Kemenag Sebut Gereja Berperan Besar Jadi Pelopor Toleransi dan Persatuan Umat Beragama Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi. (Antaranews)

Merahputih.com - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi membuka 'God's Platform Summit' yang digelar organisasi kepemudaan Kristen di Jakarta. Acara ini berlangsung sejak Kamis (7/11) sampai hari ini.

Zainut berpesan tentang pentingnya peran generasi muda Kristen dalam menjaga kerukunan, kedamaian, dan persatuan umat, baik antar, maupun intra umat beragama.

Baca Juga:

Akun Wamenag 'Like' Akun Porno, Polisi Klarifikasi ke Pelapor

“Gereja dan Generasi Muda Kristen memiliki peran penting dalam mengajak seluruh komponen umat beragama di Indonesia untuk menjaga kerukunan, kedamaian, dan persatuan umat beragama, baik antar umat beragama maupun intra umat beragama,” kata Zainut dalam keterangannya, Jumat (8/11)

Menurut Zainut, keberagaman adalah keniscayaan, dan tidak dapat ditolak oleh masyarakat manapun. Karena melalui keberagaman, justru masyarakat dapat saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain. Bukan malah sebaliknya menegasikan atau meniadakan harkat dan martabat kemanusiaan.

Untuk menyikapi keberagaman Indonesia, Zainut mengajak semua pihak untuk mengedepankan sikap moderat. “Sikap untuk selalu berada di tengah antara ekstrimitas dalam praktik beragama,” jelasnya.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi saat ditemui di ruang kerjanya usai dilantik Presiden Joko Widodo, Jakarta, Jumat (25/10/2019). ANTARA/Anom Prihantoro/aa

Sementara itu, terkait dengan polemik radikalisme, cadar dan celana cingkrang, Zainut meminta perdebatan diakhiri karena hanya kesalahpahaman. Menurut Wakil Ketua MUI tersebut tak ada kaitan antara gaya berbusana seperti itu dengan paham radikal.

Dia mengklaim pelarangan gaya busana itu semula hanya akan diterapkan untuk ASN di lingkungan instansi pemerintah. Tak ada rencana penerapan di luar lembaga negara.

Baca Juga:

Wamenag Zainut Tauhid Lapor Polisi, Ada Apa?

Untuk menghindari perdebatan lanjutan di masyarakat, kata Zainut, Kemenag membatasi radikalisme menjadi tiga poin. Zainut menyebut radikalisme adalah paham yang mencederai nilai kemanusiaan, paham yang mencederai nilai hasil kesepakatan bersama, dan paham intoleran.

Zainut berkata tak ada satu orang pun yang sepakat terhadap paham radikal, sehingga ia mengajak semua pihak untuk bersama memerangi radikalisme. "Radikalisme, ekstremisme, dan terorisme harus kita lawan bersama-sama. Saya kira kita semuanya sepakat, yang duduk di sini semuanya sepakat ya," ucap Zainut. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH