Kemenag Minta Warga Sulteng Tenang Menteri Agama Fachrul Razi. (Foto: MP/Ismail).

MerahPutih.com - Kementerian Agama (Kemenag) memerintahkan jajaran pegawai kantor wilayah Kemenag Sulawesi Tengah, melakukan berkoordinasi dan bersinergi dengan Kepolisian menyelesaikan pembunuhan dan pembakaran di daerah Sigi.

"Diminta tenangkan warga agar tidak terprovokasi dan melakukan tindakan yang bertentangan dengan ketentuan hukum," ujar Menteri Agama Fachrul Razi, Minggu (29/11).

Ia mengecam terjadinya tindak kekerasan dan pembunuhan yang menewaskan satu keluarga di Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Baca Juga:

MUI Minta Aparat Tidak Tegas Pelaku Pembunuhan di Sigi Sulteng

Berdasarkan penyelidikan sementara Kepolisian, kejadian ini diduga didalangi oleh kelompok militan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

"Tindakan semacam ini tidak bisa dibenarkan atas alasan apapun," ujar Fachrul.

Mantan Wakil Panglima TNI optimis, Kepolisian segera menangkap serta mengungkap modus pelaku kriminal ini.

"Anarkisme dalam bentuk apapun tidak bisa dibenarkan," tambahnya.

Rumah Transmigran di Sigi, Sulteng. (Foto: Antara).
Rumah Transmigran di Sigi, Sulteng. (Foto: Antara).

Jumat (27/11), satu keluarga yang terdiri dari empat orang di Dusun Lepanu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dibunuh orang tidak dikenal diduga dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

“Dari keterangan saksi yang melihat langsung saat kejadian yang kita konfirmasi dengan foto-foto, DPO MIT Poso, ada kemiripan,” kata Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Abdul Rakhman Baso.

Ia memastikan, saat ini situasi kondusif dan aparat keamanan sudah melakukan trauma healing kepada warga setempat untuk takut terkait kejadian itu. Bahkan, saat ini di lokasi telah ditempatkan sejumlah personel aparat keamanan. (Knu)

Baca Juga:

Kronologis Pembantaian Satu Keluarga di Sigi Sulteng

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Selebgram Millen Cyrus Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba
Indonesia
Selebgram Millen Cyrus Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Ahrie Sonta, membenarkan penangkapan perempuan yang juga keponakan Ashanty ini.

Dewas KPK Telah Berikan 34 Izin Penyadapan
Indonesia
Dewas KPK Telah Berikan 34 Izin Penyadapan

"Izin tersebut terdiri dari 34 izin penyadapan, 15 izin penggeledahan, dan 134 izin penyitaan," kata Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean

Jokowi Kirim 20.000 Paket Sembako ke Warga Solo Terdampak COVID-19
Indonesia
Jokowi Kirim 20.000 Paket Sembako ke Warga Solo Terdampak COVID-19

Rudy menegaskan keinginan pusat dengan bantuan ini supaya tidak ada warga yang kelaparan akibat pandemi COVID-19

Kompensasi Dampak Penerima Vaksin, Pemerintah Dituntut Konsisten
Indonesia
Kompensasi Dampak Penerima Vaksin, Pemerintah Dituntut Konsisten

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menandatangani Perpres Nomor 14 Tahun 2021 pada 9 Februari 2021.

Agus Martowardojo Bantah Diperiksa KPK Soal Cetak Uang Rupiah di Australia
Indonesia
Agus Martowardojo Bantah Diperiksa KPK Soal Cetak Uang Rupiah di Australia

Agus yang saat itu menjabat sebagai Menteri Keuangan enggan mengomentari kasus tersebut.

Pakar Hukum UI Minta Penegak Hukum Waspada Jika Ada Masalah Perdata ke Pidana
Indonesia
Pakar Hukum UI Minta Penegak Hukum Waspada Jika Ada Masalah Perdata ke Pidana

Hutang piutang dan perjanjian kerja tidak bisa dilaporkan ke ranah pidana

Cawawalkot Pilar Saga, Putra Bupati Serang Punya Harta Kekayaan Rp28 Miliar
Indonesia
Cawawalkot Pilar Saga, Putra Bupati Serang Punya Harta Kekayaan Rp28 Miliar

Putra Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, itu tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp28,06 miliar.

Kapolda Metro Bakal Berkantor di Polsek Zona Merah Corona
Indonesia
Kapolda Metro Bakal Berkantor di Polsek Zona Merah Corona

Kapolda Metro Jaya berencana bakal berkantor di polsek-polsek titik zona merah.

Polri Temukan Kasus Penyelewengan Dana Bansos COVID-19 di 2 Provinsi Ini
Indonesia
Polri Temukan Kasus Penyelewengan Dana Bansos COVID-19 di 2 Provinsi Ini

Satgas Khusus Pengawasan Dana COVID-19 Polri menemukan ada beberapa daerah terindikasi menyelewengkan dana dari pemerintah untuk penanganan virus corona.