Kelanjutan Perkara Penembakan Laskar FPI Kembali Tertunda Anggota Komisi Nasional HAM Mohammad Choirul Anam, menunjukkan barang bukti atas peristiwa kematian enam anggota FPI. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

MerahPutih.com - Polri menunda pelimpahan tahap dua tersangka dan barang bukti, terkait kasus dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap empat laskar FPI yang diduga dilakukan tersangka FR dan MYO di Cikampek, Jawa Barat. Sebab, salah satu tersangka terpapar COVID-19.

"Belum, karena tersangka salah satunya kena COVID-19," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Senin (2/8).

Salah satu tersangka yang terpapar COVID-19 berinisial FR.

Baca Juga:

Ini Kabar Terbaru Kasus Penembakan Laskar FPI

Tersangka yang diduga berperan melakukan penembakan itu diketahui positif ketika melakukan tes PCR untuk keperluan pelimpahan tahap dua.

"Untuk pelimpahan tahap dua menunggu salah satu tersangka itu negatif," ungkap Argo.

Sebelumnya diketahui, penyidik Bareskrim Polri telah melimpahkan tahap satu berkas perkara dua tersangka kasus dugaan pembunuhan laskar FPI ke kejaksaan.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP juncto pasal 56 KUHP tentang pembunuhan dan dengan sengaja turut serta dalam membantu tindak kejahatan.

Sebuah adegan di titik lokasi keempat dalam rekonstruksi penembakan anggota FPI di jalan Tol Jakarta-Cikampek. (ANTARA/Ali Khumaini)
Sebuah adegan di titik lokasi keempat dalam rekonstruksi penembakan anggota FPI di jalan Tol Jakarta-Cikampek. (ANTARA/Ali Khumaini)

Setelah dilakukan penelitian, kejaksaan menyatakan berkas perkara tersangka lengkap atau P21.

Selanjutnya akan dilakukan pelimpahan tahap dua, tersangka dan barang bukti dari penyidik ke kejaksaan.

Diketahui, penyidik awalnya menetapkan tiga oknum anggota Polri sebagai tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap empat laskar FPI di Cikampek, Jawa Barat.

Kendati telah ditetapkan tersangka, namun FR pelaku penembakan dan MYO pengemudi mobil tidak ditahan.

Alasannya karena keduanya dinilai kooperatif, tidak dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Baca Juga:

Alasan Mabes Polri Pelaku Penembakan Laskar FPI Tak Kunjung Diadili

Sementara itu, salah satu tersangka lainnya atas nama Ipda Elwira Priyadi Zendrato telah meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan pasal 109 KUHAP karena yang bersangkutan telah meninggal, maka penyidikan terhadapnya dihentikan.

Ketiga oknum penyidik Polda Metro Jaya itu diduga kuat membunuh empat dari enam anggota laskar FPI yang ditangkap dalam keadaan hidup. (Knu)

Baca Juga:

Alasan Dua Oknum Polisi Penembak Laskar FPI Tak Kunjung Dipecat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BKN Tegaskan Hasil TWK KPK Dokumen Rahasia
Indonesia
BKN Tegaskan Hasil TWK KPK Dokumen Rahasia

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa hasil Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai seleksi alih status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi aparatur sipil negara (ASN) adalah dokumen rahasia.

KPK Dalami Munculnya Nama BG hingga Pramono Anung dalam Sidang Nurhadi
Indonesia
KPK Dalami Munculnya Nama BG hingga Pramono Anung dalam Sidang Nurhadi

KPK memastikan bakal mendalami munculnya nama-nama besar dalam persidangan kasus dugaan suap dan gratifikasi mantan Sekretaris MA Nurhadi.

Paus Bertolak ke Irak, Perjalanan Bersejarah Sekaligus Penuh Risiko
Dunia
Paus Bertolak ke Irak, Perjalanan Bersejarah Sekaligus Penuh Risiko

Paus Fransiskus meninggalkan Roma, Italia, pada Jumat (5/3), untuk memulai kunjungan selama empat hari ke Irak.

NasDem Sarankan Pemerintah Segera Undangkan UU Cipta Kerja
Indonesia
NasDem Sarankan Pemerintah Segera Undangkan UU Cipta Kerja

Partai Nasional Demokrat menyarankan agar pemerintah segera mengundangkan Undang-undang Cipta Kerja untuk mengurangi tensi penolakan UU.

Mulai Dapatkan Vaksin COVID-19, Pekerja Hiburan: Ah, Sudah Biasa Disuntik
Indonesia
Mulai Dapatkan Vaksin COVID-19, Pekerja Hiburan: Ah, Sudah Biasa Disuntik

Langkah ini untuk membangkitkan ekonomi kembali

Penyebaran COVID-19 Sangat Cepat, Bima Arya Minta Bantuan Menkes
Indonesia
Penyebaran COVID-19 Sangat Cepat, Bima Arya Minta Bantuan Menkes

Wali Kota Bogor Bima Arya meminta bantuan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menyelidiki penyebaran COVID-19 di Perumahan Griya Melati yang menyebar sangat cepat.

Tangani Korban Gempa, RS Terapung TNI AL Bersandar di Mamuju Sulbar
Indonesia
Tangani Korban Gempa, RS Terapung TNI AL Bersandar di Mamuju Sulbar

Pada misi kemanusian di Mamuju, KRI SHS-990 didukung dua helikopter yang berguna untuk mengangkut korban gempa yang tidak terjangkau.

Begini Tanggapan DPRD DKI Soal Perpanjangan PPKM Darurat
Indonesia
Begini Tanggapan DPRD DKI Soal Perpanjangan PPKM Darurat

Gilbert bilang, adanya kebijakan PPKM Darurat akibat warga masih tak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) guna memotong penyebaran virus COVID-19 pada musim Lebaran kemarin.

Kejagung Sita 17 Kapal Milik Heru Hidayat dalam Kasus Korupsi Asabri
Indonesia
Kejagung Sita 17 Kapal Milik Heru Hidayat dalam Kasus Korupsi Asabri

Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung menyita 17 kapal dari tersangka Heru Hidayat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republika Indonesia (Asabri).

Pemprov DKI Paling Banyak Beri Bantuan Pengelolaan Masjid Secara Provinsi
Indonesia
Pemprov DKI Paling Banyak Beri Bantuan Pengelolaan Masjid Secara Provinsi

Pemda DKI yang paling banyak memberikan bantuan pengelolaan masjid