Kemendes akan Cek Oknum di Balik Skandal Surat Stafsus Andi Taufan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi (tengah). Foto: Kemendes

MerahPutih.com - Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi mengaku tak tahu menahu soal adanya surat dari Staf Khusus Presiden Andi Taufan Garuda Putra perihal kerja sama sebagai Relawan Desa Lawan COVID-19 yang ditujukan kepada jajaranya.

Menurut Ketua Umum Ormas Pro Jokowi (Projo) ini, dirinya baru tau soal adanya surat tersebut dari para Camat yang menanyakan langsung kepadanya.

Baca Juga

PSI Desak Adamas Belva Enggak 'Standar Ganda', Pilih Ruangguru atau Stafsus

"Para camat memberi tahu ke saya, 'pak wamen ini ada apa?'. Saya tanya konsukuensinya, konsukuensinya mereka diminta menanggung biaya pelatihan itu," kata Budi dalam wawancara dengan Kompas TV yang dikutip pada Rabu (15/4).

Budi menambahkan, dirinya sudah melakukan chek langsung ke staf soal pengajuan kerjasama itu. Menurut Budi, substansi surat tersebut salah karena yang mengurusi soal Camat adalah Kemendagri.

"Secara surat saja sudah salah, tembusan untuk surat ke camat kan ranahnya kemendagri," jata Budi.

Relawan Desa Lawan COVID-19
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi

Budi juga baru mengetahui ada coretan koreksi terhadap surat tersebut terhadap Andi yang diduga berasal dari jajaran di bawahnya. Kata Budi, hal ini bisa menyalahi aturan karena terkesan ada 'kerjasama' antara oknum dibawahnya.

"Saya akan chek itu tulisan siapa. Itu bukan tulisan orang yang saya tau. Saya chek ini tulisan siapa. Beri saya waktu untuk mencari tau ini siapa. Saya pastikan masalah ini terang benderang," jelasnya.

Dia menjamin skandal surat staf khusus presiden itu akan terungkap.

“Dan akan pastikan masalah ini terang benderang karena ini kita pahami kegelisahan dan kemarahan publik di tengah wabah Covid,” katanya

Sebelumnya, Andi Taufan Garuda Putra mengirim surat berkop Sekretariat Kabinet kepada seluruh camat di Indonesia. Surat tersebut beredar di media sosial dan menuai kontroversi.

Isi surat itu yakni permintaan dukungan kepada seluruh camat untuk Relawan Desa Lawan COVID-19. Program ini diinisiasi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang bekerja sama dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha). Andi merupakan pendiri Amartha.

Andi menjelaskan, surat tersebut bersifat pemberitahuan dan dukungan kepada program desa untuk melawan COVID-19 yang diinisiasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Taufan juga menjelaskan tidak ada maksud buruk dalam surat tersebut.

Baca Juga

Tak ada Sanksi, Istana Cuma Tegur Stafsus Andi Taufan

Dia mengatakan dukungan tersebut murni dari dasar kemanusiaan dan dengan biaya Amartha serta donasi masyarakat, yang akan dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel. Dukungan dan biaya tersebut Taufan mengklaim tidak ada campur tangan dari negara.

Sadar langkahnya menuai kecaman meski tak bermaksud buruk, Andi pun akhirnya meminta maaf. Dia juga menarik kembali surat tersebut. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH