Kelompok MIT Diduga Rampok dan Bunuh 4 Petani di Poso Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto, Rabu (12/5), saat memperlihatkan foto sembilan DPO MIT Poso yang saat ini diburu oleh Tim Satgas Madago Raya. (ANTARA/Rangga Musabar)

MerahPutih.com - Kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) kembali berulah. Mereka diduga merampok dan membunuh empat orang petani di Desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (11/5).

"Total korban yang ditemukan adalah empat orang, keempatnya adalah petani di Desa Kalimago,” kata Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, Rabu (12/5).

Baca Juga

Anggota Brimob Tewas Ditembak Kelompok Teroris di Poso

Didik menjelaskan keempat korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan mengalami luka. Menurut keterangan saksi yang berhasil melarikan diri, pelaku diduga adalah kelompok MIT Poso.

"Tidak ada luka tembak, hanya luka akibat senjata tajam. Jenazah sudah dievakuasi dan dimakamkan oleh pihak keluarga,” ucap Didik

Didik menjelaskan, empat korban ditemukan pada dua lokasi (TKP) berbeda di perkebunan kopi di Desa Kalimago. Kejadian ini merupakan aksi teror kedua yang dilakukan kelompok MIT Poso di Desa Kalimago, sebelumnya pada akhir 2015 sejumlah warga sempat disandera.

“Dari keterangan saksi, yang memimpin kelompok teror ini adalah Qatar, salah satu DPO,” ujarnya dikutip Antara

Operasi Polisi. Foto: ANTARA

Menurut Didik, empat korban yang dianiaya adalah PP, LL, SS, dan MS. Saat berada di kebun, sebanyak lima orang tak dikenal mendatangi para petani tersebut dan melakukan aksinya. Selain membunuh keempat orang petani ini, kelompok yang diduga adalah DPO MIT Poso ini juga mengambil sejumlah barang milik korban.

“Petani yang curiga dengan keberadaan mereka, langsung lari dan melapor. Selain membunuh, mereka juga mengambil uang dan beberapa barang lain milik korban," kata Didik.

Berdasarkan laporan yang diterima, saksi yang memberikan keterangan tidak melihat keberadaan Pimpinan MIT Poso yakni Ali Kalora. Dugaan sementara, kelompok teroris Poso tersebut membagi dua kelompok.

“Warga juga tidak melihat ada senjata lain yang mereka bawa selain senjata tajam yang dipakai untuk melukai para petani,” sambungnya.

Saat ini diketahui masih tersisa sembilan orang daftar pencarian orang (DPO) MIT Poso yang masih diburu oleh Satgas Madago Raya. Ratusan personel disebar di Kabupaten Poso, Sigi, dan Parigi Moutong.

“Pengejaran dan penyisiran terus dilakukan hingga saat ini, semoga secepatnya para pelaku bisa ditangkap,” pungkasnya. (*)

Baca Juga

Personel Pengejar Kelompok Ali Kolera Poso Segera Diganti

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Shopee Bagikan Cashback Rp2 Juta bagi Pemilik Aplikasi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Shopee Bagikan Cashback Rp2 Juta bagi Pemilik Aplikasi

Beredar pesan melalui WhatsApp yang mengatasnamakan Shopee terkait pemberian cashback kepada pengguna aplikasi senilai Rp2 juta

Mantan Kapolres Jakpus Ungkap Massa Rizieq Tiba-tiba Tutup Jalanan Petamburan
Indonesia
Mantan Kapolres Jakpus Ungkap Massa Rizieq Tiba-tiba Tutup Jalanan Petamburan

Mantan Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto bersaksi dalam sidang lanjutan pelanggaran protokol kesehatan yang melibatkan Rizieq Shihab.

Prakiraan Cuaca: Jakarta Cerah Sepanjang Minggu
Indonesia
Prakiraan Cuaca: Jakarta Cerah Sepanjang Minggu

Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu akan memiliki cuaca cerah berawan pada Minggu pagi.

COVID-19 Melonjak Lagi, Pemprov DKI Berdalih Kurang Orang Awasi Prokes Kantor
Indonesia
COVID-19 Melonjak Lagi, Pemprov DKI Berdalih Kurang Orang Awasi Prokes Kantor

Kadisnakertrans DKI mengaku kewalahan mengawasi perusahaan di DKI yang jumlahnya lebih dari 43.000 kantor.

Dinas Pariwisata DKI Bantah Jajarannya Loloskan Warga India dari Karantina
Indonesia
Dinas Pariwisata DKI Bantah Jajarannya Loloskan Warga India dari Karantina

Dinas Pariwisata DKI Jakarta menampik tudingan bahwa jajarannya membantu warga negara asing (WNA) asal India lolos dari karantina usai masuk ke Indonesia.

Kerja Lebih 10 Tahun, Pegawai Honor Diusulkan Langsung Diangkat PPPK
Indonesia
Kerja Lebih 10 Tahun, Pegawai Honor Diusulkan Langsung Diangkat PPPK

Pemerintah akan kembali membuka jalur formasi umum dan formasi khusus pada seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021.

Khawatir Bakal Diserbu Buruh Secara Tiba-tiba, Jalanan Depan DPR Ditutup
Indonesia
Khawatir Bakal Diserbu Buruh Secara Tiba-tiba, Jalanan Depan DPR Ditutup

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali menutup ruas jalan di depan kawasan gedung DPR/MPR RI.

Rumah Tangga Bisa Jadi Klaster Baru COVID-19?
Indonesia
Rumah Tangga Bisa Jadi Klaster Baru COVID-19?

Penularan COVID-19 dalam keluarga bisa memunculkan kluster baru

Andi Irfan Ungkap Alasan Buang Iphone X Berisi Foto Terkait Djoko Tjandra
Indonesia
Andi Irfan Ungkap Alasan Buang Iphone X Berisi Foto Terkait Djoko Tjandra

Andi Irfan Jaya mengakui membuang handphone yang menjadi barang bukti skandal Djoko Tjandra.

Pemerintah Tunda Kenaikan Tarif Tol Cipularang dan Padaleunyi
Indonesia
Pemerintah Tunda Kenaikan Tarif Tol Cipularang dan Padaleunyi

Penundaan penyesuaian tarif tol berlaku untuk semua golongan pada ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi.