Kemenhub Larang 6.388 Kendaraan Beroperasi Jelang Natal dan Tahun Baru Ilustrasi Bus (Merahputih.com / Rizki Fitrianto)

Merahputih.com - Kementerian Perhubungan memeriksa kelaikan lebih dari 29.000 unit bus menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan bahwa hasil pemeriksaan kendaraan bermotor yang dilaksanakan sampai dengan Kamis (20/12), dari total lebih dari 29.000, kendaraan yang diperiksa, masih ditemukan banyak pelanggaran, baik pelanggaran administrasi maupun pelanggaran teknis utama.

"Sampai dengan hari ini kami sudah melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor angkutan Antar Kota Antar Propinsi), Angkutan Kota Dalam Propinsi dan angkutan pariwisata sebanyak 29.093 kendaraan," ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (20/12).

Tidak hanya sampai di situ, pihaknya juga akan terus melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan angkutan umum dan pariwisata untuk memastikan kendaraan yang akan digunakan oleh masyarakat di masa angkutan Natal dan tahun baru adalah kendaraan yang berkeselamatan.

Terminal Kampung Rambutan. Foto: MP/Fadhli

Budi mengatakan dari 29.093 kendaraan angkutan umum dan pariwisata yang diperiksa, terdapat 22.703 diizinkan untuk beroperasional, sedangkan sisanya sebanyak 6.388 kendaraan dinyatakan dilarang beroperasi. Kendaraan yang dilarang beroperasi tersebut terdiri dari 3.805 AKAP, 2.372 AKDP dan 211 angkutan pariwisata.

"Tindak lanjut kami dari hasil pemeriksaan kendaraan bermotor bagi angkutan yang dinyatakan dilarang operasional akan diberikan sanksi administrasi sampai dengan pencabutan izin operasional," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan dari hasil pemeriksaan kendaraan bermotor yang dilaksanakan di Terminal Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang pada hari Rabu (19/12), pihaknya melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah II Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan Polres, BNN, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP Kabupaten Deli Serdang, menemukan delapan awak bus yang positif menggunakan narkoba.

Terminal Kampung Rambutan. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

"Dari delapan awak bus yang positif narkoba, dua orang awak bus AKAP dan enam orang awak bus AKDP. Untuk kasus awak bus yang positif narkoba, kami akan menyerahkan kasus ini kepada aparat penegak hukum dan ditangani langsung oleh Badan Narkotika Nasional," ucap Budi dikutip Antara.

Pada hari Jumat (21/12) pihaknya bekerja sama dengan Dirlantas Polda Sumatera Utara, Dishub Provinsi Sumatera Utara dan PT JMTO Ruas Belmera akan melaksanakan pemeriksaan kendaraan barang yang melakukan pelanggaran "Over Dimension Over Loading" (ODOL) di ruas Belmera menuju Belawan, Sumatera Utara.

"Saya berharap dengan rangkaian persiapan menjelang masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 yang kami lakukan dapat meningkatakan pelayanan kepada masyarakat serta menurunkan angka kecelakaan pada masa tersebut," katanya. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH