berita-singlepost-banner-1
Kemendikbud: Anggaran Ujian Nasional Bakal Dialokasikan untuk Perbaikan Sekolah Kepala Biro Komunikasi Dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaam (Kemendikbud) Ade Erlangga. (Foto: MP/Asropih)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - Kepala Biro Komunikasi Dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaam (Kemendikbud) Ade Erlangga mengatakan bahwa anggaran penyelenggaraan ujian nasional (UN) akan dialokasikan untuk instrumen pendidikan lain.

Erlangga menyampaikan, total anggaran yang digelontorkan pemerintah setiap penyelenggaraan ujian nasional mencapai ratusan miliar rupiah.

Baca Juga:

Puji Keputusan Nadiem, Ujian Nasional Dianggap Membuat Bangsa Indonesia Makin Tertinggal

"UN nanti kan gak ada lagi atau diganti lebih ke arah asesmen, itu selama ini berapa biaya ratusan miliar yang kemudian bisa kita lokasikan," kata Erlangga usai diskusi MNC Trijaya yang bertajuk "Merdeka Belajar Merdeka UN!" di Ibis, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim di rapat kerja dengan Komisi X DPR, Jakarta, Kamis (12/12/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim di rapat kerja dengan Komisi X DPR, Jakarta, Kamis (12/12/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww

Erlangga mengungkapkan, ada banyak instrumen pendidikan yang bisa dibenahi melalui anggaran itu, misalnya pembangunan perbaikan sekolah.

Kemudian yang tak kalah penting, kata dia, anggaran penyelenggaraan UN ini juga bisa dialokasikan untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru Indonesia melalui program-program pengembangan.

Pasalnya menurut dia, tolok ukur kemajuan sistem pendidikan sebuah negara sangat bergantung pada kualitas para tenaga pendidik.

"Lalu kemudian untuk mengembangkan guru penggerak itu kan jadi nanti bisa meningkatkan kesejahteraan guru bisa kita alihkan ke hal-hal lain yang memang itu menjadi variabel, jadi variabel kemajuan pendidikan kita ke depan harus dipersyaratkan oleh apa, oleh guru yang qualified, guru yang kompeten," tutupnya.

Baca Juga:

Politisi PDIP Minta Menteri Nadiem Beri Kajian Penghapusan Ujian Nasional

Seperti diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan bahwa ujian nasional pada tahun 2021 akan dihapus dan digantikan dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter.

Diskusi MNC Trijaya yang bertajuk "Merdeka Belajar Merdeka UN!" di Ibis Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12). (Foto: MP/Asropih)
Diskusi MNC Trijaya yang bertajuk "Merdeka Belajar Merdeka UN!" di Ibis Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12). (Foto: MP/Asropih)

"Penyelenggaraan UN tahun 2021 akan diubah menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter," kata Nadiem. (Asp)

Baca Juga:

Kemendikbud: Penghapusan Ujian Nasional Jadi Simbol Kemerdekaan Siswa


berita-singlepost-mobile-banner-3
Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6