Kekerasan Gender Lewat Daring Naik Tajam Selama Pandemi Demo tolak bentuk eksploitasi dan kekerasan seksual terhadap perempuan. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kekerasan berbasis gender dalam jaringan (daring) meningkat tajam saat pandemi COVID-19. Selama masa pandemi tercatat 1.617 kasus, dan 1.458 kasus di antaranya adalah kasus kekerasan berbasis gender.

Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Alimatul Qibtiyah mengatakan kekerasan gender berbasis daring atau siber yang diadukan secara langsung ke Komnas Perempuan hingga awal Oktober 2020, sudah ada 659 kasus. Padahal pada 2017, hanya ada 17 kasus.

"Jenis kekerasan berbasis online meningkat sangat tajam di saat pandemi terutama ada kebijakan tinggal di rumah dan kehidupan kita berubah kebanyakan di dunia digital," katanya.

Baca Juga:

Kerumunan Rizieq Bikin Wali Kota Jakpus dan Kadis LH Dicopot Anies

Dia menuturkan walaupun pendidikan jarak jauh, namun kekerasan berbasis gender masih ada. Terdapat 15 kasus kekerasan berbasis gender di perguruan tinggi yang langsung dilaporkan ke Komnas Perempuan pada periode Januari-Oktober 2020.

"Perlu ditegakkan di perguruan tinggi daripada pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual," tutur Alimatul .

Alimatul mengatakan, jenis aduan kekerasan seksual di lembaga pendidikan antara lain perkosaan yang mana pelakunya adalah mahasiswa, pencabulan oleh dosen atau kepala program studi, pencabulan yang dilakukan oleh kakak tingkat.

Ilustrasi pekerja perempuan
Ilustrasi pekerja perempuan. (Foto: Antara).

Dia menuturkan penanganan kekerasan seksual memerlukan perhatian serius. Tidak mudah bagi perempuan korban kekerasan seksual untuk melaporkan kekerasan yang dialaminya.

Hal itu karena korban trauma, kehilangan harga diri, perendahan martabat serta berbagai bentuk stigma akan diperolehnya dari lingkungan sosial yang tidak mendukung korban untuk mendapatkan keadilan.

"Kekerasan seksual sering dihubungkan dengan aib dan nama baik," katanya dikutip Antara.(*)

Baca Juga:

Pemerintah Diminta Bikin Formula Tepat Selesaikan Polemik di Papua

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Libur Panjang, Jabar Bakal Lakukan Rapid Test Acak
Indonesia
Libur Panjang, Jabar Bakal Lakukan Rapid Test Acak

Pemerintah meminta komitmen pengelola destinasi wisata untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, khususnya soal pembatasan jumlah pengunjung.

Mantan Dirut PT Indosurya Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Penggelapan Dana Nasabah
Indonesia
Mantan Dirut PT Indosurya Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Penggelapan Dana Nasabah

JI ditetapkan jadi tersangka lantaran terbukti menjalankan operasional tanpa memiliki hak.

Dalam 24 Jam, 9.135 Warga Berhasil Sembuh dari COVID-19
Indonesia
Dalam 24 Jam, 9.135 Warga Berhasil Sembuh dari COVID-19

Selain itu, dalam 24 jam terakhir ada 189 orang yang tutup usia setelah dinyatakan positif virus corona

509 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta saat Libur Panjang
Indonesia
509 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta saat Libur Panjang

Sebanyak 509.140 kendaraan meninggalkan Jakarta pada periode tiga hari libur cuti bersama dan Maulid Nabi 1442 H (27-29 Oktober 2020).

Gunung Merapi Alami 26 Gempa Guguran Hingga Pagi Ini
Indonesia
Gunung Merapi Alami 26 Gempa Guguran Hingga Pagi Ini

BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II

KPK Sayangkan Data ICW Soal Tren Penindakan Korupsi
Indonesia
KPK Sayangkan Data ICW Soal Tren Penindakan Korupsi

KPK menyayangkan data yang digunakan Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam menggambarkan tren penindakan kasus korupsi tahun 2020 oleh lembaga antirasuah.

Libur Panjang, Ragunan Cuma Terima 2000 Wisatawan Per Hari
Indonesia
Libur Panjang, Ragunan Cuma Terima 2000 Wisatawan Per Hari

Dari banyak wahana, dua wahana, yaitu taman satwa anak dan pusat primata schumutser masih belum dibuka.

Tania Clarisa Irawan Diduga Bawa Kabur Saksi Kasus Mafia Peradilan Nurhadi
Indonesia
Tiga Pengeroyok Polisi Saat Demo Tolak Omnibus Law Diciduk
Indonesia
Tiga Pengeroyok Polisi Saat Demo Tolak Omnibus Law Diciduk

Korban pun saat ini masih dilakukan perawatan di RS Polri

Mensos Risma Instruksikan Jajarannya Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Sulbar
Indonesia
Mensos Risma Instruksikan Jajarannya Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Sulbar

Kementerian Sosial telah menyiapkan kebutuhan dasar dan kebutuhan pokok untuk para korban gempa di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat. Bantuan logistik berasal dari gudang di Mamuju dan dikirim dari gudang regional di Makassar, Sulawesi Selatan, pagi ini.