Kemenag Sebut Pancasila Bukan untuk Gantikan Agama Pancasila

MerahPutih.com - Pengamalan Pancasila disebut tidak dapat dilepaskan dari semangat dan jiwa keagamaan. Pancasila tanpa agama akan kehilangan makna.

"Pancasila bukan untuk meminggirkan dan menggantikan kedudukan agama yang dijunjung tinggi dalam perikehidupan bangsa dan masyarakat kita," tegas Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar dalam keterangan persnya, Rabu (9/5).

Baca Juga

Eks Direktur KPK ke Firli: Katanya Pancasilais, Dipanggil Komnas HAM Tak Berani Datang

Menurutnya, dalam pandangan umat beragama, khususnya umat Islam yang terwakili oleh dua organisasi terbesar yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, bahwa dasar negara Pancasila adalah pilihan final dan terbaik karena merupakan perjanjian seluruh elemen bangsa.

Dalam pemahaman Muhammadiyah, negara berdasarkan Pancasila merupakan "darul ahdi wa syahadah" (negara konsensus dan kesaksian), sedang dalam pemahaman NU, negara berdasarkan Pancasila merupakan "mu’ahadah wathaniyah" (kesepakatan kebangsaan).

Mensitir istilah dari Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, Fuad mengatakan bahwa Indonesia adalah "darul mitsaq" (negara kesepakatan).

Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar

Menurut Fuad, bahwa Mohammad Natsir, pejuang Islam terkemuka dan Perdana Menteri RI tahun 1950-1951 dalam tulisannya yang dihimpun dalam buku "Agama dan Negara Dalam Perspektif Islam" menegaskan kesatuan antara Islam dan Pancasila terjadi pada tingkat ide.

Tidak ada pertentangan Pancasila dan Islam, kecuali bila Pancasila sengaja diisi dengan paham-paham yang bertentangan dengan ajaran Islam.

"Pancasila akan hidup subur dalam pangkuan ajaran agama Islam. Kita dapat menjadi Muslim yang taat yang dengan riang gembira pula menyanyikan Indonesia Tanah Airku," kata Fuad mengutip pandangan pahlawan nasional Mohammad Natsir.

Ia meyakini, Pancasila adalah dasar yang paling tepat bagi eksistensi negara kesatuan Republik Indonesia. "Pancasila merupakan karya bersama milik bangsa," sambungnya.

Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945, Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan Hari Konstitusi 18 Agustus 1945, kata Fuad, adalah momentum yang mengingatkan betapa pentingnya mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan negara dan kehidupan berbangsa.

Yaitu nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Pancasila bukan sekadar jargon dan retorika politik. Untuk itu diperlukan sikap kenegarawanan yang Pancasilais," tutup Fuad. (Knu)

Baca Juga

Pancasila Ada pada Naskah Sunda dari Abad 16 M

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
MPR Soroti Pasien COVID-19 Nyaris Membludak di Rumah Sakit
Indonesia
MPR Soroti Pasien COVID-19 Nyaris Membludak di Rumah Sakit

Tingkat ketersediaan pasien di setiap RS rata-rata telah mencapai 70 persen.

HIPPI DKI: Pilkada Serentak 2020 Tak Beri Dampak Ekonomi
Indonesia
HIPPI DKI: Pilkada Serentak 2020 Tak Beri Dampak Ekonomi

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 ini tidak dapat memberikan dampak ekonomi.

Ganjil Genap Belum Diberlakukan Selama PSBB Transisi
Indonesia
Ganjil Genap Belum Diberlakukan Selama PSBB Transisi

PSBB transisi akan mulai kembali diberlakukan per Senin (12/10).

Kejagung Dinilai Tidak Paham Investasi Saham Dalam Pengusutan Asabri dan Jiwasraya
Indonesia
Kejagung Dinilai Tidak Paham Investasi Saham Dalam Pengusutan Asabri dan Jiwasraya

Dasar hukum yang dipakai Kejaksaan Agung dalam melakukan penyitaan, pemblokiran, perampasan aset yang tak terkait perkara korupsi dipertanyakan.

PT Angkasa Pura II Buka Pelayanan Tes COVID-19 Untuk Masyarakat Umum
Indonesia
PT Angkasa Pura II Buka Pelayanan Tes COVID-19 Untuk Masyarakat Umum

Layanan tes COVID-19 di Airport Health Center Terminal 1 bagi masyarakat umum ini tersedia untuk walk in service (24 jam) dan drive thru service

Ganjar Minta Kepala Daerah Hati-hati Garap Proyek di Masa Pandemi COVID-19
Indonesia
Ganjar Minta Kepala Daerah Hati-hati Garap Proyek di Masa Pandemi COVID-19

BPKP telah merancang pengawasan atas akuntabilitas perencanaan dan penganggaran di daerah, sebagai media untuk membantu pemda memastikan efektivitas dan efisiensi rancangan program.

Pihak Paling Diuntungkan dari Wacana Presiden Tiga Periode
Indonesia
Pihak Paling Diuntungkan dari Wacana Presiden Tiga Periode

selama Presiden Jokowi masih berkuasa, ritme penanganan hukum akan tetap lambat

Menkominfo Sebut Peluncuran Indosat 5G Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Indonesia
Menkominfo Sebut Peluncuran Indosat 5G Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Indosat Ooredoo meluncurkan layanan 5G pertama di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (22/6).

Dishub DIY Akan Revitalisasi Jalur Sepeda
Indonesia
Dishub DIY Akan Revitalisasi Jalur Sepeda

Pasalnya jalanan di DIY tidak selebar DKI Jakarta

Satu Tersangka Kebakaran Kejagung Mangkir dari Pemeriksaan Polisi
Indonesia
Satu Tersangka Kebakaran Kejagung Mangkir dari Pemeriksaan Polisi

Tersangka yang tidak hadir adalah Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung berinisial NH.