Kemenag Pastikan Tak Potong Dana BOS Madrasah dan Pesantren Menteri Agama Fachrul Razi rapat kerja di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020) ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

MerahPutih.com - Kemenag memastikan tidak ada pemotongan alokasi dana BOS Madrasah dan Pesantren tahun 2020. Anggaran BOS 2020 yang sudah dicairkan besarannya sama dengan alokasi tahun 2019.

Kemenag awalnya merencanakan untuk menaikkan anggaran tersebut, namun ditunda sementara kenaikannya karena harus melakukan penghematan untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19.

"Berdasarkan hasil raker dengan Komisi VIII DPR, Selasa lalu, diputuskan untuk melanjutkan rencana kenaikan dana BOS Madrasah dan Pesantren," tutur Jubir Kemenag Oman Fathurahman dalam keteranganya di Jakarta, Kamis (10/9).

Baca Juga:

Madrasah dan Sekolah Berasrama Dilarang Buka Kegiatan Belajar Meski di Zona Hijau

Menurut Oman, dana BOS diserahkan untuk siswa madrasah (MI/MTs/MA) dan santri pesantren (Ula/Wustha/Ulya).

Data Ditjen Pendidikan Islam mencatat ada 3.894.365 siswa MI, 3.358.773 siswa MTs, dan 1.495.294 siswa MA. Sementara santri Pesantren Ula berjumlah 27.540 orang, Wustha 114.517 orang, dan 'Ulya 18.562 orang.

Tahun 2019, anggaran BOS Kemenag sebesar Rp800.000 (MI/Ula), Rp1.000.000 (MTs/Wustha), dan Rp1.400.000 (MA/'Ulya).

Untuk tahun 2020, anggaran ini direncanakan naik menjadi Rp900.000 (MI/Ula), Rp1.100.000 (MTs/Wustha), dan Rp1.500.000 (MA/'Ulya).

"Angka kenaikannya Rp100ribu per siswa madrasah dan per santri pesantren. Kenaikan anggarannya adalah Rp874,84 miliar untuk BOS Madrasah dan Rp16,06 miliar untuk BOS Pesantren. Total berkisar 890,90 miliar," jelas Oman.

Ilustrasi - Santri bersiap mengikuti proses belajar mengajar di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Bata-Bata, Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (14/6/2020). ANTARA FOTO/Saiful Bahri/foc.
Ilustrasi - Santri bersiap mengikuti proses belajar mengajar di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Bata-Bata, Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (14/6/2020). ANTARA FOTO/Saiful Bahri/foc.

Sampai Maret 2020, kata Oman, Kemenag masih dalam rencana awal untuk menaikkan anggaran BOS. Rencana tersebut lalu tertunda seiring pandemi COVID-19.

Kenaikan anggaran sebesar Rp100ribu per siswa dan santri dialokasikan terlebih dahulu untuk menangani pandemi COVID-19.

Hal itu sejalan dengan Perppu Nomor 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-l9) dan Perpres 54/2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara TA 2020.

Baca Juga:

Menteri Agama Minta Lulusan Madrasah Dibekali Penguasaan Bahasa Mandarin

Berdasarkan Surat Menkeu Nomor : S-302/MK.02/2020 tanggal 15 April 2020 tentang Langkah-Langkah Penyesuaian Belanja Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2020, total penghematan Kemenag mencapai Rp2,6 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp2,02 triliun diambilkan dari porsi anggaran Ditjen Pendidikan Islam.

Dalam rangka menindaklanjuti hasil raker dengan Komisi VIII DPR, Kemenag segera menyampaikan usulan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan.

