Kelompok Umat Islam yang Mulai Berpuasa Hari Ini Jemaah tarekat Naqsabandiyah. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Pemerintah belum menetapkan awal Ramadan 1439 Hijriah. Namun, disebagian tempat sudah ada kelompok atau jemaah yang mulai berpuasa pada Selasa (15/5). Pertama masyarakat Dagasuli, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara mulai melaksanakan ibadah puasa hari ini.

Mereka, selama ini tidak menggunakan penentuan awal Ramadan dari Kementerian Agama karena sudah menjadi kebiasaan turun temurun dalam penentuan awal Ramadan menggunakan perhitungan bulan yang diberlakukan para leluhur sejak zaman dahulu.

"Selama ini warga Dagasuli dalam memulai awal puasa terkadang bertepatan dengan waktu yang ditetapkan oleh Kementerian Agama, tetapi sering pula berbeda seperti pada tahun ini dan itu tidak menjadi masalah bagi warga," kata alah seorang tokoh agama Islam di Dagasuli, Jaid Muhammad seperti dilansir Antara.

Jamaah salat tarawih. Foto: ist

Penentuan awal Ramadhan di Dagasuli ditetapkan oleh salah seorang tokoh masyarakat setempat yang selama ini dinilai memiliki pengetahuan dari warisan para leluhur dalam menghitung awal Ramadhan.

Jaid Muhammad yang juga Wakil Imam Masjid Dagasuli itu, mengatakan walaupun mereka sudah memulai puasa, sementara warga di wilayah sekitarnya masih menunggu keputusan Kementerian Agama, tidak menimbulkan masalah yang berarti.

Sikap toleransi dalam penentuan awal Ramadhan bagi masyarakat Islam di daerah tersebut, selama ini sudah sebagai hal yang baik sehingga tidak pernah saling menyalahkan antara satu dengan lainnya.

Jemaah Tarekat Naqsabandiyah

Selain di Halmahera, jemaah Tarekat Naqsabandiyah, Sumatera Barat sudah mulai melaksanakan puasa pada hari ini. Senin (14/5), mereka mulai melaksanakan salat Tarawih.

"Kami mengambil sistem hisab berdasarkan malam saat Rasulullah SAW hijrah dari Mekah ke Madinah," kata pimpinan Tarekat Naqsabandiyah Sumbar, Syafri Malin Mudo di Padang, Selasa.

Perhitungannya, kata dia, berdasarkan saat Rasulullah hijrah pada Rabu petang, dan malam Kamis.

Jemaah Tarekat Naqsabandiyah

Artinya, satu hari puasa dihitung berdasarkan malam nabi hijrah dan perhitungannya setiap tahun Hijriah puasa digenapkan menjadi 30 hari.

Naqsabandiyah berpuasa dalam setahun dengan perhitungan 30 hari puasa Ramadhan dan 6 hari puasa Syawal.

Dengan demikian, Idul Fitri akan jatuh pada 1 Syawal tepatnya 13 Juni 2018.

Khusus untuk pelaksanaan shalat tarawih, shubuh dan Idul Fitri akan dipusatkan di Mushalla Baitul Makmur, Pasar Baru, Kecamatan Pauh Padang.

Dia menegaskan Naqsabandiyah tidak memiliki perbedaan dengan tarekat mana pun dan semua bebas ikut shalat tarawih atau shubuh berjamaah.

Sebab, kata dia, secara ajaran tidak ada perbedaan, seperti shalat tarawih dengan 23 rakaat dan 12 kali salam, serta shalat Id dengan 12 kali takbir.

Jemaah Tarekat Naqsabandiyah. Foto: ANTARA

Menurutnya, 12 kali takbir itu bagian dari 12 bulan dalam satu tahun Hijriah.

Terkait kemungkinan adanya perbedaan pelakasanaan puasa dengan pemerintah dan organisasi Islam lainnya, Syafri menghormatinya sebagai kekayaan pemikiran dan tetap mengajak untuk melaksanakan puasa dengan khusyuk dan sungguh-sungguh. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH