Kekeringan Makin Parah, Bantuan Air Bersih di Gunung Kidul Naik 50 Persen Kekeringan di wilayah DIY. (Foto: MP/Patricia Vicka)

MerahPutih.com - Kekeringan yang melanda Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun ini lebih parah dibandingkan tahun lalu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunung Kidul DIY juga mencatat, bantuan air bersih yang diedarkan pada masyarakat tahun ini lebih banyak 50 persen dibandingkan tahun 2020.

Kepala Pelaksana BPBD Gunung Kidul Edy Basuki di Gunung Kidul mengatakan, pada 2020, distribusi bantuan air bersih hanya mencapai 50 persen atau sekitar 1.000 dari 2.000 tangki yang dialokasi.

Baca Juga:

Kekeringan Mulai Melanda, Pelanggan PDAM Kota Bandung Diminta Hemat Air

"Naik drastis distribusi air bersih. Tahun ini kami sudah menyalurkan sebanyak 50 persen dari total 2.200 tangki dan kekeringan masih belum berakhir," ujar Edi di Gunung Kidul, DIY, Senin (20/9).

Menurut dia, tahun lalu masa musim kemarau terbilang lebih pendek dibandingkan tahun ini.

Sebagai contoh, di 2020 lalu, dropping air bersih dilakukan mulai akhir Juli hingga awal Oktober. Sedangkan untuk tahun ini, distribusi air bersih sudah dilakukan sejak awal Juli dan masih berlangsung hingga kini.

Bantuan air bersih pada warga terdampak kekeringan di Gunung Kidul. (Foto: MP/Humas Pertamina)
Bantuan air bersih pada warga terdampak kekeringan di Gunung Kidul. (Foto: MP/Humas Pertamina)

Namun Edy melanjutkan, kekeringan tahun 2021 diprediksi tak separah 2018-2019. Lantaran tak ada fenomena El Nino yang melanda Indonesia.

"Kami prediksi krisis air bersih kali ini bisa berlangsung hingga Oktober akhir nanti," katanya.

Hingga saat ini, BPBD Gunung Kidul telah menyalurkan air bersih sebanyak 1.700 tangki kepada warga terdampak kekeringan. Bantuan tersebut disalurkan ke ratusan desa di 10 kecamatan.

Edy menambahkan, jika Oktober hujan belum turun, ia memprediksi kekeringan bakal meluas dan melanda 15 kecamatan.

"Beberapa kecamatan yang berpotensi akan mengajukan permohonan distribusi air, yakni Kecamatan Ngawen, Semin, dan Nglipar. Kecamatan yang diprediksi bebas kekeringan hanya Playen dan Karangmojo," tutur dia.

Baca Juga:

Pemkab Gunung Kidul Gelontorkan Rp 15,3 Miliar Dana Anti-Kekeringan

Sementara itu, Camat Tanjungsari Rakhmadian Wijayanto mengatakan, sampai saat ini wilayahnya masih membutuhkan distribusi air bersih. Adapun yang terdampak berada di lima desa.

"Ada lima desa yang berada di dataran tinggi dan berbatuan masih membutuhkan distribusi air bersih," katanya." (Patricia Vicka/Yogyakarta)

Baca Juga:

Nyaris 10 Ribu Warga Gunung Kidul Terdampak Kekeringan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dukung Nakes Tangani COVID-19, Petugas TPS di Solo Kenakan Hazmat
Indonesia
Dukung Nakes Tangani COVID-19, Petugas TPS di Solo Kenakan Hazmat

Selama mengenakan baju hazmat, diakuinya rasanya sangat panas terlebih kondisi Kota Solo saat ini tengah cerah.

Kemendikbud Akui Teledor tak Cantumkan KH Hasyim Asy'ari di Kamus Sejarah Indonesia
Indonesia
Kemendikbud Akui Teledor tak Cantumkan KH Hasyim Asy'ari di Kamus Sejarah Indonesia

Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hilmar Farid memohon maaf atas keteledoran tidak mencantumkan nama tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Syekh Hasyim Asy'ari.

Komjen Listyo Harus Punya Komitmen Tinggi Berantas Korupsi dan Pungli
Indonesia
Komjen Listyo Harus Punya Komitmen Tinggi Berantas Korupsi dan Pungli

"Jadi, harus ada komitmen tinggi dari Kapolri baru untuk memberantas korupsi dan pungli ditubuh Polri,” kata Fickar

Soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung, PKS Sebut Pemerintah Inkonsisten
Indonesia
Soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung, PKS Sebut Pemerintah Inkonsisten

Patut diduga menjadi penyebab pembengkakan biaya

Selama PPKM Level 4, Terminal Kampung Rambutan Berangkatkan 300 Penumpang
Indonesia
Selama PPKM Level 4, Terminal Kampung Rambutan Berangkatkan 300 Penumpang

Kalau awal PPKM Juli 2021 sempat jatuh dengan hanya 100 penumpang per hari

Seminggu Jelang Pilpres AS, 66 Juta Warga Telah Memilih
Dunia
Seminggu Jelang Pilpres AS, 66 Juta Warga Telah Memilih

Beberapa jajak pendapat menunjukkan Trump tertinggal di Michigan dan Wisconsin, namun ia unggul di Nebraska.

Angka COVID-19 di Indonesia Selangkah Lagi 2 Juta
Indonesia
Angka COVID-19 di Indonesia Selangkah Lagi 2 Juta

Jumlah kasus COVID-19 bertambah 13.737 pada Minggu (20/6).

Ini Komentar Gerindra Soal Pemerintah Gratiskan Vaksin COVID-19
Indonesia
Ini Komentar Gerindra Soal Pemerintah Gratiskan Vaksin COVID-19

Gerindra menyambut baik rencana pemerintah menggratiskan vaksin COVID-19 kepada seluruh rakyat.

Bangun Tugu Sepeda Seharga Rp800Juta, Pemprov DKI Dapat Dana dari Pihak Ketiga
Indonesia
Bangun Tugu Sepeda Seharga Rp800Juta, Pemprov DKI Dapat Dana dari Pihak Ketiga

Pembangunan tugu sepeda menunjujan keberpihakan Pemerintah DKI terhadap pesepeda

Kisah Orang Tua Mengantar Anak Sekolah di Tengah Pandemi
Indonesia
Kisah Orang Tua Mengantar Anak Sekolah di Tengah Pandemi

"Saya bersyukur dan senang akhirnya anak bungsu (Naufa) bisa kembali sekolah tatap muka," kata Risma