Kelompok Buruh Klaim Program Tapera Jadi Harapan Pekerja Miliki Rumah Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal khawatir "omnibus law" kluster ketenagakerjaan akan merugikan buruh. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Merahputih.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengapresias program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) untuk membuka kesempatan pekerja memiliki rumah.

Dalam pandangan KSPI, skema pengadaan perumahan rakyat adalah rumahnya disiapkan oleh pemerintah sehingga bisa lebih murah dengan DP 0 rupiah.

Kemudian, bunga angsuran disubsidi oleh negara sehingga bunganya menjadi nol persen, tenor minimal 30 tahun agar cicilan lebih rendah, dan apabila tidak mampu membayar bisa dilakukan over kredit.

Baca Juga

Corona Masih Mengancam, Pemerintah Gamang Relaksasi Tempat Ibadah

"Sangat miris ketika melihat buruh bekerja hingga pensiun, namun mereka tetap tinggal di kontrakan yang bisa diusir kapan saja kalau tidak bisa membayar,” katanya kepada wartawan, Jumat (5/6).

KSPI meminta agar pemerintah merevisi lebih dahulu Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat.

Ia menilai program ini sangat positif untuk buruh dan masyarakat, agar mereka memiliki kesempatan untuk bisa memiliki rumah. “Perumahan adalah hak dasar rakyat, seperti halnya hak atas kesehatan, pendidikan, dan air bersih,” kata Said Iqbal.

Oleh karena itu, lanjutnya, program Tapera harus diarahkan agar buruh benar-benar bisa memiliki rumah. Meski demikian, KSPI meminta pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat. Beleid tersebut merupakan aturan pelaksanana dari Undang-undang No 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat.

Beberapa pandangan KSPI ihwal revisi beleid tersebut antara lain Perumahan untuk program Tapera disiapkan oleh pemerintah melalui BUMN yang ditunjuk. Sehingga pemerintah bisa menetapkan harga rumah yang murah. Dengan demikian, program ini adalah berbentuk rumah.

"Bukan buruh menabung, kemudian disuruh membeli rumah sendiri," tutur Iqbal.

Apabila rumah dibangun oleh pemerintah, maka bisa ditetapkan DP nol rupiah. Selanjutnya, jika buruh tidak bisa lagi membayar, maka rumah itu bisa di over kredit. Dengan demikian, Iqbal meyakini, program ini tidak akan memberatkan.

"Dengan harga rumah yang sudah naik, pasti buruh akan mendapatkan keuntungan," jelas dia.

Ratusan buruh yang akan berunjuk rasa di DPRD Jawa timur melintas di Jalan Embong Malang, Surabaya, Jawa Timur, Senin (20/1/2020). (ANTARA Jatim/Didik Suhartono/ZK)
Ratusan buruh yang akan berunjuk rasa di DPRD Jawa timur melintas di Jalan Embong Malang, Surabaya, Jawa Timur, Senin (20/1/2020). (ANTARA Jatim/Didik Suhartono/ZK)

KSPI mengusulkan bunga angsuran harus disubsidi oleh negara, sehingga bunga angsuran menjadi nol persen. Selanjutnya, untuk lamanya angsuran diperpanjang menjadi minimal 30 tahun, agar harganya lebih murah.

Usulan berikutnya, KSPI meminta agar peserta Tapera adalah buruh yang tidak memiliki rumah, dengan upah berapa pun alias tanpa harus ada batasan upah minimal.

Dengan demikian, buruh yang menerima upah minimum sekali pun, berhak ikut dalam program ini. Adapun peserta Tapera adalah buruh yang tidak memiliki rumah atau yang baru pertama kali mengikuti program tabungan. Jadi, program itu tidak untuk renovasi rumah.

Sedangkan untuk renovasi rumah, bisa menggunakan program yang ada di BPJS Ketenagakerjaan. “Jadi program ini benar-benar diperuntukkan bagi buruh agar bisa memiliki rumah,” kata Iqbal.

Selanjutnya, KSPI meminta agar program ini diawasi dengan ketat. Pasalnya, dengan adanya penghimpunan dana dari buruh, maka program ini harus diwasi oleh Badan Pengawas yang terdiri dari buruh, pengusaha, dan pemerintah.

"KSPI berharap, sebelum dijalankan, PP No 25 Tahun 2020 dilakukan revisi terlebih dahulu sebagaimana yang telah disampaikan di atas," kata Said Iqbal.

