Kemenhub Bakal Evaluasi Kecepatan Berkendara Usai Kecelakaan Maut di Cipularang Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi (ANTARA/Juwita Trisna Rahayu)

Merahputih.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berjanji bakal melakukan evaluasi terkait kecepatan melaju di jalan tol apabila diperlukan.

Hal itu terkait terjadinya kecelakaan maut di Tol Cipularang, Senin (2/9) siang. Saat ini batas kecepatan kendaraan melaju di jalan tol yakni 60-100 kilometer.

Baca Juga:

Jasa Marga Evakuasi Korban Kecelakaan Beruntun di Tol Purbaleunyi Arah Jakarta

“Saat ini teknologi kendaraan semakin bagus, jadi mungkin bisa kita sesuaikan dengan aturan apabila sudah diperlukan,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi di Jakarta, Senin (2/9).

Saat ini, pengawasan kecepatan laju kendaraan kewenangannya berada di kepolisian. Kemenhub juga sudah menurunkan personel untuk mengidentifikasi lokasi kecelakaan, terutama terkait kondisi jalan dan rambu lalu lintas.

Petugas mengevakuasi salah satu kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). ANTARA FOTO/Ibnu Chazar

Karena, secara geometrik kondisi jalanan di Tol Cipularang KM 91 arah Jakarta juga turunan dan cekungan. Sehingga, banyak pengendara yang sulit mengendalikan laju kendaraan.

Hasil dari identifikasi awal itu, sebagaimana dikutip Antara, akan ditindaklanjuti dengan kajian agar kejadian kecelakaan maut itu tidak terjadi lagi, mengingat banyak kecelakaan yang terjadi di ruas tol tersebut.

Baca Juga:

Pemerintah Bentuk Aplikasi Tangani Korban Kecelakaan Lalu Lintas Secara Cepat

Layanan Jalan Tol Jasa Marga dan Polisi Jalan Raya (PJR) langsung melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar tempat kejadian. Ada dua pengaturan lalu lintas yang dilakukan oleh Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, yaitu contraflow dan pengalihan arus lalu lintas ketika terjadi kecelakaan. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH