Kemendikbud Resmi Luncurkan Website Jalur Rempah Kemendikbud resmi meluncurkan Website Jalur Rempah (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

DIREKTORAT Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pengembangan dan Permanfaatan Kebudayaan secara resmi meluncurkan website Jalur Rempah (jalurrempah/kemdikbud.go.id) dan menggelar Anugerah Karya Budaya Rempah Nusantara.

Anugerah Karya Budaya Rempah Nusantara merupakan sebuah ajang penganugerahan penghargaan, kepada para pemenang kompetisi visualisasi Jalur Rempah dalam bentuk poster, animasi dan komik.

Baca Juga:

Rempah Nikmat Kaya Manfaat

Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Hilmar Farid menyampaikan, kebaharian Nusantara menjadi Jejak sejarah dimana berkembangnya pelayaran dan perdagangan dipicu oleh komoditi unggulannya yakni rempah-rempah.

Jejak tersebut yang membentuk Jalur Rempah, sebuah jalur abstrak tetapi nyata di laut dan di darat. Jalur Rempah kini telah menjadi simpul peradaban bahari Nusantara, serta Jalur kebudayaan dan peradaban yang bukan sekedar sebagai akses pertukaran niaga, tetapi juga membawa serta gagasan, pengetahuan, seni dan budaya.

Dari mulai rute perjalanan dari ujung paling timur kepulauan Indonesia melewati selat Malaka sampai Afrika, Timur Tengah dan Eropa.

Lebih lanjut, Dirjen Hilmar Farid menegaskan "Bahwa untuk inilah Kemendikbud bersama Komite Jalur Rempah meluncurkan website Jalur Rempah, sebuah platform digital yang tidak hanya dapat mempersatukan beragam gagasan, pemikiran dan Informasi namun juga menjadi media pendidikan bagi masyarakat Indonesia."

Tak lupa Hilmar Farid juga mengucapkan selamat dan penghargaan tertinggi kepada seluruh pemenang Anugerah Karya Budaya Rempah Nusantara. Hilmar berharap semoga karya-karya yang telah ditorehkan menjadi perangkat komunikasi Jalur Rempah yang kekinian dan strategis, serta mampu menjangkau audiens yang lebih luas.

Salah satu karya pemenang Anugerah Karya Budaya Rempah Nusantara (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Sementara itu, Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Restu Gunawan Berharap website Jalur Rempah bisa mewujud sebagai media informasi yang kedepannya bisa dikembangkan sebagai platform digital bagi seluruh pemangku kepentingan terkait budaya rempah Nusantara.

"Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud sebagai inisiator terbentuknya jejaring dan ekosistem budaya rempah Nusantara berharap website ini bisa menjadi media edukasi dan informasi, yang memperkaya sekaligus memberikan inspirasi khususnya bagi generasi milenial untuk semakin mencintai budayanya, meneguhkan dan menguatkan jati diri bangsa," ujar Restu Gunawan.

Baca Juga:

Resep Rendang, Kaya Rempah Khas Indonesia

Restu Gunawan juga menyamapikan, bahwa website ini sebagai bagian dari lichtiar dan kerja besar untuk menyampaikan pesan kepada dunia bahwa jalur rempah, sebagai jalur budaya dari Indonesia yang telah menghangatkan dunia dan layak mendapatkan pengakuan dari Unesco.

Salah satu agenda pentingnya adalah untuk mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai warisan Dunia (World Heritage) agar memperkuat diplomasi Indonesia, sekaligus meneguhkan Indonesia sebagal poros maritim dunia.

Tak sampai disitu, Restu juga memaparkan "kami telah selesai melaksanakan Kompetisi Visualisasi Jalur Rempah dalam bentuk Poster, Video Animasi dan Komik dengan tema 'Jalur Rempah Nusantara untuk Dunia'.

