Kemendagri Sebut Sidik Jari di e-KTP Permudah Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air Jenazah Indah Halimah Putri korban kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJY182 tiba di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Minggu (17/1). ANTARA/Aziz Munajar

MerahPutih.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan, sebanyak 13 korban Sriwijaya Air berhasil teridentifikasi melalui sidik jari. Hal ini setelah dicocokkan dengan data biometrik dalam database kependudukan Dukcapil.

Diketahui hingga Minggu (17/1), tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi 24 korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak.

Baca Juga

DPR Minta KNKT Segera Selesaikan Investigasi Kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182

"Sisanya teridentifikasi melalui test DNA yang dilakukan TIM DVI Polri," kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kememdagri, Zudan Arif Fakrulloh di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Minggu (17/1).

Zudan mengatakan, data biometrik Dukcapil sudah banyak digunakan untuk membantu Polri sebagai upaya penegakan hukum dan pencegahan kriminalitas. Termasuk pengungkapan jati diri korban bencana dan musibah.

"Dukcapil Kemdagri terus membantu penuh team DVI Polri dengan memberikan hak akses yang seluas luasnya agar identifikasi sidik jari korban bisa secara mudah dicocokkan dengan data sidik jari e-KTP korban yang ada di data centre Dukcapil," ujar Zudan.

Petugas membawa kantong jenazah berisi objek temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (16/1/2021), hari kedelapan operasi pencarian. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.
Petugas membawa kantong jenazah berisi objek temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (16/1/2021), hari kedelapan operasi pencarian. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.

Menurut Zudan, setiap penduduk yang sudah memiliki e-KTP, maka data 10 sidik jarinya sudah tersimpan di data centre. Karena itu, hal ini memudahkan proses identifikasi korban Sriwijaya Air.

"Maka ketika ada body part salah satu sidik jari saja, sudah bisa di identifikasi. Proses ini menjadi lebih mudah dilakukan karena sudah ada integrasi data Kemendagri dan Polri" tegas dia.

Sebelumnya, Komandan Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Kombes Hery Wijatmoko mengatakan, pihaknya telah menerima 62 laporan dari masyarakat mengenai korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Jumlah tersebut sama seperti jumlah awak dan penumpang yang berada di pesawat nahas itu.

"Kami telah menerima laporan orang hilang sebanyak 62 laporan, jadi sudah ada lengkap yang melaporkan. Namun kami tetap melakukan update untuk data yang disampaikan kepada kami," ujar Hery.

Hery menyatakan, pihaknya telah berhasil mengidentifikasi 24 korban. Jika merujuk pada laporan, korban yang belum teridentifikasi berjumlah 38. Menurut Hery identifikasi itu berhasil dilakukan dengan DNA dan sidik jari.

"24 korban itu, menggunakan primier DNA dan dengan sidik jari. Jadi artinya ada bebeherapa jenazah yang telah terkonfirmasi menggunakan DNA dan sidik jari," tandas Hery. (Pon)

Baca Juga

Basarnas Fokus Cari CVR Sriwijaya Air Pakai ROV

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Nurhadi, KPK Periksa Pengacara Terdakwa Korupsi Jiwasraya
Indonesia
Kasus Nurhadi, KPK Periksa Pengacara Terdakwa Korupsi Jiwasraya

KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Musa Daulae selaku notaris

KPK Periksa Advokat Jadi Saksi Penyuap Nurhadi yang Masih Buron
Indonesia
KPK Periksa Advokat Jadi Saksi Penyuap Nurhadi yang Masih Buron

Ketiga tersangka itu yakni, mantan Sekretaris MA Nurhadi, menantunya Rezky Herbiono dan Hiendra Soenjoto

Jokowi Ingin New Normal di Tengah Pandemi Corona yang Melonjak, PKS: Bunuh Diri Massal
Indonesia
Jokowi Ingin New Normal di Tengah Pandemi Corona yang Melonjak, PKS: Bunuh Diri Massal

Kebijakan itu berpotensi menimbulkan banyak korban mengingat angka penyebaran virus corona yang makin meluas.

Hadi Pranoto Kerap Mangkir, Kasus Hoaks 'Obat COVID-19' Terancam Mandek
Indonesia
Hadi Pranoto Kerap Mangkir, Kasus Hoaks 'Obat COVID-19' Terancam Mandek

Pasalnya, Hadi Pranoto hingga saat ini belum selesai dilakukan pemeriksaan

Inovatif! Polisi Ini Sulap Motornya Jadi Penyemprot Disinfektan Tekan Penyebaran COVID-19 di Jakpus
Indonesia
Inovatif! Polisi Ini Sulap Motornya Jadi Penyemprot Disinfektan Tekan Penyebaran COVID-19 di Jakpus

Awalnya ia melihat water canon dan mobil pemadam kebakaran yang bisa bergerak kemana saja

KPK Minta Risma Perbaiki Basis Data Penerima Bansos
Indonesia
KPK Minta Risma Perbaiki Basis Data Penerima Bansos

KPK meminta Kementerian Sosial memperbaiki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang selama ini menjadi basis data penerima bantuan sosial.

Ribuan Warga di Jakarta Dikenai Sanksi Sosial Langgar Protokol Kesehatan
Indonesia
Ribuan Warga di Jakarta Dikenai Sanksi Sosial Langgar Protokol Kesehatan

Sanksi denda tersebut didapat dari tiga bentuk pelanggaran yang terdiri dari perorangan terkait penggunaan masker, perkantoran, dan rumah makan.

KPK: Aset Istri Nurhadi yang Dikuasai PNS MA Kardi Mobil Pajero
Indonesia
KPK: Aset Istri Nurhadi yang Dikuasai PNS MA Kardi Mobil Pajero

Ali belum bisa berspekulasi lebih jauh apakah Tin dan Kardi bakal jadi tersangka TPPU.

Erick Thohir: BUMN Dilarang Ambil Proyek Kecil
Indonesia
Erick Thohir: BUMN Dilarang Ambil Proyek Kecil

Upaya Kementerian BUMN menghapus praktik monopoli proyek pemerintah menjadi angin segar bagi pengusaha muda agar lebih berkembang.

Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Pemkot Solo Hanya Mampu Bayar Angsuran Premi Sampai Mei
Indonesia
Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Pemkot Solo Hanya Mampu Bayar Angsuran Premi Sampai Mei

Pemkot Solo hanya dapat membayar angsuran premi hingga bulan Mei akibat anggaran APBD habis tersera penanganan COVID-19.