Kemenhub Hentikan Sementara Proyek Pengerjaan Tol Jakarta-Cikampek Kendaraan melintas di samping salah satu lokasi pengerjaan pembangunan infrastruktur di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/12). Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akan menghentikan sementara pengerjaan pembangunan sejumlah proyek di ruas Tol Jakarta-Cikampek untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas jelang masa angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

"Kami sudah koordinasi dengan Ditjen Bina Marga dan PT Jasa Marga, disepakati mulai tanggal 22 Desember 2017 sampai dengan 2 Januari 2018 mobilisasi material proyek dihentikan dan kalau ada, dipasang seng-seng untuk menutup serta dirapikan supaya kapasitas (jalan) tidak terlalu berkurang," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, Selasa (19/12).

Menurut Sugihardjo yang juga komisaris PT Jasa Marga, sebagaimana dilansir Antara, langkah ini diambil mengingat pada hari biasa pada ruas Tol Jakarta-Cikampek sudah terjadi kemacetan akibat adanya sejumlah proyek pembangunan di ruas tol tersebut.

Selain itu nantinya akan ada perluasan gardu pelayanan untuk mendukung manajemen keselamatan di jalan tol.

Senada dengan hal tersebut, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menjelaskan bahwa proyek pembangunan di ruas Tol Jakarta-Cikampek bukan berhenti secara total akan tetapi ada pemberhentian sementara mobilisasi material proyek dengan alat berat karena nanti akan mengganggu kapasitas jalan.

"Jadi, itu sebentar diberhentikan tapi pekerjaan masih bisa berjalan dengan syarat tidak mengganggu lalu lintas. Ada tiga titik penyempitan. Besok (Rabu, 20/12) saya akan langsung ke lapangan agar lajur dari 3 menjadi 4 lajur kembali," ujar Budi.

Sugihardjo menambahkan terkait kondisi cuaca maka pihaknya telah berkoordinasi dengan Ditjen Bina Marga untuk menyiapkan alat berat di lokasi rawan bencana. Dengan begitu jika terjadi sesuatu mobilisasi alat berat bisa langsung ditangani.

Selain itu, terkait gelombang tinggi, Sugihardjo mengimbau kepada seluruh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk memperhatikan keselamatan pelayaran.

"Terkait gelombang tinggi ini, berkaitan dengan pelayaran karena itu disampaikan kepada seluruh Syahbandar dan KSOP untuk memperhatikan dan utamakan keselamatan. Kalau memang tidak aman untuk berlayar, tidak boleh menerbitkan surat izin berlayar atau SIB," ungkap Sugihardjo.

Sugihardjo juga mengatakan pada tahun ini Kementerian Perhubungan menyelenggarakan mudik gratis Natal dan Tahun Baru. Terkait hal tersebut saat ini telah disiapkan 50 bus mudik gratis dan akan ditambah armada dari PT Jasa Raharja jika diperlukan.

Rencananya bus mudik gratis ini akan diberangkatkan pada 22 dan 23 Desember 2017 menuju ke Semarang, Yogyakarta, dan Solo


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH