Kelompok Masyarakat Ini Dapat Prioritas Vaksin COVID-19 Simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/nz

Merahputih.com - Pemerintah Indonesia menyebut akan memulai vaksinasi COVID-19 di November mendatang. Ada tiga kandidat vaksin yang akan datang dalam waktu dekat yaitu, Cansino, Sinovac, dan G42 atau Sinophram.

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto akan memprioritaskan vaksin COVID-19 pada kelompok tenaga kesehatan, pelayanan publik, TNI atau Polri, dan seluruh tenaga pendidik.

Baca Juga:

Pemerintah Siapkan Tempat Penyimpangan 300 Juta Vaksin COVID-19

Terawan juga menegaskan bahwa para garda terdepan dan yang tidak mampu secara ekonomi akan dibayarkan vaksinnya oleh pemerintah, termasuk di dalamnya masyarakat peserta Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan.

"Mereka yang di garda terdepan dan peserta Penerima Bantuan Iuran alias PBI dalam BPJS Kesehatan akan ditanggung biaya vaksinnya oleh pemerintah," ujar Menkes Terawan dalam keteranganya, Senin (12/10).

Sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas, dalam waktu dekat Bio Farma diminta untuk menyampaikan kepada publik soal biaya pembelian vaksin dari semua mitra kerjasamanya.

Saat ini Kementerian Kesehatan telah menyiapkan program vaksinasi COVID-19 dan mengambil langkah untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di Indonesia dan akan segera melakukan simulasi di beberapa puskesmas

Terawan menguraikan bahwa persiapan detail untuk program vaksinasi ini terus dilakukan dengan prioritas para tenaga kesehatan dan aparat keamanan yang berada di garis terdepan dalam penanganan COVID-19.

Calon relawan berkonsultasi dengan dokter riset uji vaksin di RSP Unpad, Kota Bandung. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
Calon relawan berkonsultasi dengan dokter riset uji vaksin di RSP Unpad, Kota Bandung. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan program vaksinasi COVID-19 dan mengambil langkah untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di Indonesia dan akan segera melakukan simulasi di beberapa puskesmas.

Sejak akhir September 2020 juga telah dilaksanakan pelatihan kepada tenaga kesehatan mengenai tata cara vaksinasi COVID-19.

“Pada tahap awal, kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang di garda terdepan, yaitu medis dan paramedic, pelayanan public, TNI/Polri, dan seluruh tenaga pendidik,” kata Menkes Terawan.

Baca Juga:

Darurat COVID-19, Produksi Vaksin Sinovac Bio Farma Bisa Dipercepat

Untuk menjaga akuntabilitas pengadaan vaksin, maka vaksin yang dibayarkan pemerintah maupun yang mandiri tetap harus melalui Bio Farma, sebagai BUMN yang ditunjuk untuk pengadaan vaksin.

Sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas, dalam waktu dekat Bio Farma diminta memaparkan kepada publik mengenai biaya pembelian vaksin dari semua mitra kerjasamanya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kuasa Hukum tak Bisa Jenguk Munarman, Polri: Kasusnya Kelas Berat
Indonesia
Kuasa Hukum tak Bisa Jenguk Munarman, Polri: Kasusnya Kelas Berat

"Jadi saya jawab alasannya (tidak bisa dijenguk) karena hukum acara pidana kasus terorisme itu berbeda," kata Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (30/4).

Mendagri Larang Kerumunan Massa Saat Pegumuman Penetapan Paslon
Indonesia
Mendagri Larang Kerumunan Massa Saat Pegumuman Penetapan Paslon

Mantan Kapolri itu menjelaskan kerumunan orang bisa menjadi penularan virus corona dan itu membuat hal tidak baik untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

Anies: Yang Pernah Bertemu Saya Silakan ke Puskesmas
Indonesia
Anies: Yang Pernah Bertemu Saya Silakan ke Puskesmas

Gubernur Anies pun meminta kepada siapa saja yang pernah ketemu dengannya untuk tes COVID-19 di puskesmas tedekat.

Insiator KAMI Diperlakukan bak Teroris, Jimly: Penjara Bukan untuk yang Beda Pendapat
Indonesia
Insiator KAMI Diperlakukan bak Teroris, Jimly: Penjara Bukan untuk yang Beda Pendapat

Maka, lanjut Jimly, peruntukkanlah penjara bagi para penjahat saja, bukan untuk orang yang berbeda pendapat.

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sulut
Indonesia
Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sulut

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan selama Januari sampai dengan Juni 2021, telah terjadi 4.701 kali gempa bumi di wilayah Tanah Air.

Jumlah Kader PDIP yang Maju di Pilkada Serentak Plus Gambaran Koalisinya
Indonesia
Jumlah Kader PDIP yang Maju di Pilkada Serentak Plus Gambaran Koalisinya

PDIP berkomitmen terhadap keterwakilan perempuan

Pimpinan KPK Tutup Rapat Nama 51 Pegawai yang Akan Dipecat
Indonesia
Pimpinan KPK Tutup Rapat Nama 51 Pegawai yang Akan Dipecat

Sebanyak 51 dari 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lolos asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) bakal dipecat.

57 Ribu Lansia Jemaah Haji Siap Divaksin COVID-19 Sampai Akhir Maret
Indonesia
57 Ribu Lansia Jemaah Haji Siap Divaksin COVID-19 Sampai Akhir Maret

Pemerintah hingga kini masih menunggu kepastian dari otoritas Arab Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji

Jokowi Perintahkan Bulan Agustus Jakarta Sudah Capai Kekebalan Komunal COVID-19
Indonesia
Jokowi Perintahkan Bulan Agustus Jakarta Sudah Capai Kekebalan Komunal COVID-19

Rencananya bulan Juli 2021 vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat usia 18 tahun ke atas akan dilakukan di seluruh UPT Vertikal Kemenkes.

Ketua Komisi III Harap Makalah Calon Kapolri Mampu Jawab Tantangan Nasional
Indonesia
Ketua Komisi III Harap Makalah Calon Kapolri Mampu Jawab Tantangan Nasional

Komisi III DPR berharap arah kebijakan calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo bisa relevan dengan upaya mitigasi atas ancaman terhadap ancaman nasional.