Kelola Tim Junior, PSS Sleman Adopsi Filosofi Ajax dan Manchester United Para suporter PSS Sleman bersama Bonek tengah memberikan dukungan kepada skuatnya yang sedang berlaga (BolaSkor.com/Kurniawan)

MerahPutih.Com - Pembentukan dan pembinaan tim kelompok umur masih belum terlalu familiar di Indonesia. Beberapa klub profesional lebih banyak mengandalkan pencarian bakat alam lewat seleksi atau merekrut pemain dari SSB.

Padahal, beberapa klub hebat di dunia mendapat banyak keuntungan dari pembinaan tim kelompok umur, seperti yang dilakukan Ajax Amsterdam dan Manchester United. Banyak hasil produk pembinaan kelompok umur yang dipromosikan ke tim utama kemudian nilai jualnya melonjak drastis.

Sadar pentingnya pembinaan tim kelompok umur, PSS Sleman saat ini sedang membentu tim kelompok umur. Selain sebagai salah satu syart bagi kontestan Liga 1 PSSI, upaya tersebut dipandang sebagai cara mengembangkan bibit-bibit muda pemain lokal.

Demi membentuk tim kelompok umur, PSS Sleman merekrut mantan pelatih mental Timnas U-19 Guntur Cahyo Utomo sebagai direkturnya.

Para pemain U-16 PSS Sleman
PSS Sleman U-16 dalam Festival Filanesia Liga 1 U-16. (PSSI)

Sesuai laman PSS Sleman, Guntur ditunjuk oleh PT. Putra Sleman Sembada untuk menjadi direktur dalam pengembangan usia dini. Juara Liga 2 2018 itu akan mengembangkan tiga ketegori kelompok umur, yaitu U-16, U-18, dan U-20.

"PT Putra Sleman Sembada berkomitmen dengan pengembangan usia dini. Kebetulan PSSI mewajibkan semua klub Liga 1 mempunyai tiga tim kelompok umur dibawahnya, yakni U-16, U-18, dan U-20. Seiring dengan itu, yang menjadi perhatian dari PSS adalah mengembangkan sepak bola usia muda," ungkapnya.

"Regulasi dari PSSI untuk Elite Pro Academy ini sangat detil, memperhatikan hingga cara berlatih dan bermain, dan harus dilaporkan dalam bentuk dokumentasi kepada PSSI. Ini sebagai bentuk standarisasi pengelolaan dan pelaksanaan Elite Pro Academy ini," imbuhnya.

Guntur menambahkan bahwa sejatinya pembinaan pemain muda akan menjadi keuntungan bagi juara Liga 2 2018 itu. Sedangkan bagi pemain, dengan bergabungnya dalam Elite Pro Academy peluang mereka masuk Timnas menjadi lebih besar.

"Ini akan menguntungkan bagi PSS yang secara rutin membutuhkan pemain. Untuk Tim Nasional, kami bisa melacak pemain melalui Elite Pro Academy yang terdokumentasi. Kami bisa mengakses informasi dari semua klub lain, sehingga semua saling terjalin," tegas Guntur.

Menurut Guntur Cahyo Utomo pembinaan pemain muda sudah lama dilakukan oleh tim-tim luar negeri seperti di akademi Ajax Amsterdam atau Manchester United. Secara prinsip, menurut Guntur pengelolaan akademi mereka bisa diterapkan di Indonesia.

"Tentu saja kami berbicara ideal, tetapi disesuaikan dengan konteks lokal karena kami tidak mungkin seperti mereka dalam waktu dekat. Ada prinsip-prinsip dan benang merah yang bisa kami ambil dari mereka. Seperti filosofi dasar pembentukannya," tutupnya.(bolaskor.com)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH