Kemarahan Jokowi Dinilai Bentuk Lepas Tanggung Jawab dan Mencari Kambing Hitam Presiden Joko Widodo. (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr/aa/sh

MerahPutih.com - Pengamat politik Pangi Swayri Chaniago menilai, kinerja kementerian yang jeblok memancing kejengkelan serta emosi Presiden Jokowi dalam pidatonya di hadapan para menteri.

Menurut Pangi, sikap marah-marah Presiden Jokowi dipertontonkan di hadapan para menteri jadi dagelan politik, mencari “kambing hitam” demi menutupi kelemahannya sebagai presiden dalam menjalankan roda pemerintahan.

Baca Juga:

Polisi Temukan 'Mens Rea' Korupsi, Jokowi: Gigit Saja

"Bagaimana mungkin kita bisa mahfum bahwa kegagalan pemerintahan tertumpu pada kelemahan pembantu presiden? Bagaimana ceritanya kalau presidennya tak punya strong leadership yang berkelas, apakah masih bisa mengerakkan gerigi rotari? Memberikan pengaruh dan energi positif bagi menterinya dan menjadi kekuatan/semangat bagi para menteri?" jelas Pangi, Rabu (1/7).

Pangi melanjutkan, kegagalan menteri adalah kegagalan Presiden Jokowi sendiri. Sebab, presiden dan menteri itu satu kesatuan orkestra yang memainkan lagu dan musik secara bersama.

"Sebetulnya ini bagian integrasi atau satu kesatuan, pada dasarnya adalah bagian yang tak terpisahkan, dalam mengerakkan keberhasilan roda pemerintahan yang sedang beliau pimpin. Tempo permainan harus sama, tidak masuk akal comman sense tertumpu kesalahan dengan menyalahkan salah satunya aktor saja," jelas Pangi.

Ia menyebut, yang dipertontonkan di ruang publik ibarat “menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri”.

"Ini adalah dagelan politik yang sedikit agak memalukan, pada saat yang sama sebetulnya Presiden mengonfirmasi atau membuat pengakuan atas kegagalannya dalam memimpin lewat kinerja menterinya yang inkompeten," jelas Pangi.

Presiden Joko Widodo selaku inspektur upacara tiba dalam Peringatan Ke-74 Hari Bhayangkara Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/7/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL/aww. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Presiden Joko Widodo selaku inspektur upacara tiba dalam Peringatan Ke-74 Hari Bhayangkara Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/7/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL/aww. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Di sisi lain kemarahan pejabat di ruang publik seringkali dijadikan sebagai alat politik.

Pangi menyebut, ini adalah kesempatan bagi Jokowi untuk terus memposisikan dirinya terlihat “cuci tangan bersih".

"Sementara pihak yang paling layak disalahkan atas ketidakmampuannya dalam menjalankan roda pemerintahan adalah para menteri yang tidak becus bekerja, bukan dirinya sebagai presiden," terang dia.

Pangi meyakini, langkah ini bagian dari strategi mengeser perhatian publik, yang tadinya kinerja pemerintah yang buruk tertuju atau fokus pada kelemahan strong leadership seorang presiden.

"Harapannya desain tekanan publik dari awalnya mempersalahkan presiden bergeser menyalahkan menteri," terang dia.

Baca Juga:

Jokowi Keluarkan 7 Instruksi ke Polri di HUT Bhayangkara

Pangi menyarankan, ketimbang marah-marah di depan para menteri, jauh lebih berkelas beliau melakukan reshuffle senyap berbasis kinerja, bukan lagi waktunya reshuffle berbasis bagi-bagi kue kekuasaan, tapi reshuffle wajib berbasis key performance indicator (KPI) yang terukur, bukan penilaian berdasarkan like or dislike, asumsi, pikiran liar, berdasarkan penilaian klaim semata.

Jokowi tak perlu marah-marah, mengguliti menteri di depan publik, sama saja buka aibnya sendiri, sama saja ketidakmampuan presiden sendiri dipertontonkan.

"Jauh lebih baik/terhormat langsung saja reshuffle tanpa bising di ruang panggung publik, presiden ceramah, ngomel di depan menteri sudah enggak menarik lagi dipertontonkan, sudah enggak zamannya menteri diceramahi pakai marah-marah sagala," tutup analis politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini. (Knu)

Baca Juga:

Jokowi Marah, Ini Penilaian Ombudsman

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tambah Tersangka, Hasutan di Grup WhatsApp Jadi Pemicu Pembubaran Midodareni
Indonesia
Tambah Tersangka, Hasutan di Grup WhatsApp Jadi Pemicu Pembubaran Midodareni

Saat ini polisi mengamankan 12 pelaku, 8 diantaranya ditetapkan sebagai tersangka. Para tersangka dikenakan pasal 160 KUHP dan atau pasal 335 KUHP.

Lewati Gang Sempit, SDA Johar Baru Kesulitan Keruk Kali Sentiong
Indonesia
Lewati Gang Sempit, SDA Johar Baru Kesulitan Keruk Kali Sentiong

Pengerukan sendimen lumpur di Kali Sentiong itu sudah dikerjakan sepanjang 150 meter

Mayoritas Orang Tua Murid di Jakarta Setuju Belajar Tatap Muka
Indonesia
Mayoritas Orang Tua Murid di Jakarta Setuju Belajar Tatap Muka

Sebagian besar orang tua murid menyetujui rencana pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal tahun 2021.

Positif COVID Bertambah Drastis, Fadli Zon Kritik Pemerintah
Indonesia
Positif COVID Bertambah Drastis, Fadli Zon Kritik Pemerintah

"Indeks kematian tenaga medis, posisi Indonesia adalah yang terburuk di dunia. Jika penanganan COVID-19 masih berlangsung seperti sekarang," kata Fadli.

Seribu Lebih Pengungsi Merapi Dievakuasi ke Empat Kabupaten
Indonesia
Seribu Lebih Pengungsi Merapi Dievakuasi ke Empat Kabupaten

Warga paling banyak dievakuasi ke Kabupaten Magelang

Pemerintah Dapat 'Lampu Hijau' Terima Hibah Alutsista dari Amerika Serikat
Indonesia
Pemerintah Dapat 'Lampu Hijau' Terima Hibah Alutsista dari Amerika Serikat

Indonesia memiliki kerja sama pertahanan dengan banyak negara

Kontak Dekat dengan Menteri Edhy, Gubernur NTT  Belum Rapid Test COVID-19
Indonesia
Kontak Dekat dengan Menteri Edhy, Gubernur NTT Belum Rapid Test COVID-19

Viktor Bungtilu Laiskodat belum rapid test setelah sempat kontak dekat dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang dinyatakan positif COVID-19.

PDIP Bingung Aksi Walk Out Anggota DPRD Diartikan Memusuhi PSI
Indonesia
PDIP Bingung Aksi Walk Out Anggota DPRD Diartikan Memusuhi PSI

Aksi walk out sejumlah anggota DPRD DKI mendapat komentar dari Ketua DPP PSI Tsamara Amany.

UU Ciptaker Diharap Beri Kepastian Hukum di Tengah Regulasi yang 'Overload'
Indonesia
UU Ciptaker Diharap Beri Kepastian Hukum di Tengah Regulasi yang 'Overload'

Cipta Kerja adalah upaya penciptaan kerja melalui usaha kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah

Polda Metro Selidiki Tiga Anggota Polisi yang Kawal Iring-iringan Moge di Serpong
Indonesia
Polda Metro Selidiki Tiga Anggota Polisi yang Kawal Iring-iringan Moge di Serpong

Iring-iringan moge itu viral di media sosial karena aksinya menerobos lampu lalu lintas.