Kemenkes Jamin Data di PeduliLindungi Tak Bakal Diakses Aplikasi Mitra Pengunjung Solo Grand Mall memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan resmi mengintegrasikan API scan QR code PeduliLindungi dengan 15 aplikasi digital di Indonesia.

Tujuan integrasi ini agar fitur scan QR code di PeduliLindungi bisa diakses lebih luas.

Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji mengungkapkan, data yang diakses oleh mitra platform non-PeduliLindungi dilindungi dengan kode enkripsi.

Baca Juga:

Muncul Situs Palsu PeduliLindungi, Pengakses Diketok Rp 1 Juta Daftar Vaksin

Datanya berbentuk token dan yang bisa membaca adalah kedua sistem tersebut.

"Tertuang dalam perjanjian kerja sama PeduliLindungi dan platform mitra, data pribadi pengguna tidak disimpan oleh platform mitra," kata Setiaji, dalam konferensi pers, Kamis (7/10).

Setiaji mengakui, banyak orang yang mempertanyakan tentang akses lokasi perangkat dan data pribadi lain oleh PeduliLindungi.

Setiaji menegaskan, data lokasi dan data pribadi lainnya tidak dibagikan dan disimpan oleh platform digital.

"(Data lokasi dan data pribadi) sama sekali tidak dibagikan, yang kami berikan adalah status pengguna yang menggunakan mitra platform tadi," katanya.

Setiaji menegaskan, informasi yang dibagikan PeduliLindungi kepada aplikasi mitra adalah status warna.

Misalnya kode warna hijau, kuning, merah, dan hitam pada PeduliLindungi.

"Yang kami kirimkan adalah status warna tadi, tetapi data pribadi seperti lokasi dan lain-lain tidak disimpan," katanya.

Pengunjung memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi saat masuk ke Solo Grand Mal. (MP/Ismail)
Pengunjung memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi saat masuk ke Solo Grand Mal. (MP/Ismail)

Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan ruang khusus bagi warga positif virus corona yang masih keluyuran di sejumlah tempat publik, salah satunya di pusat perbelanjaan atau mal.

Setiaji menyebut, status warga positif COVID-19 akan menjadi hitam di aplikasi PeduliLindungi yang saat ini digunakan sebagai syarat administrasi di sejumlah sektor.

"Bagi mal-mal yang memiliki kapasitas itu juga ada ruang staging di mana jika ditemui pengunjung yang berwarna hitam akan masuk staging area untuk dilakukan tindak lanjut," kata Setiaji.

Setiaji mengatakan, aplikasi PeduliLindungi akan mendeteksi status masing-masing warga berdasarkan hasil tes COVID-19 dan vaksinasi.

Status warna merah digunakan untuk menandai warga dilarang masuk pusat perbelanjaan, mereka pun dianjurkan untuk segera melakukan vaksinasi.

Kemudian, warna hijau menunjukkan seseorang dapat melakukan aktivitas di ruang publik, dan petugas akan memperbolehkan masuk mal.

Lalu warna oranye berarti seseorang diizinkan masuk areal publik atau mal dengan menyesuaikan kebijakan pengelola tempat, serta akan dilakukan tes lanjutan.

Sementara warna hitam digunakan untuk menandai pasien positif virus corona atau kontak erat.

Aplikasi memberikan notifikasi kepada petugas puskesmas yang domisili pengunjung tersebut.

"Kemudian kepada petugas satgas COVID-19 daerahnya, dan tentunya pengelola gedung bahwa ada masyarakat yang berstatus hitam sedang berupaya check in di gedung tersebut," ujarnya.

Baca Juga:

Pemkot Tangsel Wajibkan Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi di Pasar

Untuk meminimalisir kejadian itu, Setiaji lantas meminta warga untuk teliti dalam memeriksa status di aplikasi PeduliLindungi masing-masing sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, masih ada 9.855 warga terkonfirmasi positif COVID-19 yang masih berkeliaran di sejumlah tempat publik. Keberadaan ribuan warga positif itu diketahui dari hasil pemantauan PeduliLindungi.

Budi menyayangkan warga positif COVID-19 masih keluyuran.

