Kejati DKI Terima Kembali Berkas Perkara Irjen Teddy Minahasa Tersangka kasus peredaran narkoba Irjen Pol Teddy Minahasa (tengah) berjalan menuju ruang tahanan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (25/10). ANTARA FOTO/Reno Esnir

MerahPutih.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta telah menerima kembali berkas perkara atas nama tersangka mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Teddy Minahasa terkait dugaan kasus penyalahgunaan narkoba.

"Hari ini lebih kurang jam 14.30 WIB penyidik narkoba Polda Metro Jaya mengembalikan kembali atau menyerahkan kembali berkas perkara atas nama Teddy Minahasa (TM), termasuk TP, SN, dan LP alias Anita," kata Kasipenkum Kejati DKI Ade Sofyansyah dalam sambungan telepon di Jakarta, Jumat.

Baca Juga:

Konfrontasi Teddy Minahasa dan Dody Prawiranegara Digelar Hari Ini

Meski demikian, Ade mengatakan Kejati DKI belum menerima seluruh berkas perkara dari lima tersangka yang dikirim Polda Metro Jaya, karena baru empat berkas yang diserahkan.

"Menurut informasi satu berkas lagi akan segera menyusul," ucapnya.

Ade mengatakan jaksa akan meneliti berkas perkara para tersangka itu, dengan memastikan berkas dari penyidik Polda Metro Jaya telah memenuhi petunjuk jaksa atau belum agar berkas perkara tersebut lengkap baik secara formil maupun materiil.

"Kemarin kan kami kembalikan berkas perkaranya tanggal 9 November dan 17 November sudah kita kembalikan, nah dari jaksa peneliti kemudian hari ini akan kita cek kembali setelah diserahkan apakah petunjuk yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah dipenuhi atau belum oleh penyidik narkoba Polda Metro Jaya," ujar Ade.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengembalikan berkas perkara Irjen Teddy Minahasa pada kasus peredaran narkoba, karena berkas yang sebelumnya dilimpahkan dinilai belum lengkap, juga, berkas para tersangka lainnya pun dinyatakan belum lengkap.

"Kalau TM (Teddy Minahasa) 10 November kemarin (P18), dan P19 hari ini. Tersangka lainnya juga P18," ungkap Ade, Kamis (17/11).

Baca Juga:

Irjen Teddy Berkelit Tak Tahu Soal Narkoba yang Disisihkan

Ade tidak merinci hal yang kurang dari berkas para tersangka dan dia menyebut tidak ada tenggat waktu proses perlengkapan berkas tersebut. Namun jika sudah 30 hari belum lengkap, Kejaksaan akan mempertanyakan ke Polda Metro Jaya.

"Enggak ada tenggat waktu, tapi kalau di kita kalau sudah 30 hari wajib dipertanyakan," ucapnya.

Diketahui, Irjen Pol. Teddy Minahasa ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba. Penetapan tersangka sudah berdasarkan gelar perkara oleh beberapa direktorat di Polda Metro Jaya dan Mabes Polri yang dilakukan pada Jumat (14/10).

Keterlibatan Irjen Teddy Minahasa ini mengemuka setelah Ditnarkoba Polda Metro Jaya menangkap AKBP D dan wanita inisial L yang menyebutkan adanya keterlibatan Irjen Pol TM sebagai Kapolda Sumbar.

"Keterlibatan TM sebagai penggali BB 5 kg sabu dari Sumbar, di mana telah menjadi 3,3 kg sabu yang diamankan dan 1,7 kg sabu yang sudah dijual oleh Saudara BG, yang telah kita amankan, diedarkan di Kampung Bahari," ujar Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa, Jumat (14/10).

Selain Teddy, ada anggota kepolisian yang menjadi tersangka dalam kasus ini, di antaranya Aipda AD (anggota Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kompol KS, (Kapolsek Kali Baru Polres Pelabuhan Tanjung Priok), Aiptu J (anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok), dan AKBP Doddy Prawira Negara (Kabagada Rolog Sumbar, mantan Kapolres Bukittinggi Polda Sumbar).

