Keluhan Pedagang setelah Vaksinasi COVID-19 Pedagang dan pelaku usaha di sekitar kawasan Malioboro dan Tugu Jogjakarta sedang mengikuti vaksinasi pada Senin (1/3). Foto: Biro Sarpras Istana

MerahPutih.com - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat tujuh kejadian ikutan pascaimuninasi (KIPI) dalam program vaksinasi massal untuk pelaku usaha, karyawan, pedagang kaki lima di kawasan Malioboro serta sektor informal lain, pada pelaksanaan vaksinasi COVID-19 hari pertama, Senin (1/3).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani menjelaskan, lima laporan berada di Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali, satu laporan dari Pasar Beringharjo dan satu laporan dari Benteng Vredeburg.

Baca Juga

Ketum Muhammadiyah Ajak Umat Islam Ikut Vaksinasi COVID-19

“Ada tujuh kejadian (KIPI) satu di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Tapi pasien langsung dipulangkan setelah dirawat dua jam,” kata Emma di Yogyakarta, Rabu (3/2).

KIPI di TKP Abu Bakar Ali rata-rata adalah keluhan pusing dan mual karena belum sarapan. Sedangkan, di Pasar Beringharjo muncul keluhan kesemutan usai menerima vaksinasi, dan di Benteng Vredeburg muncul keluhan mual dan syok, sehingga harus dirujuk ke rumah sakit.

“Sedangkan keluhan lainnya rata-rata sudah bisa diatasi selama masa observasi 30 menit,” katanya.

Pedagang dan pelaku usaha di sekitar kawasan Malioboro dan Tugu Jogjakarta sedang mengikuti vaksinasi pada Senin (1/3). Foto: Biro Sarpras Istana
Pedagang dan pelaku usaha di sekitar kawasan Malioboro dan Tugu Jogjakarta sedang mengikuti vaksinasi pada Senin (1/3). Foto: Biro Sarpras Istana

Total sasaran vaksinasi massal untuk karyawan, pekerja sektor informal dan pelaku usaha di Malioboro serta Beringharjo tersebut tercatat sekitar 19.900 orang. Vaksinasi akan digelar selama enam hari.

Pada hari pertama, jumlah penerima vaksin yang diundang 3.200 orang, namun hanya ada 2.375 penerima yang datang dan 2.294 penerima dinyatakan memenuhi syarat untuk vaksinasi. Sisanya, 45 orang ditunda dan 36 orang batal menerima vaksin.

Ema menjelaskan penundaan vaksinasi bisa disebabkan berbagai faktor, seperti tensi darah yang tinggi saat diperiksa atau karena ada warga yang berusia lanjut tidak memenuhi syarat tambahan untuk menerima vaksin.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Yogyakarta, Heroe Poerwadi berharap warga yang sudah menerima undangan untuk datang menjalani vaksinasi sesuai jadwal yang diberikan supaya tidak mempengaruhi penjadwalan yang sudah diatur.

“Dalam program vaksinasi massal ini, kami memang tidak membedakan tempat tinggal penerima vaksin. Bahkan, dari 19.900 target sasaran, sekitar 70 persen adalah warga dari luar Kota Yogyakarta. Ini menjadi bagian dari program untuk klaster strategis di ibukota provinsi,” katanya.

Sedangkan, untuk warga yang harus menunda vaksinasi karena beberapa hal, akan diarahkan untuk menjalani vaksinasi di fasilitas kesehatan.

“Biasanya yang ditunda adalah lansia. Untuk lansia memang lebih baik menjalani vaksinasi di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit,” katanya.

Saat ini, lanjut Heroe, penuntasan vaksinasi untuk tenaga kesehatan juga terus dilakukan. Sekitar 98 persen tenaga kesehatan di Kota Yogyakarta sudah menjalani vaksinasi tahap pertama dan sekitar 80 persen menjalani vaksinasi tahap dua. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga

Ingin Segera Vaksinasi, Menkes Budi Minta Masyarakat Bersabar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Naik ke Atas Bukit, Warga Antusias Nonton Balapan di Sirkuit Mandalika
Indonesia
Naik ke Atas Bukit, Warga Antusias Nonton Balapan di Sirkuit Mandalika

Antusiasme masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menonton secara langsung ajang IATC di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, cukup tinggi.

Demokrat dan PKS Diminta Tak Tergoda Kekuasaan
Indonesia
Demokrat dan PKS Diminta Tak Tergoda Kekuasaan

Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kini masih fokus sebagai oposisi.

Anggota DPR Minta RUU KUP Tidak Beri Dampak Negatif ke Masyarakat
Indonesia
Anggota DPR Minta RUU KUP Tidak Beri Dampak Negatif ke Masyarakat

"Tujuan untuk menuju sistem perpajakan yang sehat, adil dan berkesinambungan dapat tercapai dalam jangka menengah, namun tidak memberikan dampak negatif kepada masyarakat dan dunia usaha yang masih dalam situasi pandemi COVID-19," kata Anggota DPR RI Puteri Anetta.

Penyuap Wali Kota Cimahi Segera Duduk di Kursi Pesakitan
Indonesia
Penyuap Wali Kota Cimahi Segera Duduk di Kursi Pesakitan

KPK menetapkan dua tersangka dalam perkara ini

AHY Perlu Segera Selesaikan Konflik Partai Demokrat
Indonesia
AHY Perlu Segera Selesaikan Konflik Partai Demokrat

"Bagaimanapun juga tetap saja tidak bisa dibantah bahwa kepemimpinan Demokrat ada dua karena kubu Moeldoko masih menempuh jalur hukum setelah ditolak oleh Kementerian Hukum dan HAM," tegas Fernando.

KPK Periksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin
Indonesia
KPK Periksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin

Azis bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap penanganan perkara yang menjerat mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

Tak Perlu Panik, Perayaan Idul Fitri Dijamin Tak Bakal Mati Lampu
Indonesia
Tak Perlu Panik, Perayaan Idul Fitri Dijamin Tak Bakal Mati Lampu

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan pasokan listrik pada sistem Jawa-Bali menjelang Hari Raya Idulfitri 1442 H aman dan cukup.

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sumut
Indonesia
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sumut

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap sejumlah terduga teroris di beberapa wilayah Sumatera Utara.

DPR Desak Pemerintah Segera Bentuk Pengadilan Khusus Pilkada
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Segera Bentuk Pengadilan Khusus Pilkada

Selama ini penyelesaian perselisihan pilkada dilakukan di Mahkamah Konstitusi (MK) sehingga jika badan peradilan khusus tersebut dibentuk maka MK tidak lagi menangani sengketa pilkada.

Ternyata, Orang Indonesia Lebih Loyal Pada E-Commerce Karya Anak Bangsa
Indonesia
Ternyata, Orang Indonesia Lebih Loyal Pada E-Commerce Karya Anak Bangsa

Di tengah pandemi yang membatasi interaksi, sejumlah perusahaan e-commerce memiliki karakteristik produk yang paling laku yang tidak beda jauh. Di Tokopedia, Bukalapak dan JDID, produk terlaris adalah aksesoris ponsel, perlengkapan rumah, baju, hobbies and colllection, serta perawatan tubuh.