Adapun alasan penggunaan Poster, animasi dan komik, yakni sebagai medium dalam menuangkan cerita dan sejarah jalur rempah yang diharapkan mampu memudahkan penyebarluasan wawasan pengetahuan tentang Jalur Rempah kepada generasi muda Indonesia.

website Jalur rempah merupakan sebagai bagian dari lichtiar dan kerja besar untuk menyampaikan pesan kepada dunia bahwa jalur rempah sebagai jalur budaya dari Indonesia yang telah menghangatkan dunia (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Ketua Komite Program Jalur Rempah, Kemendikbud, Ananta Kusuma Seta menambahkan, bahwa langkah-langkah pengembangan dan pemanfaatan sejarah budaya rempah dalam berbagai bentuk kegiatan telah dilakukan bersama dengan berbagai pihak, seperti Unit Pelaksana Teknis, pemerintah daerah, lembaga kemasyarakatan, komunitas, serta stakeholders lainnya.

"Bermacam aktifitas, mulai dari pelatihan, mengoptimalkan produksi dan kualitas, pemasaran, serta penggunaannya dalam industri kesehatan dan kecantikan, kuliner, pariwisata dan lainnya, dilakukan. Tujuannya jelas, yaitu bagaimana spirit kejayaan rempah-rempah bisa hidup kembali menjadi nilai dan gaya hidup dalammasyarakat," tegasnya.

Niatan tersebut menjadi sebuah rancang bangun awal bangkitnya awareness masyarakat terhadap budaya rempah, dalam rangka membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Jalur Rempah tidak hanya bagian dari sejarah masa lalu, tapi juga menjadi kekuatan masa kini dan mendatang. (Ryn)

Baca Juga:

Sup Rempah Penjaga Daya Tahan Tubuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sejarah Orde Baru Larang Pelajar Islam Berhijab!
Indonesiaku
Sejarah Orde Baru Larang Pelajar Islam Berhijab!

Pangkal Tri dikeluarkan pihak sekolah tak lain lantaran menggunakan hijab selama pelaksanaan belajar-mengajar.

Bosan dengan Sate Kambing? Yuk, Buat Tengkleng Kambing Khas Solo
Kuliner
Bosan dengan Sate Kambing? Yuk, Buat Tengkleng Kambing Khas Solo

Habiskan stok daging kurbanmu selagi masih segar

New Normal, Liburan ke Rancaupas Tetap Seru dan Instagramable
Travel
New Normal, Liburan ke Rancaupas Tetap Seru dan Instagramable

Tangan kamu pasti gatal terus ingin berfoto di Rancaupas.

Mitos atau Fakta Makanan Peningkat Gairah Seksual
Kuliner
Mitos atau Fakta Makanan Peningkat Gairah Seksual

Banyak orang yang mempercayai bahwa kandungan dalam daging kambing dapat meningkatkan gairah seksual.

Mumi Panglima Perang Suku Dani di Negeri Aing   
Travel
Makanan Nasi Kentut, Khas Negeri Aing
Kuliner
Makanan Nasi Kentut, Khas Negeri Aing

Nasa kentut hanyalah penamaan saja yang memperkaya khazanah penyebutan kuliner Indonesia.

Favorit, Es Tebak Segar untuk Berbuka Puasa
Kuliner
Favorit, Es Tebak Segar untuk Berbuka Puasa

Di bulan Ramadan, minuman ini jadi favorit sajian berbuka.

Bertahan ala Kupu-Kupu Malam
Tradisi
Bertahan ala Kupu-Kupu Malam

Ketika krisis global memperdalam, pekerja seks semakin dihadapkan dengan pilihan sulit

Tempat Wisata Tebing Koja Terkena Dampak COVID-19
Travel
Tempat Wisata Tebing Koja Terkena Dampak COVID-19

Suasana tempat wisata yang sepi pengunjung di Tebing Koja, Kabupaten Tangerang, Banten

Tugu Corona Jadi Daya Tarik Wisata Pekanbaru
Travel
Tugu Corona Jadi Daya Tarik Wisata Pekanbaru

Desain Tugu Corona ini begitu menarik.