Kemendikbud Akui Teledor tak Cantumkan KH Hasyim Asy'ari di Kamus Sejarah Indonesia Pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari. Foto: wikipedia

MerahPutih.com - Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hilmar Farid memohon maaf atas keteledoran tidak mencantumkan nama tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Syekh Hasyim Asy'ari.

Nama pahlawan itu tak ada di Kamus Sejarah Indonesia dua Jilid I dan II terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Hilmar mengatakan, terkait substansi Kamus Sejarah Indonesia yang saat ini menjadi permasalahan, sama sekali tidak ada niatan untuk menghilangkan tokoh sejarah Syekh Hasyim Asy'ari. Pasalnya, di dalam buku yang sama sudah dimuatkan informasi beberapa kali pada beberapa bagian tentang pendiri dari NU.

Tentu disebut juga Syekh Hasyim Asy'ari. Selain itu, di kesempatan lain juga disebutkan di beberapa halaman yang lain. Ia mengatakan, tidak ada maksud untuk menghilangkan tokoh besar Syekh Hasyim Asy'ari dari penulisan sejarah.

"Bahkan pada tahun yang sama 2017, Kemdikbud menerbitkan biografi ringkas dari Kyai Haji Syekh Hasyim Asy'ari melalui Museum Kebangkitan Nasional,” kata Hilmar pada konferensi pers daring, Selasa (20/4).

Pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari. Foto: Istimewa

Hilmar menyebutkan, ringkas biografi tersebut ditulis oleh tokoh-tokoh NU. Oleh karena itu, Hilmar menegaskan narasi bahwa ada upaya untuk menghilangkan tokoh sejarah tidak benar.

"Memang ada kesalahan teknis dalam penyusunan dan kami tentu memohon maaf karena ini adalah kesalahan yang sebetulnya tidak perlu terjadi. Buku yang belum siap untuk diedarkan sudah di-upload ke website,” ucap Hilmar.

Ia menambahkan, untuk memastikan polemik ini berlarut pihaknya sudah menurunkan atau menarik buku tersebut dari website Rumah Belajar.

Selanjutnya, Hilmar mengatakan, telah meminta kepada staf untuk menurunkan semua buku yang terkait dengan sejarah modern untuk ditinjau ulang. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian serupa.

“Kita tidak mau ada lagi kejadian seperti ini,” kata Hilmar.

Hilmar menjelaskan, Kamus Sejarah Indonesia ini mulai disusun 2017 dan risetnya melibatkan banyak pihak karena merupakan kamus sejarah.

Sejak 2017 itu, lanjut Hilmar, naskah tersebut disimpan. Namun pada 2019 untuk memenuhi permintaan penyediaan bahan-bahan terkait sejarah yang akan dimuat di dalam situs Rumah Belajar, maka naskah belum rampung tersebut juga dipublikasi. Padahal, naskah tersebut sebenarnya belum siap.

“Saya sudah mengecek sampai staf yang mengerjakan di lapangan betul-betul saya urut kronologisnya dan kesimpulannya memang ini betul-betul kealpaan,” ucap Hilmar.

Keterlibatan publik menjadi faktor penting yang akan selalu dijaga oleh segenap unsur di lingkungan Kemendikbud.

"Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa tidak mungkin Kemendikbud mengesampingkan sejarah bangsa ini, apalagi para tokoh dan para penerusnya,” tutup Hilmar. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BPBD Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat di DKI Diprediksi Sampai Besok
Indonesia
BPBD Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat di DKI Diprediksi Sampai Besok

Siklon tropis Molave diperkirakan intensitasnya akan meningkat

Jokowi: Ekonomi Mulai Bangkit
Indonesia
Jokowi: Ekonomi Mulai Bangkit

Presiden mengatakan, 2021 adalah tahun yang penuh harapan. Pemerintah berupaya keras untuk menuntaskan masalah kesehatan karena pandemi COVID-19.

Kasus Kedua Flu Burung, Belanda Musnahkan Ratusan Ribu Ayam
Dunia
Kasus Kedua Flu Burung, Belanda Musnahkan Ratusan Ribu Ayam

Otoritas kesehatan Belanda menemukan kasus flu burung yang sangat patogenik di sebuah peternakan di Kota Puiflijk.

Anies: Bila COVID-19 Tidak Terkendali, Kita Masuk Fase Genting
Indonesia
Anies: Bila COVID-19 Tidak Terkendali, Kita Masuk Fase Genting

Anies meminta seluruh jajaran Forkompinda dan anak buahnya untuk meningkatkan kewaspadaan seluruh pihak bersama seluruh komponen masyarakat.

TNI Diminta Tingkatkan Kemampuan dan Persenjataannya Hadapi CBRN
Indonesia
TNI Diminta Tingkatkan Kemampuan dan Persenjataannya Hadapi CBRN

Selain itu, dalam operasi militer selain perang (OMSP), TNI juga menghadapi tantangan baru

Lancarkan Investasi, Bank Dunia Ngasih Hutang Rp 11,6 Triliun Buat Indonesia
Indonesia
Lancarkan Investasi, Bank Dunia Ngasih Hutang Rp 11,6 Triliun Buat Indonesia

Fokus dukungan tersebut pada investasi asing langsung, menambah tenaga profesional berketrampilan tinggi di pasar tenaga kerja, serta mendorong investasi swasta pada energi terbarukan.

KPK Terapkan WFO 25 Persen
Indonesia
KPK Terapkan WFO 25 Persen

KPK menerapkan sistem 25 persen pegawai bekerja dari kantor atau work from office (WFO).

Validasi Bansos Tunai Harus Sampai Tingkat RT
Indonesia
Validasi Bansos Tunai Harus Sampai Tingkat RT

"Pengawasan yang intensif menjadi kunci penyaluran bansos yang cepat dan tepat sasaran," kata Azis.

Libur dan Cuti Bersama, Disdukcapil Surabaya Tetap Buka Layanan
Indonesia
Libur dan Cuti Bersama, Disdukcapil Surabaya Tetap Buka Layanan

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya masih membuka layanan seperti hari biasa.

Viral Buku SD "Ganjar Tidak Pernah Bersyukur", Ini Kata Penerbit Tiga Serangkai
Indonesia
Viral Buku SD "Ganjar Tidak Pernah Bersyukur", Ini Kata Penerbit Tiga Serangkai

Jagat maya dihebohkan dengan viralnya soal pelajaran Agama Islam siswa SD yang memuat "Ganjar Tidak Pernah Bersyukur".