"Kita usul ke Kemenkeu untuk mengalokasikan BOS Madrasah dan Pondok Pesantren tahun 2020 yang dihemat per siswa dan per santri sebesar Rp100.000," tandasnya. (Knu)

Baca Juga:

KPK Periksa Eks Pejabat Kemenag Terkait Korupsi Komputer Madrasah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Gerindra: Hukuman Mati Tak Bikin Jera Para Koruptor
Indonesia
Gerindra: Hukuman Mati Tak Bikin Jera Para Koruptor

"Tidak ada efek jera, kita lihatlah contohnya di KPK untuk hukuman maksimal enggak usah hukuman mati, KPK indeks persepsi kita turun," kata Supratman

Pemprov DKI: Pengusaha Bus Harus Patuhi Aturan Penghentian Operasi
Indonesia
Pemprov DKI: Pengusaha Bus Harus Patuhi Aturan Penghentian Operasi

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin liputo meminta perusahaan bus mengikuti aturan untuk menekan angka kenaikan penyebaran COVID-19.

Kedatangan Rizieq Bikin Simpang Gadog Macet, Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
Indonesia
Kedatangan Rizieq Bikin Simpang Gadog Macet, Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Banyak santri yang memadati Simpang Gadog untuk menunggu kedatangan Rizieq

Presiden Jokowi Minta Skema Perlindungan Sosial Tepat Sasaran
Indonesia
Presiden Jokowi Minta Skema Perlindungan Sosial Tepat Sasaran

"Dalam jangka pendek, semua skema program berkaitan dengan jaring perlindungan sosial seperti PKH, bansos tunai, BLT desa, betul-betul harus dipastikan berjalan efektif," ujarnya

 Gibran Resmi Maju di Pilwalkot Solo, Purnomo Tegaskan Dirinya Tak Ambisius Jadi Wali Kota
Indonesia
Gibran Resmi Maju di Pilwalkot Solo, Purnomo Tegaskan Dirinya Tak Ambisius Jadi Wali Kota

Purnomo tidak khawatir jika akhirnya nanti DPP PDIP menjatuhkan rekomendasi pada orang lain. Sebagai kader, Purnomo tetap bersikap tegak lurus mengikuti perintah partai.

Gelar Pesta Pernikahan Mewah di Tengah Pandemi COVID-19, Kapolsek Kembangan Dicopot
Indonesia
Gelar Pesta Pernikahan Mewah di Tengah Pandemi COVID-19, Kapolsek Kembangan Dicopot

Pria yang menikahi selebgram Rica Andriani ini tengah diperiksa Propam Polda Metro Jaya karena melanggar Makalumat Kapolri Mak/2/III/2020 yang dikeluarkan pada 19 Maret.

Langgar PSBB, Bahar Smith Dibui Lagi Baru Boleh Bebas 18 November 2021
Indonesia
Langgar PSBB, Bahar Smith Dibui Lagi Baru Boleh Bebas 18 November 2021

Bahar Smith dipenjara sampai 18 November 2021 setelah hak asimilasinya dicabut karena melanggar PSBB

 CEO Kitabisa.com: Dana Rp130 Miliar Terkumpul untuk Bantu Sesama Selama Pandemi COVID-19
Indonesia
CEO Kitabisa.com: Dana Rp130 Miliar Terkumpul untuk Bantu Sesama Selama Pandemi COVID-19

Pendiri dan CEO KitaBisa.com Al Fatih Timur mengatakan, penggalangan dana yang sifatnya gotong-royong tersebut telah dilakukan oleh berbagai kalangan termasuk para artis dan influencer bahkan anak-anak.

Jumlah Kematian akibat Virus Corona di AS Lampaui 3.000
Indonesia
Jumlah Kematian akibat Virus Corona di AS Lampaui 3.000

Amerika Serikat memiliki angka kematian harian tertinggi pada Senin dengan lebih dari 500 kematian baru.

Polisi Tak Bermasker Ini Marah Diingatkan Pakai Masker Oleh Rekannya Sesama Polisi
Indonesia
Polisi Tak Bermasker Ini Marah Diingatkan Pakai Masker Oleh Rekannya Sesama Polisi

Bripka Rizal yang berjaga di pos PSBB tersebut lantas melaporkan kejadian itu kepada perwira pengendali pos Ipda Ahmad