Kematian Dokter Saat Pandemi Bisa Dicegah Jika Pemangku Kebijakan Paham Epidemi dan Penyakit Sejumlah tenaga kesehatan mendorong peti mati berisi jenazah dokter Oki Alfin yang meninggal akibat COVID-19, di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (12/9). ANTARA FOTO/FB Anggoro

Merahputih.com - Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (PP IKABI) dr Patrianev Darwis SpB KV menyebutkan kematian dokter pada saat pandemi COVID-19 sebenarnya bisa dicegah.

Permasalahannya, menurut dia, karena pemangku kebijakan tidak paham apa itu epidemi dan apa itu penyakit.

"Kalau mereka paham apa itu tidak akan terjadi lonjakan kasus yang demikian cepat,” ujar Patrianev dikutip Antara, Minggu (1/8).

Baca juga:

Vaksinasi Drive-Thru, Mudah dan Praktis

Dia mengakui, penyakit akibat COVID-19 tersebut bisa sembuh jika ditangani dengan tepat, akan tetapi jika terjadi epidemi dan lonjakan kasus demikian cepat sehingga kapasitas fasilitas kesehatan tidak memadai maka akan menyebabkan banyak masyarakat yang terinfeksi tidak tertolong.

Patrianev membandingkan pada saat awal pandemi yang mana tenaga kesehatan menggunakan perlengkapan seadanya, akan tetapi dokter yang meninggal sedikit.

“Anehnya sekarang kita bekerja dengan perlengkapan yang lebih baik, tetapi terjadi kematian yang tinggi pada dokter dan tenaga kesehatan,” beber dia.

Pihaknya mencatat lebih dari 600 dokter meninggal dunia selama menangani pandemi. Bahkan pada Juli saja, dokter yang meninggal mencapai 168 orang. Padahal pada puncak pandemi pada Januari 2021, jumlah dokter yang meninggal sebanyak 68 orang.

Ilustrasi tenaga medis (Foto: Unsplash/Viki Mohamad)

“Kematian dokter meningkat drastis pada Juli ini, tiga kali lipat dari pada puncak gelombang pertama. Setiap hari ada lima hingga enam dokter yang meninggal pada bulan ini. Belum lagi kalau kita hitung dokter gigi, tenaga kesehatan, dan lainnya,” terang dia.

Dia menambahkan dokter yang terdampak bukan hanya dokter penyakit dalam, tetapi juga semua dokter. Dokter juga tidak mungkin mengangkat bendera putih karena terikat pada sumpah dokter dan Kode Etik Kedokteran.

“Dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran mempunyai hak yakni memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional. Memberikan pelayanan medis sesuai standar, menerima imbalan jasa, dan memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari pasien dan keluarganya,” terang dia.

Dokter memiliki risiko yang tinggi dikarenakan terpapar virus dalam jangka waktu yang lama, keletihan, kelelahan bekerja, stigmatisasi, stigmatisasi, kekerasan verbal dan fisik, hingga jam kerja yang panjang.

Baca juga:

Kemenkes dan ALODOKTER Adakan Pelatihan Demi Lancarnya Vaksinasi COVID-19

Dokter, lanjut dia, meninggal banyak dikarenakan tidak bisa menolak pasien, alat pelindung diri terbatas, pelacakan pasien terbatas, pemeriksaan swab baik antigen maupun PCR berbayar, dan pelacakan bahkan di fasilitas kesehatan jelek.

Dia berharap perlu adanya perlindungan negara terhadap dokter yang meninggal baik itu dokter ASN dan yang bukan ASN, tunjukkan simpati dan empati dan negara harus serius menangani COVID-19 serta tidak lagi membenturkan kesehatan dengan ekonomi. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Kerumunan Pertunjukan Barongsai di PIK
Indonesia
Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Kerumunan Pertunjukan Barongsai di PIK

Sejauh ini, pihaknya belum menemukan tersangka lain

Pemprov DKI Kerahkan 5.000 Petugas di Lokasi Rawan Tumpukan Sampah
Indonesia
Pemprov DKI Kerahkan 5.000 Petugas di Lokasi Rawan Tumpukan Sampah

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan sebanyak 5.000 petugas yang disiagakan di lokasi rawan tumpukan sampah saat cuaca ekstrem.

Belasan Sumur Warga Klaten Amblas, ESDM Jateng Pastikan Tidak Ada Kaitan dengan Merapi
Indonesia
Belasan Sumur Warga Klaten Amblas, ESDM Jateng Pastikan Tidak Ada Kaitan dengan Merapi

Belasan sumur milik warga di Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah tiba-tiba amblas dalam waktu berdekatan.

Puluhan Ribu Pelamar Siap Bersaing, Segini Besaran Gaji PNS Pemprov DKI
Indonesia
Puluhan Ribu Pelamar Siap Bersaing, Segini Besaran Gaji PNS Pemprov DKI

Pemprov DKI Jakarta membuka pendaftaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2021.

Kucurkan Rp667 Triliun, BI Ingin Permintaan Kredit Melonjak
Indonesia
Kucurkan Rp667 Triliun, BI Ingin Permintaan Kredit Melonjak

BI mencatatkan realisasi kredit perbankan kembali menurun sebesar 0,12 persen pada September 2020.

Pemprov DKI Minta Pemerintah Pusat tak Potong Intensif Tenaga Kesehatan
Indonesia
Pemprov DKI Minta Pemerintah Pusat tak Potong Intensif Tenaga Kesehatan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta kepada Pemerintah Pusat untuk tidak memotong intensif tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19.

KPK Cecar Operator Legislator PDIP Ihsan Yunus Soal Pengadaan Bansos
Indonesia
KPK Cecar Operator Legislator PDIP Ihsan Yunus Soal Pengadaan Bansos

KPK memeriksa Agustri Yogaswara selaku operator dari anggota DPR Fraksi PDIP Ihsan Yunus dalam kasus dugaan suap pengadaan bansos COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Presiden Persija Dicecar 28 Pertanyaan Soal Konvoi di Bundaran HI
Indonesia
Presiden Persija Dicecar 28 Pertanyaan Soal Konvoi di Bundaran HI

Manajemen Persija hanya mengurus pemain dan jadwal pertandingan

PPKM Mikro Bantu Positivity Rate COVID-19 Di Jatim Jadi 6 Persen
Indonesia
PPKM Mikro Bantu Positivity Rate COVID-19 Di Jatim Jadi 6 Persen

turunnya kasus dan positivity rate tersebut dibarengi penurunan BOR atau keterisian rumah sakit. Sebab saat ini BOR isolasi sudah turun dari 79 persen di awal PPKM menjadi 33 persen untuk isolasi biasa.

Polda Metro Jaya Bongkar Penyelundupan Narkoba Melalui Speaker dan Makanan Binatang
Indonesia
Polda Metro Jaya Bongkar Penyelundupan Narkoba Melalui Speaker dan Makanan Binatang

Polda Metro mengungkap modus pengiriman narkoba jenis sabu dan ekstasi di dalam sebuah speaker.