Kemenag Sita Tujuh Kontainer Jeruk dan Apel Asal Tiongkok Petugas Bea Cukai memperlihatkan buah jeruk mandarin tanpa izin di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (13/3). (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

MerahPutih.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatra Utara mengamankan tujuh kontainer berisi sekitar 8.721 karton jeruk mandarin dan 1.002 karton apel dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Buah-buahan itu diduga masuk ke Indonesia tanpa izin impor.

"Importasi produk hortikultura tersebut tidak memiliki izin. Pengungkapan ini merupakan hasil sinergisitas antara Kemendag dan Ditjen Bea Cukai," kata Direktur Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (13/3), dilansir Antara.

Veri juga menjelaskan, untuk melakukan importasi produk hortikultura, para importir harus mendapatkan Persetujuan Impor (PI), seperti diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 30/M-DAG/PER/5/2017 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura dan peraturan perubahannya yaitu Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43/M-DAG/PER/6/2017.

Selanjutnya, kata Veri, Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perdagangan (PPNS-DAG) Direktorat Tertib Niaga Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) akan melakukan rangkaian proses penyelidikan dan penyidikan dengan dugaan pelanggaran Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

"Sanksi yang diterapkan dapat berupa pemblokiran nama pelaku usaha hingga sanksi pidana," kata Veri.

Menurut dia, penyidik akan melibatkan penegak hukum untuk semakin memberikan efek jera. Temuan terkait pelanggaran izin impor juga dapat ditingkatkan kedalam tahap penyidikan oleh PPNS-DAG yang bekerja sama dengan Korwas Bareskrim Polri.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan juga telah mengamankan lima ton atau 254 karung bibit bawang putih impor yang beredar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. (*)



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH