Keluarga Mahasiswa Pelaku Dugaan Pemalsuan Swab PCR Minta Maaf ke Publik Keluarga tiga tersangka kasus pemalsuan surat swab PCR menyampaikan permohonan maaf kepada publik. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Keluarga tiga tersangka kasus pemalsuan surat swab PCR menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan MHA, EAD, dan MAIS.

Keluarga menilai kasus ini terjadi murni atas kenakalan para pemuda tersebut. Ketiganya masih berstatus mahasiswa.

Pihak keluarga meminta maaf karena merasa telah gagal mendidik anak-anaknya.

"Jadi ke depan bisa pembelajaran bagi orang tua supaya lebih ketat dalam mendidik anak-anak, apalagi sosial media ini rentan, itu ke depannya," kata juru bicara keluarga tersangka, David Cahyadi di Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (8/1).

Baca Juga:

Tiga Penjual Surat Tes PCR Palsu Berstatus Mahasiswa, Salah Satunya dari Kedokteran

Pihak keluarga juga menyampaikan terima kasih kepada dr Tirta Mandira Hudhi yang telah berpartisipasi dalam terungkapnya kasus ini.

Melalui perbuatannya, Tirta dianggap telah memberikan pelajaran bagi para tersangka.

Selain itu, David memastikan keluarga tidak akan mengintervensi proses hukum yang berlangsung di Polda Metro Jaya. Mereka akan menghormati upaya penegakan hukum.

"Kami tahu persis dari awal penangkapan hingga akhirnya dibawa ke Polda Metro Jaya, anak-anak kami itu diperlakukan sangat baik dan humanis, sangat objektif dan normatif," imbuh David.

Di sisi lain, keluarga pun memastikan kasus ini tidak ada keterlibatan Bumame Farmasi. Surat PCR palsu yang dibuat para tersangka hanya mencatut sepihak nama Bumame Farmasi.

"Saya tegaskan Bumame Farmasi tidak pernah mengeluarkan surat palsu, bahkan Bumame Farmasi tidak tahu menahu peristiwa ini, sepenuhnya ini adalah kesalahan daripada kami, kenakalan anak remaja," pungkas David.

Penyidik Polda Metro Jaya meringkus tiga orang pelaku pemalsuan surat tes usap PCR yang dipasarkan secara online melalui media sosial. MP/Kan
Penyidik Polda Metro Jaya meringkus tiga orang pelaku pemalsuan surat tes usap PCR yang dipasarkan secara online melalui media sosial. MP/Kanugrahan

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya membongkar praktik penjualan surat swab PCR palsu. Dalam kasus ini, polisi menangkap 3 pemuda, yakni MHA, EAD, dan MAIS.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, kasus ini bermula saat ketiga pelaku akan pergi ke Bali pada Desember 2020 lalu, namun tidak memiliki surat hasil swab.

Kemudian tersangka MAIS ditawari template surat hasil pemeriksaan PCR oleh rekannya di Bali.

"MAIS akan berangkat ke Bali saat itu, dia bertiga, di sana temannya. Tetapi ada ketentuan PCR H-2 baru PCR. Dia kontak temannya di Bali, dari temanya di Bali bahwa kalau mau berangkat nanti dikirim PDF atas nama PT BF dan tinggal masukan namanya," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (7/1).

Baca Juga:

Lebih dari 4,5 Juta Orang Sudah Lakukan Tes PCR

Para tersangka kemudian menggunakan surat swab PCR palsu itu untuk perjalanan ke Bali. Hasilnya para pelaku berhasil mengelabuhi petugas di Bandara Internasional Soekarno Hatta dan bisa masuk Bali dengan mulus.

Dari situ, MAIS tercetus untuk memanfaatkan keadaan tersebut untuk mengambil keuntungan. Dia mengajak MHA dan EAD untuk menjual surat PCR palsu. Mereka kemudian mengunggah iklan di media sosial hingga menjadi viral. (Knu)

Baca Juga:

Polda Metro Jaya Tangkap Tiga Pelaku Pemalsuan Surat Tes PCR

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Din Syamsuddin Tantang Jokowi Realisasikan Perombakan Kabinet
Indonesia
Din Syamsuddin Tantang Jokowi Realisasikan Perombakan Kabinet

"Maka rakyat akan menunggu realisasinya," ujar Din

Polri Buru Pembuat Hoaks Jakarta Lockdown saat Imlek
Indonesia
Polri Buru Pembuat Hoaks Jakarta Lockdown saat Imlek

Polisi akan memburu pelaku pembuat pesan hoaks terkait Jakarta lockdown pada 12-15 Februari saat perayaan Hari Imlek 2021.

Kemenkes Terbitkan Protokol 'New Normal' Bagi Perkantoran dan Industri, Apa Saja Isinya?
Indonesia
Kemenkes Terbitkan Protokol 'New Normal' Bagi Perkantoran dan Industri, Apa Saja Isinya?

Kemenkes mewajibkan pekerja mengenakan masker sejak perjalanan dari/ke rumah

Menengok Makam Jakob Oetama di TMP Kalibata, Galinya Butuh Waktu 4 Jam
Indonesia
Menengok Makam Jakob Oetama di TMP Kalibata, Galinya Butuh Waktu 4 Jam

Jakob Oetama dimakamkan di Blok AA nomor 339 Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

PKS Minta Negara Waspadai Motif Terselubung Dalam Program Vaksinasi
Indonesia
PKS Minta Negara Waspadai Motif Terselubung Dalam Program Vaksinasi

Sekitar 26 juta karyawan badan usaha milik nasional (BUMN) dan swasta akan mendapat prioritas vaksinasi setelah tenaga kesehatan dan tenaga pelayanan publik

BI Bikin Aturan Detail Perlindungan Konsumen
Indonesia
BI Bikin Aturan Detail Perlindungan Konsumen

Sebelumnya perlindungan konsumen itu hanya mencakup sistem pembayaran. Kini mencakup seluruh bidang tugas kewenangan BI.

PBNU Soroti Intolerasi dan Ketimpangan Ekonomi Yang Semakin Parah di 2020
Indonesia
PBNU Soroti Intolerasi dan Ketimpangan Ekonomi Yang Semakin Parah di 2020

Kebinekaan tidak boleh menjadi anasir destruktif yang berkontribusi bagi rusaknya persatuan dan kesatuan bangsa.

Dilantik Jadi Sekda, Marullah Segera Tuntaskan Krisis Jakarta Akibat COVID-19
Indonesia
Dilantik Jadi Sekda, Marullah Segera Tuntaskan Krisis Jakarta Akibat COVID-19

"Hal ini harus kita tuntaskan agar segala kendala dalam menjalankan Visi dan Misi Gubernur bisa diminimalisir saat masa COVID-19," pungkas Marullah

KPK Sita Kartu ATM Terkait Dugaan Korupsi Menteri Edhy Prabowo
Indonesia
KPK Sita Kartu ATM Terkait Dugaan Korupsi Menteri Edhy Prabowo

Kartu Debit ATM yang diduga terkait dengan tindak pidana korupsi

Penumpang Pesawat Baru Normal Pertengahan Tahun 2021
Indonesia
Penumpang Pesawat Baru Normal Pertengahan Tahun 2021

Untuk menarik permintaan baik pihak bandara maupun maskapai wajib menjamin kepada calon penumpang bahwa penerbangan aman dari infeksi virus.