Kemendagri Tunda Pelantikan Bupati Sabu Raijua Terpilih? Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik. Foto: Kemendagri

MerahPutih.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mempertimbangkan usulan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengenai penundaan pelantikan Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Patriot Riwu Kore.

Pasalnya, kader PDI Perjuangan (PDIP) itu saat ini masih tercatat sebagai warga negara Amerika Serikat (AS).

Baca Juga

Bupati Terpilih Sabu Raijua Warga AS, KPU Lempar Bola Panas ke Kemendagri

Pertimbangan ini diambil setelah Kemendagri menggelar rapat bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu, serta Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), membahas status kewarganegaraan Orient.

"Kami mencermati usulan oleh Bawaslu yang memberikan saran, Bawaslu mengusulkan untuk dilakukan penundaan pelantikan,” kata Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (4/2).

Orient Riwu Kore. (Foto: Facebook Orient Riwu Kore)
Orient Riwu Kore. (Foto: Facebook Orient Riwu Kore)

Akmal mengatakan, usul Bawaslu tersebut menjadi bahan bagi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam mengambil keputusan.

"Kami menerima masukan dari KPU, Polda dan Dukcapil, masing-masing memiliki perspektif yang hampir sama," ujarnya.

Akmal memastikan keputusan yang diambil Tito akan disampaikan dalam waktu dekat, mengingat masa jabatan Bupati Sabu Raijua 2015-2020 akan berakhir pada 17 Februari.

"Pastinya Mendagri mencermati permasalahan ini dan mengambil langkah cepat. Tapi ada fakta hukum yang harus kami hormati sehingga langkah ini akan menjadi kebijakan yang diambil oleh Bapak Menteri sebelum 14 Februari," kata Akmal. (Pon)

Baca Juga

Warga AS Terpilih Jadi Bupati Sabu Raijua, Negara Dinilai Teledor

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ini Jumlah Harta Kekayaan Moeldoko
Indonesia
Ini Jumlah Harta Kekayaan Moeldoko

Nama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko kini menjadi sorotan. Dia dituding ingin mengudeta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat.

Kardinal Ungkap Alasan Enggan Terburu-buru Buka Kegiatan Peribadatan Gereja
Indonesia
Kardinal Ungkap Alasan Enggan Terburu-buru Buka Kegiatan Peribadatan Gereja

Keputusan dari masing-masing Keuskupan itu berbeda-beda

[Hoaks atau Fakta]: Munarman Ditangkap, Mahfud MD Masuk Penjara
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Munarman Ditangkap, Mahfud MD Masuk Penjara

Artikel itu hanya berisikan pernyataan pengamat politik Rocky Gerung atas pernyataan Wakil Presiden Ma’ruf Amin terkait indeks demokrasi Indonesia.

'Kerikil Tajam' yang Disrupsi Kemerdekaan dan Kebebasan Pers
Indonesia
'Kerikil Tajam' yang Disrupsi Kemerdekaan dan Kebebasan Pers

Namun disrupsi dari pelaku media sosial yang tidak mengusung jurnalisme, menjadi tantangan tersendiri

Liburan Akhir Tahun Diprediksi Picu Penambahan Kasus COVID-19
Indonesia
Liburan Akhir Tahun Diprediksi Picu Penambahan Kasus COVID-19

Mobilitas penduduk ke suatu tempat seperti tempat wisata juga akan berpotensi menimbulkan kerumunan

Gibran Dapati Guru Dua Sekolah di Solo Tolak Vaksinasi Corona
Indonesia
Gibran Dapati Guru Dua Sekolah di Solo Tolak Vaksinasi Corona

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendapati guru di dua sekolah menolak disuntik vaksin corona.

Sinabung Erupsi Setinggi 5 KM, Warga Diimbau Waspada Bahaya Lahar
Indonesia
Sinabung Erupsi Setinggi 5 KM, Warga Diimbau Waspada Bahaya Lahar

Sinabung erupsi sejak Sabtu (8/8) sampai hari ini Senin 10 Agustus 2020.

Sah! Andi Samsan Nganro Jadi Wakil Ketua MA Bidang Yudisial
Indonesia
Sah! Andi Samsan Nganro Jadi Wakil Ketua MA Bidang Yudisial

Pengangkatan Andi Samsan Nganro sesuai Keputusan Presiden RI Nomor 22 P Tahun 2021 tentang Pemberhentian dengan Hormat Ketua Muda Pengawasan Mahkamah Agung dan Pengangkatan Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial.

Update Corona DKI Jumat (22/5): 6.316 Positif, 1.558 Orang Sembuh
Indonesia
Update Corona DKI Jumat (22/5): 6.316 Positif, 1.558 Orang Sembuh

Kasus sembuh bertambah 22 orang dari hari kemarin yang berjumlah 1.536 jiwa.

PKS Minta Uji Coba Sekolah Tatap Muka Dilanjutkan, Orang Tua Tak Usah Khawatir
Indonesia
PKS Minta Uji Coba Sekolah Tatap Muka Dilanjutkan, Orang Tua Tak Usah Khawatir

Sudah waktunya untuk memikirkan dibukanya kembali sekolah secara normal