Kemenkes Catat 65 Ribu Kasus DBD Relawan PMI Jember melakukan pengasapan atau fogging di permukiman warga untuk mencegah penyebaran DBD. (Antara/HO/PMI Kabupaten Jember)

MerahPutih.com - Di masa pandemi COVID-19, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap ancaman penyakit lain, seperti demam berdarah. Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 65 ribu kasus demam berdarah di seluruh Indonesia.

Angka kematian penyakit demam berdarah termasuk tinggi yakni hampir 400 jiwa. Ini menjadi tantangan di tengah pandemi COVID-19, khususnya terhadap masyarakat di wilayah-wilayah endemis malaria. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, pada tahun ini, kasus demam berdarah antara 100 sampai dengan 500 kasus per hari.

Baca Juga:

Anies Gratiskan Pasien Demam Berdarah Berobat di RSUD dan Puskesmas

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, masyarakat perlu waspada dengan ancaman penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini, terutama di daerah dengan angka kasus COVID-19 tinggi, seperti di Provinsi Jawa Barat, Lampung, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.

Menurutnya, demam berdarah adalah suatu penyakit yang sampai sekarang juga belum ada obatnya.

“Vaksinnya belum terlalu efektif dan salah satu upaya untuk mencegahnya adalah kita menghindari gigitan nyamuk, dan sama-sama virus ini,” ucap dr Siti pada dialog pagi di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, pada Senin (22/6).

Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Di masa pandemi COVID dan ancaman penyakit demam berdarah, Dokter Siti menyampaikan tiga tantangan yang dihadapi masyarakat. Pertama, kegiatan jumantik atau juru pemantau jentik menjadi tidak optimal karena saat ini menuntut adanya social distancing. Kedua, sudut-sudut bagian bangunan seperti musala, tempat ibadah, dan bangunan lain yang ditinggalkan karena kebijakan kerja dan belajar dari rumah.

“Ketiga tentunya, karena masyarakat banyak berada di rumah, sehingga penting, bahwa kita melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) itu di rumah,” tambah dr Siti.

Lebih lanjut, ia berharap bahwa saat beradaptasi kebiasaan baru seperti sekarang ini, masyarakat dapat memanfaatkan untuk pemberantasan sarang nyamuk. Hal tersebut dapat dilakukan di sekolah, rumah ibadah, dan hotel terutama.

Baca Juga:

Pascabanjir, Basmi Sarang Nyamuk Demam Berdarah dengan Cara Simpel Ini

Dokter Siti menekankan keluarga untuk berinisiatif dalam pemberantasan nyamuk sehingga demam berdarah dapat dicegah. Masyarakat dapat melakukan pencegahan utama melalui 3 M yakni menguras, menutup dan mendaur ulang.

“Selain tentunya ventilasi yang baik, kemudian tidak menumpuk baju, digantung seperit itu, karena nyamuk sangat senang sekali setelah menggigit bergelantungan, karena itu memang sifatnya nyamuk, bergelantungan, karena adem,” kata dr Siti saat menjelaskan mengenai langkah 3 M.

Demam berdarah dipicu oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berperilaku menggigit dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. (Pon)

Baca Juga:

Jelang Akhir Tahun 2017, Jumlah Penderita Demam Berdarah Bertambah

Penulis : Zulfikar Sy Zulfikar Sy
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kartu Pra-Kerja Diluncurkan di 3 Provinsi Ini
Indonesia
Kartu Pra-Kerja Diluncurkan di 3 Provinsi Ini

“Nah saat ini sedang dipersiapkan Perpres-nya dan akan dilanjutkan pembentukan PMO (Project Management Office),” ujarnya

Ini Alasan Kecepatan Tes COVID-19 Tak Bisa Merata di Tiap Daerah
Indonesia
Ini Alasan Kecepatan Tes COVID-19 Tak Bisa Merata di Tiap Daerah

Grafik laju dari perubahan penambahan hari-perhari menjadi tuntunan pemerintah untuk melakukan tes yang lebih masif.

Jaksa Agung Janji Bongkar Otak Pelaku Pelanggar HAM Tragedi Semanggi dengan Catatan
Indonesia
Jaksa Agung Janji Bongkar Otak Pelaku Pelanggar HAM Tragedi Semanggi dengan Catatan

Tragedi Semanggi I dan II sendiri terjadi sepanjang aksi protes mahasiswa pada November 1998 dan September 1999 setelah kejatuhan Soeharto

 Pimpinan DPRD Minta Pemerintah Pikirkan Rakyat Kecil di Tengah Pandemi Corona
Indonesia
Pimpinan DPRD Minta Pemerintah Pikirkan Rakyat Kecil di Tengah Pandemi Corona

Ia pun mempertayakan pada pemangku kebijakan apakah ada dana subsidi bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat.

Gugus Tugas Ungkap Lima Langkah Cegah Penyebaran Corona
Indonesia
Gugus Tugas Ungkap Lima Langkah Cegah Penyebaran Corona

Wiku menerangkan, pihaknya akan terus mengingatkan masyarakat terkait lima cara untuk meminimalisir penyebaran virus corona.

 Hujan Lebat Kembali Guyur Jakarta, Pintu Air Manggarai Siaga 2
Indonesia
Hujan Lebat Kembali Guyur Jakarta, Pintu Air Manggarai Siaga 2

Tidak hanya Pintu Air Manggarai tiga pintu air lainnya yang terhubung dengan Banjir Kanal Barat, Sungai Sunter dan aliran Ciliwung lainnya turut berstatus siaga.

Waspada, Modus Pemerasan Polisi Gadungan Berkedok Kasus Narkotika
Indonesia
Waspada, Modus Pemerasan Polisi Gadungan Berkedok Kasus Narkotika

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran mereka adalah trotoar depan SMA 24, Jalan Gelora.

Belajar dari Kerusuhan di AS, Polri Harus Hentikan dan Usut Tuntas Penyiksaan Warga
Indonesia
Belajar dari Kerusuhan di AS, Polri Harus Hentikan dan Usut Tuntas Penyiksaan Warga

LBH Jakarta mencatat dalam tiga tahun terakhir terjadi 34 Kasus penyiksaan yang diadukan ke mereka.

Pemprov DKI Gelar Pangan Murah, Ini Lokasinya
Indonesia
Pemprov DKI Gelar Pangan Murah, Ini Lokasinya

Adapun lokasi penyaluran Pangan Murah Jakarta itu digelar setiap hari Senin hingga Sabtu dari pukul 08.00-17.00 WIB

Puluhan Santri Gontor Positif Terjangkit COVID-19
Indonesia
Puluhan Santri Gontor Positif Terjangkit COVID-19

Hasil uji lab PCR tes ini disampaikan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.