Kemenhub Janji Konsisten Batasi Penumpang Saat New Normal Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati. ANTARA/Katriana.

Merahputih.com - Kementerian Perhubungan mengingatkan agar operator transportasi untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat meskipun telah memasuki masa adaptasi kebiasaan baru produktif dan aman dari COVID-19.

Terutama, batas maksimal penumpang moda transportasi yang telah diatur dalam dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 Tahun 2020.

Baca Juga:

Dibanding Tahun Lalu, Kendaraan yang Keluar dari Jakarta Via Tol Turun 61 Persen

“Tentu saja kami akan konsisten untuk mengimplementasikan aturan ini dan juga apabila terjadi pelanggaran atau hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan di dalam peraturan,” ujar Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati dalam diskusi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Rabu (17/6).

Dia menyontohkan, di awal-awal penerapan peraturan ada beberapa operator moda transportasi yang terbukti melakukan pelanggaran. ”Kami tidak segan untuk mengeluarkan sebuah penalti atau hukuman ya,” tegas Adita.

Staf Khusus dan Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, Jumat (22/5). (MP/Ismail)
Staf Khusus dan Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, Jumat (22/5). (MP/Ismail)

Di dalam peraturan Menteri Perhubungan penalti atau sanksinya jika melanggar protokol kesehatan sudah cukup jelas. “Di dalam peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41, dari mulai yang teringan itu adalah teguran surat teguran sampai adalah berupa denda,” ucapnya.

Ia mengimbau dan meminta kepada seluruh operator, baik itu operator prasarana maupun sarana transportasi untuk mematuhi protokol kesehatan. “Karena sebenarnya apabila terjadi pelanggaran itu mereka sendiri yang dirugikan,” katanya.

Baca Juga:

Berkaca dari Masjidil Haram dan Nabawi, Mahfud MD Ajak Muslim Indonesia Salat Id di Rumah

Apalagi, sekarang semua operator transportasi harus bisa menjaga kepercayaan masyarakat. Jangan sampai, masyarakat medapatkan experience yang tidak baik.

”Rasa kepercayaan atau ketidakpercayaan itu tergantung dari experience masyarakat yang akan diingat terus dan akhirnya dia kapok untuk pergi lagi. Yang rugi kan sebenarnya teman-teman operator juga. Jadi saya rasa ya jangan sampai lah terjadi, karena kerugian itu pasti juga akan diderita juga oleh teman-teman ini,” tegas Adita. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sejumlah Pedagang Pasar di Jakarta Reaktif COVID-19, Polisi Lakukan Pendataan
Indonesia
Sejumlah Pedagang Pasar di Jakarta Reaktif COVID-19, Polisi Lakukan Pendataan

Beberapa lokasi yang menjadi fokus pemantauan antara lain Tanah Abang, Sawah Besar, dan Johar Baru.

Darurat Corona Indonesia Sampai Lebaran, Beban Ekonomi Rakyat Kian Berat
Indonesia
Darurat Corona Indonesia Sampai Lebaran, Beban Ekonomi Rakyat Kian Berat

Trubus mengatakan, bakal ada kesulitan ekonomi mengingat masyarakat makin membatasi kegiatannya sehingga berpengaruh pada usaha makro.

Napi Provokator Kerusuhan Lapas Manado Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan
Indonesia
Napi Provokator Kerusuhan Lapas Manado Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

Tejo mengatakan para narapidana yang terlibat kerusuhan itu bakal diproses hukum dan dijatuhi sanksi.

 FPI Tantang Ada Hukuman Potong Tangan untuk Koruptor
Indonesia
FPI Tantang Ada Hukuman Potong Tangan untuk Koruptor

"Oleh karena itu saya ingatkan di sini setuju nggak kira-kira kalau rakyat Indoneisa ganti hukumnya sekarang kita pakai hukum potong tangan aja," pungkasnya.

KPK Pasrah "Dibohongi" Imigrasi Terkait Keberadaan Harun Masiku
Indonesia
KPK Pasrah "Dibohongi" Imigrasi Terkait Keberadaan Harun Masiku

Selain berkoordinasi dengan Pihak imigrasi, kata Ali pihaknya juga menggandeng pihak polri untuk mencari keberadaan caleg PDIP Harun Masiku.

Penahanan Anggota TNI AU yang Nyanyikan 'Marahaban Rizieq Shihab' Sesuai Prosedur
Indonesia
Penahanan Anggota TNI AU yang Nyanyikan 'Marahaban Rizieq Shihab' Sesuai Prosedur

“Jadi tidak langsung dihukum juga. Itu emang sudah prosedur karena kita kan TNI punya prosedur sendiri kalau ada anggota yang melanggar,” jelasnya.

Polisi: Editor Metro TV Diduga Kuat Bunuh Diri
Indonesia
Polisi: Editor Metro TV Diduga Kuat Bunuh Diri

Tubagus menerangkan sejumlah fakta pendukung yang menguatkan Yodi Prabowo bunuh diri.

 KLB Belum Dicabut, UNS Surakarta Perpanjang Kuliah Daring Sampai Lebaran
Indonesia
KLB Belum Dicabut, UNS Surakarta Perpanjang Kuliah Daring Sampai Lebaran

Kami memandang perlu menetapkan perpanjangan pemberlakuan pembatasan aktivitas di kampus UNS mulai tanggal 1-29 Mei 2020," Jamal," ujar Jamal di Solo, Kamis (30/4).

Briptu Andry Budi Wibowo Jadi Korban Tabrak Lari, Pelaku Oknum Anggota TNI
Indonesia
Nyaris 2.000 Polisi Dikerahkan Saat Lalu Lintas Jakarta Kembali 'Normal' Hari Ini
Indonesia
Nyaris 2.000 Polisi Dikerahkan Saat Lalu Lintas Jakarta Kembali 'Normal' Hari Ini

Penempatan personel akan dibagi menjadi dua jam pengaturan