Kemenag Koordinasi dengan BNPT Verifikasi Data 198 Pesantren Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani (ANTARA/Desi Purnamawati)

MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut ada 198 pondok pesantren yang terafiliasi dengan jaringan terorisme.

Terkait temuan tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) berkoordinasi dengan BNPT melakukan verifikasi 198 pondok pesantren yang disebut terafiliasi dengan jaringan terorisme.

Baca Juga

PP Persis Sebut BNPT Bisa Digugat Pondok Pesantren

"Verifikasi perlu dilakukan untuk memastikan bahwa nama-nama lembaga dalam data BNPT tersebut adalah pesantren dan mengidentifikasi apakah nama yang terdata BNPT itu adalah pesantren yang memiliki izin terdaftar dari Kementerian Agama," ucap Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (3/2).

Saat ini, sudah lebih kurang 36 ribu pesantren yang terdata memiliki izin terdaftar dari Kementerian Agama. Meski demikian, kata Dhani, tidak semua pesantren yang ada saat ini memiliki izin dari Kemenag.

“Karena itu, kami perlu klarifikasi dengan BNPT untuk memastikan data itu apakah semuanya pesantren yang terdaftar atau tidak,” tuturnya.

Klarifikasi dan verifikasi juga penting dilakukan untuk memastikan pesantren yang teridentifikasi BNPT itu apakah memenuhi arkanul ma’had (rukun pesantren) atau tidak.

"Jika tidak terdaftar dan tidak memenuhi arkanul ma’had, tentu tidak bisa disebut pesantren, dan tidak boleh beroperasi atas nama pesantren," katanya

Ia menambahkan, jika teridentifikasi ada pesantren yang terdaftar dan terbukti berafiliasi dengan jaringan terorisme, akan diberi sanksi tegas hingga pencabutan izin.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Waryono Abdul Ghafur merinci unsur-unsur minimal pesantren yang disebut sebagai arkanul ma’had.

Baca Juga

BNPT Diminta Atur Strategi Cegah Modus Terorisme Melalui Perempuan

Rukun pesantren itu terdiri atas kiai yang menjadi figur teladan sekaligus pengasuh yang membimbing santri, santri mukim, pondok atau asrama, masjid atau musalla, serta kajian kitab kuning.

Faktanya, dari sejumlah nama yang disebut BNPT, setelah dicek, tidak semua masuk kategori pesantren. "Makanya, kami koordinasi lebih lanjut dengan BNPT agar ada kesamaan data,” ucapnya.

Ia menyebut, tata kelola pesantren saat ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

"Jadi posisi pesantren sekarang semakin kuat karena sudah ada rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi dari negara dengan tetap mempertahankan kekhasan dan kemandirian pesantren,” lanjutnya.

Waryono menambahkan, unsur penting lainnya dari pesantren adalah komitmen kebangsaan dan nasionalisme. Sejarah perjuangan bangsa tidak lepas dari kontribusi pesantren.

"Banyak pahlawan bangsa yang lahir dari rahim pesantren. Karenanya, pesantren lekat dengan semangat nasionalisme dan kebangsaan," sebutnya.

Waryono mengimbau orang tua santri agar selektif saat akan menitipkan putra-putrinya di pesantren.

Orangtua perlu memastikan pesantren yang dipilih adalah lembaga pendidikan yang memenuhi arkanul ma'had sebagaimana diatur dalam regulasi. Para pengasuhnya memiliki sanad keilmuan yang jelas.

"Jangan over generalisasi juga. Ada ribuan pesantren yang bisa menjadi pilihan terbaik buat pendidikan anak-anak Indonesia," tutupnya. (Knu)

Baca Juga

Sepanjang 2021, BNPT Menindak 365 Teroris Afiliasi JAD hingga FPI

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Biar Merasa Tidak Dihukum, Kemenkeu Bangun Rumah Bagi Pegawai di Papua
Indonesia
Biar Merasa Tidak Dihukum, Kemenkeu Bangun Rumah Bagi Pegawai di Papua

Pegawai tidak merasa bertugas di suatu daerah dianggap sebagai hukuman seiring ada pegawai lain yang bertugas di Jakarta, Jawa Barat hingga Bali.

Jokowi Bakal Terbang ke Papua Buka PON XX
Indonesia
Jokowi Bakal Terbang ke Papua Buka PON XX

Presiden Joko Widodo dijadwalkan membuka secara langsung PON XX dan Peparnas di Papua, Sabtu (2/10).

Tujuan Polri Siagakan Tiga Kapal Besar di Dekat Sirkuit Mandalika
Indonesia
Tujuan Polri Siagakan Tiga Kapal Besar di Dekat Sirkuit Mandalika

Polri bersama otoritas pengamanan lainnya kerap melakukan rapat terbatas

Jokowi Keluarkan Perpres Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan terhadap Anak
Indonesia
Jokowi Keluarkan Perpres Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan terhadap Anak

2 dari 3 anak perempuan dan anak laki-laki di Indonesia pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya.

Kisah Warga Jakarta Pertama Kali Jajal Salat Id di Stadion JIS
Indonesia
Kisah Warga Jakarta Pertama Kali Jajal Salat Id di Stadion JIS

Komarudin (32), warga Kemayoran asal Cirebon itu, sampai memilih tidak mudik tahun ini

Pulang Sekolah Malah Asyik Nongkrong, 229 Pelajar Diamankan Satpol PP
Indonesia
Pulang Sekolah Malah Asyik Nongkrong, 229 Pelajar Diamankan Satpol PP

Hasilnya, sebanyak 229 pelajar terjaring razia. Perinciannya, pelajar SMA/SMK 220 orang dan 9 pelajar SMP.

Polisi yang Ambil CCTV di Rumah Ferdy Sambo Berpotensi Dipidana
Indonesia
Polisi yang Ambil CCTV di Rumah Ferdy Sambo Berpotensi Dipidana

Mabes Polri memeriksa anggotanya yang mengambil CCTV di sekitar rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

[HOAKS atau FAKTA]: Stut Motor Mogok Ditilang Rp 250 Ribu
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Stut Motor Mogok Ditilang Rp 250 Ribu

Beredar sebuah informasi di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa polisi akan menilang sebesar Rp 250 ribu kepada pengendara sepeda motor yang melakukan stut kendaraan.

Ketua DPRD DKI Sindir Anies soal Usulan Ali Sadikin Jadi Nama Jalan
Indonesia
Ketua DPRD DKI Sindir Anies soal Usulan Ali Sadikin Jadi Nama Jalan

etua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sebab, usulannya mengganti nama Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat menjadi Ali Sadikin tidak digubris.

Guru Dibunuh di Sekolah, Siswa dan Tenaga Pendidik Dapatkan Pendampingan Psikologis
Indonesia
Guru Dibunuh di Sekolah, Siswa dan Tenaga Pendidik Dapatkan Pendampingan Psikologis

Kasus pembunuhan terhadap Ati Rohaeni dilakukan dengan cara penusukan oleh NM. Peristiwa terjadi pukul 7 pagi di SD Tilil Bandung.