Kejati Jabar Miliki Gedung Baru, Ridwan Kamil Minta Penegakan Hukumnya Harus Bagus Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendesain Gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) yang terletak di Jalan LLRE Martadinata Kota Bandung. Foto: ANTARA/HO-Humas Jabar

MerahPutih.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat kini memiliki gedung setelah rampung direnovasi. Gedung tersebut dilengkapi dengan fasilitas modern.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil berharap dengan wajah baru ini penegakan hukum di wilayahnya semakin bagus pula.

Baca Juga

Herry Wirawan Lolos Kebiri dan Vonis Mati, Kejati Jabar Banding

"Bangunannya sudah bagus, begitu juga dengan wajah penegakan hukumnya," ucapnya di Bandung, Selasa (22/2).

Ia berharap dengan semangat gedung baru ini kondusivitas sosial, politik dan hukum di Jabar terjaga dengan baik. Ia juga memastikan, renovasi telah selesai dan Kejati Jabar sudah siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pascarampung renovasi gedung baru berkonsep smart office.

Pengoperasian gedung tersebut diresmikan oleh Jaksa Agung RI Burhanuddin bersama Gubernur dan jajaran Forkopimda Jabar.

"Pelayanan dari Kejati Jabar sudah sangat siap bertepatan pada hari ini diresmikan. Gedung yang dulu sangat terbatas, sekarang sangat memadai," ujar Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menuturkan, dengan berkonsep smart office (kantor cerdas) yang berbudaya, gedung Kejati Jabar akan lebih maksimal melayani publik dengan hadirnya sejumlah fasilitas digital yang meminimalkan pertemuan fisik dan mengutamakan paperless.

Untuk memantau aktivitas Kejaksaan Negeri di 27 kabupaten/ kota dan pusat data, Kejati Jabar kini memiliki Command Center. Dilengkapi juga dengan Ruang Media Center, Podcast, Perpustakaan Digital, termasuk Ruang Konsultasi Mediasi.

Kang Emil-sapaan akrab Ridwan Kamil ini mengatakan, dari sisi bangunan, gedung pemerintahan harus mempunyai nilai filosofi. Itulah mengapa ia merancang tiga pola bangunan sesuai semboyan Kejaksaan, yaitu Satya Adhi Wicaksana.

"Gedung pemerintahan harus ada nilai filosofinya, jadi terasa bahwa ini gedung Kejaksaan," ujarnya.

Baca Juga

Warga Jabar Sulit Dapat E-Ticket dan Pilih Pilih Vaksin Booster

Selain itu, lanjut Kang Emil, bangunan juga tak harus terlalu tradisional, tapi dapat dipadukan dengan konsep modern. Ini terlihat dari adanya pola batik khas beberapa daerah di Jabar pada gedung Kejati ini.

"Zaman sudah modern, tapi ada simbol tradisionalnya, maka ada pola batik dari berbagai daerah di Jabar," jelas Kang Emil.

Dibangun di atas lahan seluas 11.950,36 meter persegi, anggaran pembangunan gedung Kejati Jabar berasal dari hibah Pemda Provinsi Jabar dalam dua tahun anggaran. Kang Emil mengatakan, hal itu merupakan bentuk kekompakan Forkopimda dalam membangun Jabar.

"Kekompakan Forkopimda itu salah satunya seperti ini. Kami memberikan hibah, juga mengawal prosesnya, sehingga nanti meniadi salah satu gedung Kejati terbaik di Indonesia," tuturnya.

Senada dengan Kang Emil, Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin mengatakan, bahwa pembangunan gedung Kejati Jabar tersebut merupakan bentuk sinergi. Kejati Jabar dipastikan siap mendukung penegakan hukum di Jabar.

"Ini adalah bentuk sinergitas Pemds Provinsi Jabar dengan Kejaksaan. Sebagai aparat penegak hukum, kami siap mendukung penegakan hukum di Jabar," kata Burhanuddin.

