Kemenhub Resmi Umumkan Tarif Baru untuk Angkutan AKAP

Mula AkmalMula Akmal - Rabu, 07 September 2022
Kemenhub Resmi Umumkan Tarif Baru untuk Angkutan AKAP
Angkutan umum antarkota dalam provinsi (AKDP) di Kalsel parkir di Pal 6 Banjarmasin. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi membuat ongkos angkutan umum juga ikut naik.

Kementerian Perhubungan atau Kemenhub resmi menaikkan tarif angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) kelas ekonomi.

Baca Juga:

Tarif Ojol Resmi Naik, Berikut Rincian Ongkos Terbaru dari Kemenhub

"Ini untuk penyesuaian terhadap harga BBM, perlu ada penyesuaian tarif (angkutan),” ujar Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hendro Sugiatno dalam konferensi pers virtual, Rabu (7/9).

Dia menjelaskan tarif dasar angkutan AKAP per 2022 sebesar Rp 159 per penumpang per kilometer. Angka itu naik dari tarif dasar 2016 yang hanya Rp 119 per penumpang per kilometer.

Sedangkan, untuk batas atas dan bawah, penentuan tarif bus AKAP terbagi atas wilayah I dan II.

Tarif batas atas wilayah I yang meliputi Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara naik menjadi Rp 207 per penumpang per kilometer dari Rp 155 per penumpang per kilometer.

“Untuk tarif batas bawah penyesuainya adalah Rp 128 per penumpang per kilometer naik dari Rp 95 per penumpang per kilometer,” kata dia.

Baca Juga:

Tarif Angkutan Umum di Kota Bandung Naik Rp 1.000

Adapun tarif batas atas untuk wilayah II yang mencakup Kalimantan, Sulewesi, dan Indonesia Timur naik menjadi Rp 227 per penumpang per kilometer dari sebelumnya hanya Rp 172. Sedangkan, batas bawah Rp 142 per penumpang per kilometer, naik dari sebelumnya Rp 106.

Menurut Hendro, kenaikan tarif angkutan AKAP kelas ekonomi disesuaikan berdasarkan kenaikan harga BBM dan biaya awak bus. Yaitu kenaikan UMP; iuran kesehatan; ketenagakerjaan; serta penyesuaian harga kendaraan dan spare part.

“Perlu diketahui untuk harga atau biaya AKAP ekonomi itu mulai 2016 belum pernah ada kenaikan tarif,” ucap dia.

Sebagai informasi, pada Sabtu, (3/9) pukul 14.30 WIB, pemerintahan Presiden Joko Widodo mengumumkan, harga Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10 ribu per liter. Kemudian Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter mejadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax dari Rp 12.500. (Knu)

Baca Juga:

Tarif Angkutan Umum bakal Melonjak 35 Persen Akibat BBM Naik

#Breaking #Angkutan Umum #Kemenhub #BBM #Tarif Angkutan
Bagikan
Bagikan