Kemenhub Ancam Cabut Izin Terbang Maskapai Langgar Protokol Kesehatan Staf Khusus dan Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati meninjau pelayanan penumpang di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah, Jumat (22/5). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Staf Khusus dan Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengingatkan kepada semua maskapai yang melayani penumpang di tengah pandemi COVID-19 untuk patuh akan aturan protokol kesehatan dan tidak mengangkut penumpang melebihi kouta yang telah ditentukan. Maskapai yang melanggar akan ditindak tegas dengan mencabut izin terbang.

Demikian diungkapkan Adita usai meninjau pelayanan penerbangan jelang Lebaran di wilayah PT Angkasa Pura I Solo, Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah, Jumat (22/5).

Baca Juga:

Update Corona DKI Jumat (22/5): 6.316 Positif, 1.558 Orang Sembuh

"Kami ingatkan pada operator bandara dan dan maskapai yang terbukti memuat penumpang melebihi kapasitas yang ditentukan selama pandemi COVID-19 akan dicabut izin penerbangannya," ujar Adita.

Adita mengatakan sanksi tegas tersebut dilakukan menanggapi terjadinya insiden penumpukan antrian penumpang di Bandara Soekarno-Hatta terminal dua belum lama ini. Kejadian itu menjadi sorotan publik dan langsung dilakukan evaluasi.

"Apa yang terjadi Bandara Soekarno-Hatta akibat maskapai membuat jadwal pesawat yang terlalu berdekatan. Kami tidak ingin kejadian itu terulang dengan melakukan pengecekan di sejumlah bandara termasuk di Solo," tutur dia.

Staf Khusus dan Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, Jumat (22/5). (MP/Ismail)
Staf Khusus dan Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, Jumat (22/5). (MP/Ismail)

Ia juga mengingatkan, pelayanan di bandara tetap memberlakukan physical distancing. Insiden di Bandara Soekarno-Hatta, lanjut dia, wajib menjadi pelajaran bagi seluruh stakeholders transportasi udara. Di mana sarana dan prasarana bandara termasuk penerapan jaga jarak harus bisa diimplementasikan dengan baik.

"Adanya antrean yang padat membuktikan bahwa prasarana bandara belum bisa menerapkan physical distancing. Insiden ini harus kita jadikan pelajaran seluruh stakeholder transportasi udara, agar tidak terjadi lagi," kata dia.

Baca Juga:

Dibanding Tahun Lalu, Kendaraan yang Keluar dari Jakarta Via Tol Turun 61 Persen

Ia berharap, pelayanan bandara berjalan lancar sampai arus balik lebaran H+7 nanti. Di mana maskapai dan bandara prinsipnya semua protokoler kesehatan dapat diterapkan, seperti penggunaan masker, penyediaan pembersih tangan, dan kelengkapan alat pelindung diri awak pesawat harus mengikuti protokol kesehatan.

"Kami akan pantau terus semua bandara sampai Lebaran selesai," tutup Adita. (Ism)

Baca Juga:

Berkaca dari Masjidil Haram dan Nabawi, Mahfud MD Ajak Muslim Indonesia Salat Id di Rumah



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH