Kemasan Abon Anti Sinar X, Modus Baru Penyelundup Narkoba Indonesia Ilustrasi (Pixalbay)

MerahPutih.com - Modus penyelundupan narkoba di Indonesia kian canggih. Kepolisian baru saja berhasil menggagalkan penyelundupan ribuan ekstasi dan sabu 8,8 kilogram dikemas dalam bungkusan abon yang mampu mengakali deteksi mesin sinar X.

"Bungkus abon ini untuk mengelabui. Ini baru pertama kali untuk narkoba, ini modus baru," kata Kapolda Riau Irjen Widodo Eko di Pekanbaru, Kamis (25/10).

Widodo menjelaskan kasus ini berawal dari penangkapan seorang calon penumpang pesawat di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru, pada Selasa tanggal 23 Oktober. Total barang bukti narkoba yang disita dalam kasus narkoba kemasan abon adalah sekitar 8,8 kilogram sabu dan 18.070 butir ekstasi.

"Kita sinyalir demikian, ini adalah jaringan narkoba terbesar di Indonesia," ujar jenderal polisi bintang satu itu, dikutip dari Antara.

barang bukti
Barang bukti penyelundupan narkoba. (ANT)

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto menambahkan kemasan abon sebagai penyamaran pengiriman narkoba dirancang sedemikian rupa shingga tidak terdeteksi saat melewati mesin sinar X di bandara maupun pelabuhan.

"Bagian dalam kemasan dilapisi lapisan alumunium cukup tebal. Ini diduga untuk mengantisipasi agar tidak terdeteksi sinar X," kata dia, dalam kesempatan yang sama.

Menurut Susanto, ada dua tersangka dalam kasus tersebut yakni berinsial Mk dan Ms. Keduanya adalah warga Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Susanto menjelaskan kemasan abon yang ditemukan ada yang tertulis berasal dari Medan, Lampung, Palembang, namun semuanya sebenarnya dibuat di Surabaya. "Tapi merk abon ini semuanya tidak ada di jual di pasar. Itu sengaja dibuat bandar untuk pengiriman narkoba," tandas dia. (*)



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH