Kemarin Puncaknya, Polisi Suruh 60 Ribu Kendaraan Pemudik Putar Balik Petugas memeriksa kendaraan pemudik yang memasuki wilayah Jateng lewat jalur tol, Sabtu malam. (ANTARA/HO-Humas Polda Jateng)

Merahputih.com - Korlantas Polri menyebut per Kamis (21/5) kemarin merupakan puncak kendaraan pemudik nekat yang hendak menembus razia PSBB. Terdapat 4.000 kendaraan pribadi yang diminta putar balik.

Kabagops Korlantas Polri Kombes Benyamin menjelaskan, dari ribuan kebdaraan itu termasuk 80 travel dan bus gelap yang langsung diamankan petugas.

Baca Juga

Buntut Pelarangan Mudik, Pengguna Jalan Tol Turun Drastis

“Kemarin 21 Mei itu puncaknya. Total kendaraan yang diputar balik selama larangan mudik mencapai 60.000 kendaraan. Kenapa kemarin (meningkat) itu karena orang banyak coba pergi saat (sudah masuk) liburan,” kata Benyamin kepada wartawan, Jumat (22/5).

Mengingat volume yang besar, perwira menengah itu mengatakan, polisi memutuskan tidak perlu melakukan pengecekan.

Petugas gabungan mengarahkan bus yang membawa pemudik dari arah Bekasi menuju Karawang untuk berputar arah di Perbatasan Karawang - Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Penyekatan akses transportasi di perbatasan tersebut sebagai tindak lanjut kebijakan larangan mudik yang berlaku bagi kendaraan pribadi, angkutan umum dan motor kecuali mobil pemadam kebakaran, angkutan logistik dan kebutuhan pokok serta ambulan. (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/pras.)
Petugas gabungan mengarahkan bus yang membawa pemudik dari arah Bekasi menuju Karawang untuk berputar arah di Perbatasan Karawang - Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Penyekatan akses transportasi di perbatasan tersebut sebagai tindak lanjut kebijakan larangan mudik yang berlaku bagi kendaraan pribadi, angkutan umum dan motor kecuali mobil pemadam kebakaran, angkutan logistik dan kebutuhan pokok serta ambulan. (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/pras.)

Seluruh kendaraan pribadi yang melintas dii Tol Cikarang Barat arah ke Timur langsung diputar balik.

“Kami gak pakai periksa dan semua kita keluarkan (tol) untuk balik arah. Gak boleh keluar. (Alasannya) karena sudah gak ada kerja lagi. Hari ini sudah libur. Tutup semua. Mobil kecil. Bus tanpa sticker gak boleh. Alasan-alasan kerja di Karawang sudah tidak boleh, karena semua pabrik libur Lebaran,” jelas Benyamin.

Benyamin memprediksi hari ini dan besok juga masih banyak pemudik nekat yang mencoba keluar wilayah Jakarta untuk menuju ke daerah asal.

“Kalau dikeluarkan langsung semua tanpa periksa gak macet. Kalau diperiksa pasti macet panjang. Biasanya pilah dan pilih. Tapi (kemarin) kondisinya tidak bisa," jelas dia.

Baca Juga

Mahfud: Larangan Mudik Berlaku di Seluruh Indonesia

"Hari ini juga tidak ada pengecekan. Kendaraan barang lurus saja. Tapi mobil pribadi langsung dikeluarkan,” tambahnya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH