Kelompok 212 Diminta Buktikan 'Kesetiaanya' Pada NKRI dan Pancasila Massa dari berbagai elemen masyarakat mengikuti Reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (2/12/2017). (ANTARA/Zarqoni Maksum)

MerahPutih.com - Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta menilai pernyataan Mendagri Tito Karnavian soal keberadaan kelompok 212 yang belum berhasil dirangkul pemerintah, memiliki dasar hukum yang kuat.

Apalagi, kata Stanislaus, Tito adalah sosok mantan Kapolri yang dianggapnya memiliki data dan fakta sehingga sebutan semacam itu keluar.

Baca Juga

Kata Menkopolhukam Mahfud MD Soal Diadakannya Kembali Reuni 212

“Mendagri menyampaikan hal tersebut pasti berdasarkan bukti dan fakta yang diperoleh, dan Mendagri yang pernah menjadi Kapolri pasti mempunyai bukti-bukti akurat,” kata Stanislaus Riyanta kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/11).

Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta

Stanislaus meminta elemen 212 yang didominasi oleh Front Pembela Islam (FPI) untuk mengklarifikasinya dengan bukti bahwa FPI hanya menganut ideologi Pancasila bukan yang lainnya sesuai yang termaktub di dalam AD/ART secara keseluruhan.

“Sebaiknya FPI klarifikasi saja terkait beberapa hal yang menjadi catatan negatif bagi FPI, terutama terkait AD/ART dan beberapa peristiwa yang menjadi sorotan terkait kekerasan,” ujarnya.

Baca Juga

Diprediksi Dihadiri 1 Juta Massa, Ribuan Laskar FPI dan Ormas Islam Siap Jaga Reuni 212

Tentu, lanjut dia, jika FPI masih ingin menjadi ormas resmi di Indonesia kesetiaan terhadap Pancasila dan ketaatan terhadap hukum yang berlaku di Indonesia.

"Itu adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar,” tambah Stanislaus.

Stanislaus juga meyakini bahwa seorang Tito Karnavian tidak akan berbicara sembarangan tanpa dasar yang kuat, apalagi hanya sebatas perspepsi semata.

“Tidak mungkin Mendagri hanya menyampaikan berdasarkan asumsi atau persepsi saja,” imbuhnya.

Aksi reuni 212 beberapa waktu di Jakarta (MP/Dery Ridwansah)

Perlu diketahui, bahwa dalam kegiatan Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2019 di Hotel Borobudur Jakarta, Tito Karnavian menyampaikan bahwa Indonesia saat ini sudah stabil saat Joko Widodo dan Prabowo Subianto bergabung menjadi mitra kerja di pemerintahan saat ini.

Baca Juga

Kritik Reuni 212, Ade Armando: Umat Sebaiknya Berhenti Lakukan Hal Mubazir

Dan, tinggal satu elemen saja yang saat ini masih dianggap menjadi masalah bagi stabilitas nasional. Tito menyebutkan bahwa mereka adalah elemen 212.

“Dalam pandangan Malaysia kemarin, saya bertemu dengan banyak tokoh di sana, politik Indonesia itu stabil sekarang, terutama semenjak gabungnya 01 sama 02, tinggal urusannya 212 saja,” kata Tito saat itu. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH