Kemenag Dinilai Kurang Terbuka kepada Pers dan Publik Menteri Agama Fachrul Razi di halaman Istana Negara, Jakarta. (ANTARA/Bayu Prasetyo)

MerahPutih.com - Kementrian Agama (Kemenag) kembali menjadi sorotan publik karena kerap mengeluarkan pernyataan dan kebijakan yang kontroversial. Kemenag juga dinilai kurang terbuka kepada insan pers dan publik.

Banyak insan pers yang mengeluh karena sulit mewawancara sebagian besar pejabat Kemenag. Hal ini yang menjadi indikasi kurang terbukanya Kemenag kepada publik.

Seorang wartawan senior yang bertugas meliput berbagai isu, program dan kebijakan Kemenag juga mengakui sulitnya berkomunikasi dengan sebagian pejabat Kemenag. Menurutnya, selama bertugas di Kemenag, sejumlah pejabat di sana kurang komunikatif.

Baca Juga:

Penjelasan Kemenag Soal Pernyataan Fachrul Razi Radikalisme Disebar Orang 'Good Looking'

"Itu sudah berlangsung lama. Beberapa pejabat di sana (Kemenag) sangat sulit dihubungi ketika ingin kami wawancarai," kata wartawan itu, yang tidak ingin disebut namanya, di Jakarta, Jumat (11/9).

Sejak era Menteri Lukman Hakim Saifuddin, Kemenag sudah meniadakan ruangan wartawan atau press room. Kebijakan Kemenag ini juga menuai protes dari banyak wartawan.

Dugaan Kemenag tidak terbuka kepada insan pers dan publik semakin menguat terlebih pejabat-pejabat Kemenag banyak yang sulit dihubungi untuk diwawancara.

"Jadi kita di sini kayak rombongan liar, tidak ada fasilitas press room. Mereka (Humas Kemenag) beralasan kalau di sana tidak ada wartawan, padahal kami minim informasi agenda kegiatan Kemenag," ujar wartawan lainnya berinisial BA.

Menteri Agama Fachrul Razi rapat kerja di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020) ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Menteri Agama Fachrul Razi rapat kerja di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020) ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Sebenarnya para jurnalis yang bertugas di Kemenag tidak diam dengan kondisi tersebut. Mereka sudah berusaha untuk memberikan masukan kepada Humas Kemenag agar Kemenag terbuka kepada insan pers dan publik.

"Tapi apa yang kami lakukan seakan tidak mereka pedulikan, seperti mereka punya agenda sendiri, di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, masih ada lembaga negara yang seperti ini," kata HAM, seorang wartawan media cetak.

Meskipun pejabat di Kemenag kurang terbuka, namun wartawan yang biasa meliput di Kemenag tetap ingin lembaga tersebut menjadi lembaga yang betul-betul menjalankan slogannya yaitu "Ikhlas Beramal".

"Yang paling sulit dihubungi itu menurut kita Dirjen Haji dan Umrah, itu sudah dari dulu. Bagaimana mungkin seorang Dirjen Haji dan Umrah yang begitu penting mengurus persoalan haji, sangat sulit dikontak apalagi diwawancara. Kami berharap ada perubahan pola komunikasi di Kemenag, agar lebih baik kedepannya," kata BU menambahkan.

Baca Juga:

Kemenag Pastikan Tak Potong Dana BOS Madrasah dan Pesantren

Kemenag dengan cakupan tanggung jawab besar seharusnya mampu menyajikan informasi yang tepat kepada masyarakat. Proses penyampaian pesan yang hanya satu arah sama saja dengan menutup diri, padahal saat ini merupakan era masyarakat informasi.

"Saluran informasi yang tidak sampai kepada masyarakat dengan baik, ditambah pernyataan Menag Fachrul Razi yang terus mengangkat isu radikalisme, semakin menambah citra buruk Kemenag," kata AZR, wartawan media online.

Sebelumnya, dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI. Para anggota dewan juga mencecar pola komunikasi yang dilakukan oleh pejabat di Kemenag. Salah satu kritik datang dari anggota Komisi VIII, Iskan Qolba Lubis yang mempertanyakan peranan Kehumasan di Kemenag.

Menurut Iskan, kurangnya peran kehumasan ini penyebab menteri agama kerap melontarkan pernyataan kontroversial. (Pon)

Baca Juga:

Kemenag Solo Bolehkan Salat Idul Adha di Lapangan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
20 Nakes RSUD Ngipang Solo Terpapar COVID-19, Pelayanan Pasien Umum Diliburkan
Indonesia
20 Nakes RSUD Ngipang Solo Terpapar COVID-19, Pelayanan Pasien Umum Diliburkan

Akibat kejadian tersebut pihak manajemen memberlakulan meliburkan pelayanan pasien umum guna menghindari bertambahnya jumlah kasus COVID-19.

Reisa Broto Asmoro Jadi Anggota Komunikasi Penanganan COVID-19, Begini Komentar Pengamat
Indonesia
Reisa Broto Asmoro Jadi Anggota Komunikasi Penanganan COVID-19, Begini Komentar Pengamat

Pola komunikasi luwes akan lebih mudah diterima masyarakat khususnya di kalangan milenial.

Polisi Korban Penembakan Teroris di Sulteng Meninggal Dunia
Indonesia
Polisi Korban Penembakan Teroris di Sulteng Meninggal Dunia

Anggota Satuan Brimob Polda Sulteng itu meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian leher belakang (pundak) dan perut.

Kamera e-TLE Enggak Bisa Tilang Pengendara yang Merokok Sambil Naik Motor
Indonesia
Kamera e-TLE Enggak Bisa Tilang Pengendara yang Merokok Sambil Naik Motor

Polisi masih melakukan pengembangan untuk dapat merekam yang melanggar karena merokok saat berkendara

Lagi, Sekretariat PAC PDI-P Dilempar Bom Molotov
Indonesia
Lagi, Sekretariat PAC PDI-P Dilempar Bom Molotov

Muad Khalim mengaku tengah membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian

Dituduh Usul Sipil Bebas Punya Senpi, Bamsoet Bereaksi
Indonesia
Dituduh Usul Sipil Bebas Punya Senpi, Bamsoet Bereaksi

Bamsoet berdalih omongannya dipelintir media.

Silang Pendapat Pimpinan KPK Terkait Pengunduran Diri Febri Diansyah
Indonesia
Silang Pendapat Pimpinan KPK Terkait Pengunduran Diri Febri Diansyah

KPK dengan segala kondisinya saat ini merupakan sebuah ujian. Lembaga antirasuah merupakan candradimuka bagi para pejuang antikorupsi.

Rawan Pencurian, Gibran Ronda Malam Keliling Kampung Pukul Kentungan
Indonesia
Rawan Pencurian, Gibran Ronda Malam Keliling Kampung Pukul Kentungan

Kegiatan ronda malam dengan melakukan jalan kaki keliling kampung dengan memukul kentungan.

DPC PDIP Solo Tolak Mundurnya Purnomo dari Pertarungan Pilwakot
Indonesia
DPC PDIP Solo Tolak Mundurnya Purnomo dari Pertarungan Pilwakot

DPC PDIP Solo akan mengikuti proses tahapan Pilwakot dari KPU Solo

Nekat Terobos Perlintasan Kereta, Siap-siap Didenda Rp750 Ribu
Indonesia
Nekat Terobos Perlintasan Kereta, Siap-siap Didenda Rp750 Ribu

Pelanggaran tersebut saat ini akan diberlakukan denda sejumlah Rp750.000 yang sudah ditentukan dalam UU LLAJ (Lalu Lintas Angkutan Jalan).