Ia pun memastikan, walaupun menggunakan dana hibah dari Pemda Provinsi Jabar, pihaknya akan tetap bekerja profesional dan menjaga independensi.

"Ini bukti dukungan Pemda, tapi tidak mempengaruhi independensi kami dan akan tetap bererja dengan maksimal," ujar Burhanuddin. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga

Pemprov Jabar Distribusikan 30 Liter Minyak Goreng ke 27 Kabupaten/Kota

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: BNPB Buka Donasi Kaos Oblong Bagi Tenaga Medis COVID- 19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: BNPB Buka Donasi Kaos Oblong Bagi Tenaga Medis COVID- 19

BNPB juga mengimbau kepada masyarakat bijak dalam menyikapi atau pun menyebarluaskan berita

[HOAKS atau FAKTA]: Ratusan Pelajar China Disuntik Vaksin Kosong di Jakarta
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ratusan Pelajar China Disuntik Vaksin Kosong di Jakarta

Beredar di media sosial informasi yang menyebutkan jika ada sekitar 600 pelajar China disuntik vaksin kosong di Jakarta.

Menag Yaqut Bantah Lakukan Intervensi Muktamar ke-34 NU
Indonesia
Menag Yaqut Bantah Lakukan Intervensi Muktamar ke-34 NU

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan tidak ada intervensi Kementerian Agama dalam gelaran Muktamar ke-34 NU yang digelar di Pondok Pesantren Darussa'adah Gunungsugih, Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Sekjen Gerindra Ogah Tanggapi Wacana Penundaan Pemilu 2024
Indonesia
Sekjen Gerindra Ogah Tanggapi Wacana Penundaan Pemilu 2024

Wacana penundaan Pemilu 2024 terus bergulir dan menuai pro kontra banyak pihak.

Komnas HAM Pastikan ada Praktik Perbudakan di Rumah Bupati Langkat Nonaktif
Indonesia
Komnas HAM Pastikan ada Praktik Perbudakan di Rumah Bupati Langkat Nonaktif

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan ada praktik kerja paksa dan praktik serupa perbudakan, yang dialami para penghuni kerangkeng manusia di rumah Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin.

Jakarta Diprediksi Hujan Pada Malam Hari
Indonesia
Jakarta Diprediksi Hujan Pada Malam Hari

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah DKI Jakarta akan diguyur hujan ringan pada Selasa (7/6) malam.

Mega Kembali Diserang Hoaks, Hasto Pastikan PDIP Ambil Langkah Hukum
Indonesia
Mega Kembali Diserang Hoaks, Hasto Pastikan PDIP Ambil Langkah Hukum

Telah beredar video di media sosial yang menggambarkan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meninggal dunia.

Gelar Raker dan Acara di Hotel Mewah, KPK Dinilai Kehilangan Etika dan Sensitifitas
Indonesia
Gelar Raker dan Acara di Hotel Mewah, KPK Dinilai Kehilangan Etika dan Sensitifitas

Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, kegiatan itu menandakan KPK seperti kehilangan etika dan sensitifitas.

AHY Sebut Penundaan Pemilu 2024 Bisa Buat Kacau Kondisi Indonesia
Indonesia
AHY Sebut Penundaan Pemilu 2024 Bisa Buat Kacau Kondisi Indonesia

"Kita akan mundur sekian tahun ke belakang, di mana negara kita ini sudah menjadi demokratis, tentu tidak sempurna. Kalau (penundaan Pemilu 2024) itu terjadi, saya rasa bisa membuat kekacauan di negeri kita. Itu harus kita hindari bersama," kata AHY di Masjid Luar Batang, Jakarta Utara, Selasa (5/4).

Pemkot Surabaya Ingatkan Peserta Fashion Street Berpakaian Sesuai Norma Agama
Indonesia
Pemkot Surabaya Ingatkan Peserta Fashion Street Berpakaian Sesuai Norma Agama

"Jadi, jika dia laki-laki berpakaian sepantasnya tidak berlebihan. Ini untuk menjaga norma-norma agama dan sosial masyarakat," kata Fikser.