Baca Juga

Doni Monardo Klaim Efek PSBB Berimbas ke Penurunan Pasien Rawat Inap

Iqbal menegaskan kembali bahwa pada prinsipnya pihaknya setuju dengan program tabungan perumahan karena saat ini banyak buruh yang tidak memiliki kemampuan untuk memiliki rumah.

"Sangat miris ketika melihat buruh bekerja hingga pensiun, namun mereka tetap tinggal di kontrakan yang bisa diusir kapan saja kalau tidak bisa membayar,” lanjutnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Denda Dua Hari Operasi Yustisi di DKI Nyaris Rp90 Juta
Indonesia
Denda Dua Hari Operasi Yustisi di DKI Nyaris Rp90 Juta

Sanksi sosial yang dimaksud berupa membersihkan jalan selama satu jam sambil memakai atribut rompi oranye

Pasien Sembuh Virus Corona: Jangan Panik karena Ada Gusti Allah
Indonesia
Pasien Sembuh Virus Corona: Jangan Panik karena Ada Gusti Allah

Siapa pun bisa menjadi korban tak mengenal tingkat ekonomi maupun latar belakang.

Bikin Ekonomi Sirkular, Kemenperi Ingin Perkuat Industri Daur Ulang
Indonesia
Bikin Ekonomi Sirkular, Kemenperi Ingin Perkuat Industri Daur Ulang

Saat ini, terdapat sekitar 1.600 industri plastik hilir di dalam negeri. Namun, selama ini kebutuhan sektor tersebut masih didominasi bahan baku virgin impor dengan jumlah 3,8 juta ton pada 2019.

Insiden Bagi-Bagi Bansos 'Nasi Anjing' untuk Warga Warakas Berujung Pidana
Indonesia
Insiden Bagi-Bagi Bansos 'Nasi Anjing' untuk Warga Warakas Berujung Pidana

Sejauh ini memang telah diketahui kalau isi 'nasi anjing' itu bahannya halal.

Irjen Napoleon Punya Rekaman Pecakapan dengan Tommy Sumardi Saat Berada di Sel Tahanan
Indonesia
Irjen Napoleon Punya Rekaman Pecakapan dengan Tommy Sumardi Saat Berada di Sel Tahanan

Pengacara menyebut, percakapan antara Napoleon dan Tommy Sumardi itu direkam saat mereka berada dalam sel tahanan

Jokowi Siap Vaksin Wartawan, Wagub DKI: Sedang Kita Coba Urus
Indonesia
Jokowi Siap Vaksin Wartawan, Wagub DKI: Sedang Kita Coba Urus

DKI Jakarta tengah mempersiapkan segala sesuatu untuk pelaksanaan vaksinasi bagi awak media di akhir Februari 2021 menyusul permintaan Jokowi.

Puluhan Saksi Diperiksa, Kasus Penembakan Laskar FPI Belum Temui Titik Terang
Indonesia
Puluhan Saksi Diperiksa, Kasus Penembakan Laskar FPI Belum Temui Titik Terang

Bareskrim Polri telah memeriksa puluhan saksi dalam kasus penyerangan petugas oleh enam laskar Front Pembela Islam (FPI).

Dinkes DKI: Pegawai Ambulans Tak Boleh Bentuk Serikat Pekerja
Indonesia
Dinkes DKI: Pegawai Ambulans Tak Boleh Bentuk Serikat Pekerja

Para pegawai ambulans DKI dilarang membentuk serikat pekerja yang disebut Perkumpulan Pekerja Ambulans Gawat Darurat (PPAGD) DKI.

Jokowi Pakai Pola Penunjukkan Tito Karnavian Jadikan Listyo Sigit Kapolri
Indonesia
Jokowi Pakai Pola Penunjukkan Tito Karnavian Jadikan Listyo Sigit Kapolri

Nasir Djamil memberi tafsiran mengenai keputusan Jokowi memilih Listyo Sigit

RS Darurat COVID-19 TNI AD Mulai Dibangun di Benteng Vastenburg Solo
Indonesia
RS Darurat COVID-19 TNI AD Mulai Dibangun di Benteng Vastenburg Solo

Dengan keberadaan rumah sakit lapangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk menekan angka kasus COVID-19 di Solo