Mereka seharusnya menjalani isolasi mandiri baik di tempat isolasi terpusat yang di fasilitasi pemerintah daerah maupun rumah masing-masing.

Namun di sisi lain, Budi menyebut temuan itu menjadi bukti bahwa aplikasi PeduliLindungi mampu membantu dalam pencegahan penularan kasus secara masif. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Aplikasi Pedulilindungi Bikinan Singapura

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Soal Temuan Benda Diduga Bom, Gibran Imbau Warga Tidak Panik
Indonesia
Soal Temuan Benda Diduga Bom, Gibran Imbau Warga Tidak Panik

Kejadian itu mendapatkan perhatian dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Bapak dua anak itu mengimbau pada warga agar tidak perlu panik.

Tambah 245 Kasus Baru COVID-19, Pemerintah Bersiap Evaluasi Perubahan Status Pandemi
Indonesia
Tambah 245 Kasus Baru COVID-19, Pemerintah Bersiap Evaluasi Perubahan Status Pandemi

Kementerian Kesehatan melaporkan sejumlah perkembangan data Kasus COVID-19 sampai Jumat (6/5) pukul 12.00. Kemenkes mencatat, terdapat penambahan 245 kasus, sehingga total 6.047.986 kasus.

4,8 Juta Pemudik Masuk Jateng Saat Nataru, 5 Persen Lewat Solo
Indonesia
4,8 Juta Pemudik Masuk Jateng Saat Nataru, 5 Persen Lewat Solo

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi sebanyak 4,8 juta pemudik diprediksi masuk Jawa Tengah saat Libur Nataru. Dari jumlah tersebut sebanyak 3-5 persen pemudik itu masuk Solo.

Kejari Bantarkan Ilham Wardhana, Tersangka Kasus Asabri Sisa Delapan Orang
Indonesia
Kejari Bantarkan Ilham Wardhana, Tersangka Kasus Asabri Sisa Delapan Orang

Penyidik Jampidsus Kejagung telah melimpahkan berkas tahap II kedelapan tersangka kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, dan segera akan naik ke persidangan

[HOAKS atau FAKTA]: KPK Temukan Uang Rp 117 T saat Geledah Rumah SBY
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: KPK Temukan Uang Rp 117 T saat Geledah Rumah SBY

“KPK gerak Cepat Geledah Rumah SBY !! Akhirnya KPK Temukan Uang 177 Triliun”

[HOAKS atau FAKTA]: Pemilik E-KTP Dapat Bantuan Dana Akhir Tahun Rp 600 Ribu
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Pemilik E-KTP Dapat Bantuan Dana Akhir Tahun Rp 600 Ribu

Bantuan yang diberikan pemerintah melalui Kemensos akan terpusat melalui sistem. Nantinya jika ada bantuan akan diinformasikan melalui laman atau media sosial resmi Kemensos.

Wacana Penundaan Pemilu 2024, Elite Politik Diminta Ikuti Keinginan Konstituen
Indonesia
Wacana Penundaan Pemilu 2024, Elite Politik Diminta Ikuti Keinginan Konstituen

Penundaan Pemilu 2024 berpotensi menciptakan ketakpastian dalam kehidupan demokrasi di Indonesia.

 Calon Ketum NU Tidak Ingin Ajukan Capres-Cawapres di 2024
Indonesia
Calon Ketum NU Tidak Ingin Ajukan Capres-Cawapres di 2024

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 dijadwalkan pada 22-23 Desember 2021 di Lampung. Dua kandidat yang diperkirakan berkompetisi yakni Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan Ketua Umum PBNU saat ini KH Said Aqil Siroj.

Jokowi Bersua Biden, Sri Mulyani Temui CEO Amazon Jeff Bezos
Indonesia
Jokowi Bersua Biden, Sri Mulyani Temui CEO Amazon Jeff Bezos

Jokowi mengajak Amerika Serikat untuk melakukan investasi pada energi baru dan terbarukan

Jurus Sobat Anies dan Ganjar Milenial Center Berebut Simpati di Wilayah Gibran
Indonesia
Jurus Sobat Anies dan Ganjar Milenial Center Berebut Simpati di Wilayah Gibran

Relawan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo mulai bergerilya mencari simpati pada warga Solo melalui kegiatan sosial.