Dalam kasus ini, selain empat polisi tersebut di atas, ada enam tersangka warga sipil. Satu di antaranya perempuan berinisial L atau Linda. (*)

Baca Juga:

Polda Metro Kerja Cepat agar Irjen Teddy Minahasa Segera Diadili

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hary Tanoe Bicara soal Target Perindo di Pemilu 2024
Indonesia
Hary Tanoe Bicara soal Target Perindo di Pemilu 2024

Usai mendaftarkan Perindo, Hary Tanoe menyatakan pihaknya menargetkan minimal 60 kursi di parlemen pada Pemilu 2024.

Muncul Klaster COVID-19, Beijing Tunda Pembukaan Kelas Tatap Muka
Dunia
Muncul Klaster COVID-19, Beijing Tunda Pembukaan Kelas Tatap Muka

Klaster terbaru COVID-19 ditemukan di salah satu pusat keramaian kota Beijing, Tiongkok.

Gempa Garut Terasa hingga Ciamis dan Jakarta
Indonesia
Gempa Garut Terasa hingga Ciamis dan Jakarta

Gempa dengan kekuatan 6,4 skalarichter terjadi di barat daya Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gempa itu terasa di Ciamis, Tasikmalaya, hingga ibu kota Jakarta.

Pemerintah Persiapkan Percepatan Penyaluran BSU pada September 2022
Indonesia
Pemerintah Persiapkan Percepatan Penyaluran BSU pada September 2022

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengatakan, pihaknya terus melakukan persiapan percepatan penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2022 dan mengupayakan agar subsidi itu mulai disalurkan September 2022.

Besok, DPR Sahkan 3 RUU Pemekaran Papua
Indonesia
Besok, DPR Sahkan 3 RUU Pemekaran Papua

Tiga Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua sebentar lagi disahkan.

Nabil Haroen: Pemerintah Perlu Hati-hati Hapus Kebijakan Tes PCR
Indonesia
Nabil Haroen: Pemerintah Perlu Hati-hati Hapus Kebijakan Tes PCR

Anggota Komisi IX DPR RI, Muchamad Nabil Haroen menilai, pemerintah perlu mengkaji serius dan hati-hati dalam pelonggaran tersebut.

Sebagian Besar Provinsi Diprediksi Hujan Lebat Disertai Kilat dan Berangin
Indonesia
Sebagian Besar Provinsi Diprediksi Hujan Lebat Disertai Kilat dan Berangin

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksikan akan terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang meliputi sebagian besar wilayah provinsi di Indonesia pada Sabtu.

Bawaslu Sebut Anies Terkesan Curi Start Kampanye, Sekjen PDIP Sentil soal Etika
Indonesia
Bawaslu Sebut Anies Terkesan Curi Start Kampanye, Sekjen PDIP Sentil soal Etika

"Karena menyangkut etika bagi seorang pemimpin, tanggung jawab sebagai pemimpin,” sambung Hasto menegaskan.

G20 di Solo, Peserta Diarak Keliling Kota Naik Kereta Uap Jaladara
Indonesia
G20 di Solo, Peserta Diarak Keliling Kota Naik Kereta Uap Jaladara

Pelaksanaan G20 di Solo akan dilaksanakan pada 30-31 Maret 2022. Peserta negara G20 akan diarak keliling Kota menggunakan kendaraan wisata Kereta Uap Jaladara.

[HOAKS atau FAKTA]: Tidur Siang Pasca Melahirkan Sebabkan Naik Darah Putih
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tidur Siang Pasca Melahirkan Sebabkan Naik Darah Putih

Beredar sebuah informasi berupa video di media sosial TikTok yang melarang ibu tidur siang setelah melahirkan. Dalam video disebutkan jika tidur siang setelah melalui proses persalinan akan menyebabkan darah putih naik ke kepala.