Keluarga Korban Kecewa Dua Tersangka Kasus Pembunuhan Menwa UNS Tak Dihadirkan saat Sidang Pengadikan Negeri (PN) Surakarta, Jawa Tengah menggelar sidang perdana kasus dugaan pembunuhan Menwa UNS Surakarta, Rabu (2/2). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Pengadikan Negeri (PN) Surakarta, Jawa Tengah, menggelar sidang perdana kasus dugaan pembunuhan Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rabu (2/2).

Dalam sidang tersebut pihak keluarga kecewa karena dua terdakwa Faizal Pujut Juliono (22) dan Nanang Fahrizal Maulana (22) tidak dihadirkan dalam sidang, dalam kasus dugaan kekerasan pada agenda Diklat Menwa UNS yang menewaskan Gilang Endi Saputra.

Baca Juga

Babak Baru Kasus Tewasnya Mahasiswa Menwa UNS

Hal ini diungkapkan Kakak Sepupu Gilang, Nova Rina Ekaputri yang hadir di PN Surakarta. Ia mengatakan keluarga menuntut keadilan dalam kasus ini dan meminta kedua tersangka dihukum berat

"Kami kecewa kedua tersangka tidak dihadirkan dalam persidangan dengan dalih pandemi sidang digelar online," kata Nova, Rabu (2/2).

Novi menuturkan kedua orang tua Gilang masih terpukul karena kejadian tersebut sehingga memilih tak hadir dalam persidangan kemarin. Terutama ibu dari gilang.

"Senin kemarin pas 100 hari. Ibunya korban (Gilang) menangis terus, sampai tidak konsen ikut acara, takutnya kalau datang ke persidangan malah pingsan," katanya

Kuasa hukum keluarga Korban, Ryan Akbar mengatakan harapan dari keluarga dàlam persidangan nantinya ada kebenaran dapat terungkap. Karena dari sebelum-sebelumnya ada beberapa kesulitan-kesulitan.

"Kami senang sidang akhirnya digelar, kami sudah menanti momen supaya tersangka segera diadili," ucap dia.

Pengadikan Negeri (PN) Surakarta, Jawa Tengah menggelar sidang perdana kasus dugaan pembunuhan Menwa UNS Surakarta, Rabu (2/2). (MP/Ismail)
Pengadikan Negeri (PN) Surakarta, Jawa Tengah menggelar sidang perdana kasus dugaan pembunuhan Menwa UNS Surakarta, Rabu (2/2). (MP/Ismail)

Diketahui sidang ini dipimpin langsung oleh Ketua PN Surakarta, Suprapti sebagai Ketua Majelis Hakim dengan didampingi Lusius Sunarno dan Dwi Hananta sebagai anggota majelis hakim. Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan sendiri berjalan selama satu jam.

Pendamping Majelis hakim Lusius Sunarno mengatakan sidang dijadwalkan sepekan dua kali dengan hari Selasa dan Kamis. Untuk sidang bulan depan agendanya adalah pemeriksaan saksi.

"Sidang ini secara maraton mengingat ancaman pasal primen yang diterapkan pada terdakwa jeratan kurang dari 9 tahun sehingga masa penahanan maksimal 90 hari," kata dia

Ia menambahkan kedua terdakwa dijerat dengan pasal 351 ayat 3, dengan ancaman 7 tahun dan pasal 359 dengan ancaman maksimal 5 tahun.

Diketahui, keluarga korban mendapat kabar Gilang Endi Saputra meninggal usai mengikuti agenda Diklar Menwa UNS Surakarta pada akhir Oktober tahun lalu. Karen kondisi korban banyak luka lebam, keluarga setuju guna dilakukan otopsi.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan polisi, ada dugaan kekerasan dalam agenda tersebut hingga membuat korban tewas. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Dugaan Kekerasan Anggota Menwa, Pelaku Tolak Adegan Korban Dipopor Senjata

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Besok, APBS Kerahkan Ribuan Buruh Demo di Empat Lokasi Surabaya
Indonesia
Besok, APBS Kerahkan Ribuan Buruh Demo di Empat Lokasi Surabaya

Rencana demo tersebut berlangsung hingga Kamis (30/9) depan.

Bos Citilink Diperiksa Kejagung
Indonesia
Bos Citilink Diperiksa Kejagung

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyambangi Kejaksaan Agung guna melaporkan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di tubuh PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Partai Demokrat Harap SBY Segera Sembuh dari Kanker Prostat
Indonesia
Partai Demokrat Harap SBY Segera Sembuh dari Kanker Prostat

"Kami sangat yakin akan kesembuhan pak SBY," imbuh Herzaky dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/11).

Dilaporkan Luhut ke Polisi, Fatia KontraS Ngadu ke Komnas HAM
Indonesia
Dilaporkan Luhut ke Polisi, Fatia KontraS Ngadu ke Komnas HAM

Anggota KontraS, Fatia Maulidiyanti mendatangi Komnas HAM pasca dilaporkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan ke polisi.

Viral, Video Pasien COVID-19 Membludak di Halaman RSUD Dr Moewardi Solo
Indonesia
Viral, Video Pasien COVID-19 Membludak di Halaman RSUD Dr Moewardi Solo

Video puluhan pasien di rawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moewardi, Solo, Jawa Tengah, viral di media sosial (medsos).

Kata Anies Soal Pembukaan Kembali Bioskop di Jakarta
Indonesia
Kata Anies Soal Pembukaan Kembali Bioskop di Jakarta

Pemprov DKI Jakarta memperbolehkan hiburan bioskop beroperasi kembali di saat penetapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3.

 Lima Destinasi Wisata di Yogyakarta Dibuka Kembali, Ini Syarat Masuknya
Indonesia
Lima Destinasi Wisata di Yogyakarta Dibuka Kembali, Ini Syarat Masuknya

Penentuan uji coba pembukaan destinasi wisata tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) Kemenparekraf yang diterima pada Sabtu (11/9).

Jokowi Ungkap Isi Pembicaraan dengan Presiden Ukraina
Indonesia
Jokowi Ungkap Isi Pembicaraan dengan Presiden Ukraina

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menghubungi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Pendirian Universitas SiberMU untuk Dukung Masyarakat Melek Digital
Indonesia
Pendirian Universitas SiberMU untuk Dukung Masyarakat Melek Digital

Haedar mengatakan Universitas SiberMu merupakan mandat negara kepada Muhammadiyah untuk mengisi ruang baru sebagai irisan dari Revolusi Industri 4.0.

Angka Perceraian Tinggi, 10 Ribu Ibu Tunggal di Cianjur Dilatih Buka Usaha
Indonesia
Angka Perceraian Tinggi, 10 Ribu Ibu Tunggal di Cianjur Dilatih Buka Usaha

Setiap tahun 3.000 sampai 4.000 gugatan cerai masuk ke Pengadilan Agama Cianjur.