namun, dia tak merinci capaian pemberian vaksin booster yang menggunakan vaksin Moderna ini kepada para nakes. Diperkirakan total ada 1,5 juta orang yang tersebar di Indonesia. Peruntukan suntikan booster tidak untuk masyarakat umum.

Presiden Jokowi saat meninjau vaksinasi COVID-19 bagi pelajar di di SMPN 3 Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/8) (BIN)
Presiden Jokowi saat meninjau vaksinasi COVID-19 bagi pelajar di di SMPN 3 Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/8) (BIN)

Mengingat keterbatasan pasokan vaksin dan juga masih ada banyak penduduk sasaran vaksinasi yang belum mendapatkan suntikan vaksin COVID-19. Sementara itu, wacana untuk vaksinasi dosis ketiga untuk masyarakat umum belum dikaji.

"Sampai sekarang di luar nakes ini kita belum memberikan untuk booster ketiganya," ujar dia.

Adapun pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga untuk tenaga kesehatan tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kemenkes Nomor HK.02.01/I/1919/2021 yang ditetapkan 23 Juli 2021.

Baca Juga

PPKM Diperpanjang sampai 30 Agustus 2021, Jokowi Longgarkan Kegiatan Masyarakat

Jenis vaksin yang digunakan adalah vaksin Moderna mRNA-1273 yang diberikan secara intramuskular dengan dosis 0,5 mL.

Adapun Indonesia sudah menerima sebanyak delapan juta dosis vaksin Moderna dari Covax Facility. Dari jumlah tersebut, 3 juta dosis vaksin telah dialokasikan untuk 1,4 juta nakes sebagai booster. Sementara itu, sekitar 5 juta dosis sisanya untuk dialokasikan bagi masyarakat umum. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rudy Kenang saat Cium Tangan Tjahjo Kumolo sambil Menangis
Indonesia
Rudy Kenang saat Cium Tangan Tjahjo Kumolo sambil Menangis

Menpan RB Tjahjo Kumolo meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif sejak beberapa hari di RS Abdi Waluyo.

DInkes DKI Minta Masyarakat Tidak Pilih-Pilih Vaksin Booster
Indonesia
DInkes DKI Minta Masyarakat Tidak Pilih-Pilih Vaksin Booster

Untuk itu, bagi seluruh masyarakat Jakarta, mari manfaatkan kesempatan dan ketersediaan vaksin saat ini

Antisipasi Musim Hujan, Pemprov DKI Keruk Lumpur Kali di Lima Wilayah
Indonesia
Antisipasi Musim Hujan, Pemprov DKI Keruk Lumpur Kali di Lima Wilayah

Jakarta menggencarkan program Gerebek Lumpur di sejumlah wilayah ibu kota dalam upaya antisipasi banjir menghadapi musim hujan.

Obyek Wisata Dengan Jarak 5 Kilometer dari Lereng Merapi Ditutup
Indonesia
Obyek Wisata Dengan Jarak 5 Kilometer dari Lereng Merapi Ditutup

Sejak 5 November 2020 hingga hari ini, Gunung Merapi kini memiliki dua kubah lava, yaitu kubah lava barat daya dan kubah lava tengah kawah.

Viral Karcis Bus untuk Kendaraan Pribadi, Gibran: Wisatawan Jadi Tak Mau ke Solo
Indonesia
Viral Karcis Bus untuk Kendaraan Pribadi, Gibran: Wisatawan Jadi Tak Mau ke Solo

Kejadian seorang juru parkir (jukir) menarik tarif lebih mahal dari ketentuan viral di media sosial (medsos), Minggu (19/9).

Vaksin Moderna dan Pfizer Sudah Tersedia di Seluruh Faskes Jakarta
Indonesia
Vaksin Moderna dan Pfizer Sudah Tersedia di Seluruh Faskes Jakarta

Dalam upaya percepatan vaksinasi lengkap 2 dosis, terdapat pula penambahan kuota JAKI dosis 2 minimal 250 orang per hari per kecamatan.

Setelah Kasus Arteria, Ridwan Kamil Berharap Tidak Ada Lagi Upaya Mengoyak Kebinekaan
Indonesia
Setelah Kasus Arteria, Ridwan Kamil Berharap Tidak Ada Lagi Upaya Mengoyak Kebinekaan

Masyarakat Indonesia khususnya Jawa Barat diharapkan bisa fokus pada hal yang sifatnya membangun dan tidak terganggu oleh situasi yang mengoyak kebinekaan.

Sanksi Hukum Bagi Pelanggar Ganjil Genap Masih Dikaji
Indonesia
Sanksi Hukum Bagi Pelanggar Ganjil Genap Masih Dikaji

"Untuk masalah tilang ini masih menjadi kajian kita. Intinya, kami bisa menggunakan tilang, kita juga lihat rambu-rambunya karena memang ganjil genap ditandai dengan rambu jalan," kata Sambodo

Syarat Teranyar Naik Kereta Api Tanpa Tes COVID-19
Indonesia
Syarat Teranyar Naik Kereta Api Tanpa Tes COVID-19

Kebijakan ini diberlakukan KAI untuk seluruh perjalanan KA jarak jauh mulai keberangkatan 18 Mei 2022.

Wagub Sebut Perpanjangan Kontrak Pengelolaan Sampah Bantar Gebang Masih Proses
Indonesia
Wagub Sebut Perpanjangan Kontrak Pengelolaan Sampah Bantar Gebang Masih Proses

Pemprov DKI Jakarta bersama Pemkot Bekasi tengah melakukan negosiasi perpanjangan kontrak pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.