Keluarga Korban Menilai Ada Hal yang tak Wajar dari Kebakaran Lapas Tangerang Keluarga korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang menyerahkan data ante mortem di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Kamis (9/9/2021). ANTARA/Yogi Rachman

MerahPutih.com - Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten, pada Rabu (8/9) dini hari WIB masih menyisakan duka bagi keluarga korban. Sebab, ada 41 narapidana yang tewas akibat kejadian nahas tersebut.

Salah satu keluarga korban, Nursin, yang merupakan orang tua dari korban meninggal dunia Rezkil Khaerul (22) pada kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang itu, menilai ada hal yang tak wajar dari musibah tersebut.

Baca Juga

Berkaca pada Kebakaran Lapas Tangerang, Kondisi Kepadatan Penjara Jadi Sorotan

"Anak saya jam 1 malam masih ngobrol sama saya kok, masih chatting-chattingan masa bisa kebakaran begitu aja, masa iya enggak tahu," ujar Nursin di RS Polri Kramat Jati, Kamis (9/9)

Nursin menambahkan bahwa pihak kepolisian harus menyelidiki kemungkinan adanya unsur kelalaian yang dilakukan pihak Lapas Tangerang terakit musibah kebakaran tersebut.

"Seharusnya mereka semua diperiksa untuk mempertanggungjawabkan kebakaran ini," ucapnya dikutip Antara.

Foto udara kondisi Blok C2 usai kebakaran yang melanda Lapas Klas 1A Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Rabu, (8/9/). MerahPutih.com/ho/Bagus Baik.
Foto udara kondisi Blok C2 usai kebakaran yang melanda Lapas Klas 1A Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Rabu, (8/9/). MerahPutih.com/ho/Bagus Baik.

Sementara itu, Upi Hartati, yang merupakan ibu kandung dari mendiang Rezkil Khaerul, mengaku sangat terpukul dengan kejadian tragis tersebut. Apalagi masa hukuman Rezkil hanya tersisa 1,5 tahun.

"Dia divonis lima tahun, sudah jalanin dua tahun lebih bebasnya itu 1,5 tahun," tutur Upi.

Sebelumnya, sebanyak 44 narapidana tewas pada musibah kebakaran yang terjadi Blok C Lapas Kelas 1 Tangerang pada Rabu (8/9) dini hari sekitar pukul 01.45 WIB. Penyebab kebakaran diduga akibat arus pendek listrik.

Awalnya, jumlah korban meninggal tersebut 41 orang, namun bertambah tiga orang menjadi 44 warga binaan yang tewas pada peristiwa kebakaran tersebut. (*)

Baca Juga

Tim DVI Masih Lakukan Identifikasi Pada Jasad Korban Kebakaran Lapas Tangerang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pimpinan DPRD DKI Sebut Kenaikan UMP Bikin Untung Pengusaha Menipis
Indonesia
Pimpinan DPRD DKI Sebut Kenaikan UMP Bikin Untung Pengusaha Menipis

Jika dicermati, kenaikan UMP lebih kecil daripada besaran inflasi di Jakarta sebesar 1,1 persen

Penerima Diperluas, Hibah Pariwisata Naik Jadi Rp3,7 Triliun
Indonesia
Penerima Diperluas, Hibah Pariwisata Naik Jadi Rp3,7 Triliun

Kemenparekraf juga memiliki sejumlah program seperti BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) di destinasi wisata.

[HOAKS atau FAKTA]: Tentara Indonesia, Malaysia, Brunei, Afghanistan dan Turki Bersatu
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tentara Indonesia, Malaysia, Brunei, Afghanistan dan Turki Bersatu

Akun Facebook Aiman Farhan (fb.com/aidan.karlos) pada 14 Mei 2021 mengunggah beberapa video yang memperlihatkan pasukan tentara yang tengah berkumpul.

Dukung Anies Jual Saham Miras, Demokrat: Uangnya Bisa Bangun Rumah Sakit dan Sekolah
Indonesia
Dukung Anies Jual Saham Miras, Demokrat: Uangnya Bisa Bangun Rumah Sakit dan Sekolah

Fraksi Demokrat DPRD DKI mendukung keinginan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjual kepemilikan saham minuman keras (miras) di PT Delta Djakarta.

PPKM Diperpanjang sampai 4 Oktober, Jawa-Bali Nihil Level 4
Indonesia
PPKM Diperpanjang sampai 4 Oktober, Jawa-Bali Nihil Level 4

Pemerintah memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sampai 4 Oktober. Kabar baiknya, pulau Jawa-Bali kini tidak ada lagi status level 4.

Ketua DPR: Saatnya Para Menteri Fokus Bekerja
Indonesia
BMKG Perkirakan 18 Wilayah di Tanah Air Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem
Indonesia
BMKG Perkirakan 18 Wilayah di Tanah Air Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem

Waspada juga tingginya suhu udara yang berpotensi kebakaran hutan dan lahan

BOR Naik, Wagub Minta Warga Jakarta Tidak Keluar Rumah Jika Tak Mendesak
Indonesia
BOR Naik, Wagub Minta Warga Jakarta Tidak Keluar Rumah Jika Tak Mendesak

Tercatat pada Rabu 9 Juni 2021, DKI Jakarta mencatatkan positivity rate 10,8 persen, penambahan kasus positif hari ini mencapai 1.371 jiwa dan melakukan tes PCR sebanyak 15.954 spesimen.

 Belum Sahkan Prolegnas 2021, Kredibilitas DPR Dipertanyakan
Indonesia
Belum Sahkan Prolegnas 2021, Kredibilitas DPR Dipertanyakan

Hingga Rapat Paripurna DPR pada Rabu (10/2) dengan agenda Penutupan Masa Sidang III Tahun Sidang 2020-2021, Prolegnas belum bisa diambil keputusan.

Maret, DPR Putuskan Pembahasan Revisi UU Pemilu
Indonesia
Maret, DPR Putuskan Pembahasan Revisi UU Pemilu

Pemilu 2019 yaitu Pilpres dan Pileg digabungkan, telah menyebabkan ratusan penyelenggara pemilu meninggal dunia